We Serve With Hearth…
22 Jun 2017

Roof Garden

Roof_GardenPengembangan taman atap modern (roof garden atau green roof) merupakan fenomena yang relatif baru. Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss, Belanda, Austria Inggris, Italia, Perancis, dan Swedia ). Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008). Beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, Hongkong, China, dan Singapura merupakan penggiat dalam proyek-proyek taman atap. Beberapa contoh proyek pengembangan taman atap yang sukses adalah Flying Green Project (Tokyo dan Hong Kong), Skyrise Greening Project (Singapura), Ecoroof Project (Berlin), Green Roof Project (New York dan Washington) (Joga, 2008).

Keberadaan taman atap, khususnya di kota-kota besar (metropolis) memiliki peran penting seperti halnya ruang hijau lainnya. Ancaman terhadap eksistensi RTH akibat pembangunan infrastruktur-infrastruktur kota dapat diimbangi atau dikompensasi dengan mengembangkan taman atap. Pada umumnya manfaat taman atap (roof garden) adalah sebagai berikut (Green Rooftops, 2008; Holladay, 2006):

  1. Mengurangi tingkat polusi udara, vegetasi pada taman atap mampu merubah polutan (toksin) di udara menjadi senyawa tidak berbahaya melalui proses reoksigenasi; taman atap juga berperan dalam menstabilkan jumlah gas rumah kaca (karbon dioksida) di atmosfir kota sehingga dapat menekan efek rumah kaca;
  2. Menurunkan suhu udara, keberadaan taman atap dapat mengurangi efek panas radiasi sinar matahari yang berasal dari dinding bangunan maupun dari tanah (heat island effect)
  3. Konservasi air, taman atap dapat menyimpan sebagian air yang berasal dari air hujan sehingga menyediakan mekanisme evaporasi-transpirasi yang lebih efisien;
  4. Mengurangi polusi suara/ kebisingan, komposisi vegetasi pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam meredam kebisingan yang berasal dari luar bangunan (suara bising kendaraan bermotor atau aktivitas industri)
  5. Menampilkan keindahan pada aspek bangunan (estetika), sama halnya dengan fungsi taman pada umumnya, taman atap (green roof) menyediakan keindahan bagi aspek bangunan sehingga tampak lebih hidup, asri, dan nyaman;
  6. Meningkatkan kenaekaragaman hayati kota, taman atap dapat berfungsi sebagai habitat sekaligus penghubung bagi pergerakan organisme (wildlife) antar ruang hijau di kawasan perkotaan

Berdasarkan jumlah biaya (perawatan) yang dibutuhkan, kedalaman tanah (media tanam), dan jenis tanaman yang digunakan, taman atap dibedakan menjadi tiga macam yaitu (The Environment Site.org, 2006) :

  1. Taman Atap Ekstensif (Extensive Green Roof), taman atap jenis ini membutuhkan biaya perawatan yang cukup murah, media tanam (tanah) yang dangkal, dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi, atap rumah, teras, atau dinding.
  2. Taman Atap Semi Ekstensif (Semi-Extensive Green Roof), taman atap ini mempunyai kedalaman media tanam (tanah) yang lebih dibandingkan taman atap ekstensif, mampu menampung sejumlah besar jenis tanaman dan lebih dekoratif. Taman atap ini membutuhkan struktur bangunan yang lebih kuat dan berat.
  3. Taman Atap Intensif (Intensive Green Roof), taman atap ini mempunyai ukuran yang luas dengan struktur bangunan yang besar dan kuat, mampu menampung berbagai jenis tanaman baik kecil maupun besar (pohon). Taman atap jenis ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan besar (pencakar langit) serta dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.

Di kawasan perkotaan yang sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar (pencakar langit), memiliki potensi besar untuk dikembangkan taman atap (roof garden). Aplikasi taman atap saat ini telah berkembang luas, tidak hanya terbatas pada gedung-gedung pencakar langit melainkan dapat dikembangkan pada bangunan rumah sekalipun. Aplikasi taman atap dapat dilakukan di kawasan perkotaan.

Nah, berminatkah anda memilikinya dikediaman anda ? Hubungi Kami

20 Apr 2017

Sistem Irigasi Taman Sprinkle

Dalam sistem irigasi biasa, 50% air yang digunakan untuk irigasi digunakan untuk tanaman, dan sisanya hanya terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi. Air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas dari tanaman. Irigasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Salah satu cara irigasi moderen adalah dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle. Cara ini sangat populer di seluruh negara maju di dunia.

springkle

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler). Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya. Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melalui nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar seperti titik-titik air hujan. Tekanan air berasal dari pompa yang mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi sebagai pemecah air, juga dapat digunakan untuk mengatur tekanan jarak dan banyak sedikitnya air yang keluar.

Komponen dalam sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumber air, baik dari sumber air yang terbuka (misalnya, sungai, kolam, danau, waduk, dll) maupun yang berasal dari tempat tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumur, dll). Unit untuk mendorong air sehingga menghasilkan air yang bertekanan untuk kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melalui nozzle (misalnya pompa). Terakhir adalah sprinkler, yang merupakan komponen utama, meliputi pipa lateral, pipa riser, dan penyiram (nozzle).
Berikut ini adalah beberapa aksesoris tambahan yang biasa digunakan pada sistem irigasi sprinkle:

1. Reducers
2. Elbows
3. End plug Tees
4. Regulators and Gauges
5. Valves
6. Filters

Umumnya sistem irigasi sprinkler ini sering digunakan pada tanah normal, maupun tanah dangkal. Cocok juga untuk medan yang berpasir, medan yang bergeombang, hingga banyak diadopsi untuk pengairan di daerah perbukitan. Untuk penanaman ladang cocok untuk semua jenis ladang / kebun, namun tidak cocok digunakan untuk tanaman padi (sawah) dan juga jerami. Untuk perkebunan seperti kebun tanaman kering, sayuran, tanaman berbunga, kebun teh dan kopi, sangat cocok dan dapat mengadopsi sistem irigasi.
Sumber : Greenart Indonesia

31 Mar 2017

Garden Maintenance – Kunci Keberhasilan Penataan Landsecape (Taman)

Manusia hidup tidak lepas berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Keselarasan interaksi alam dan manusia akan menjadikan kehidupan manusia tentram dan nyaman. Manusia yang diberikan akal dan pikirannya dituntut untuk berkreasi positif dalam berkonstribusi manata lingkungan disekitarnya. Sikap memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan akan membuat lingkungan pun bersahabat dengan manusia. Demikian pula dengan taman yang dibuat sebagai eleman pelengkap alam sekitarnya yang dibuat manusia harus selaras dengan suasana makro maupun mikro nya baik kesesuaian tumbuh maupun tingkat keawetannya (sustainable). Untuk mencapai keselarasan, keawetan maupun keindahan pertamanan tidak terlepas dari kegiatan dan kaidah kaidah perawatan. Ibarat tubuh , taman pun harus selalu dirawat.

Gambar Taman Rumah Minimalis-9

Taman yang dirawat sesuai dengan tata aturan perawatan dan penanganan serta di dukung oleh personal yang memiliki rasa cinta terhadap tanaman. Akan berdampak pada keawetan dan keindahan taman yang dibuatnya. Hal tersebut setiap pemilik dituntut memiliki sense of belonging dan kepedulian terhadap taman yang telah dibuatnya. Aturan aturan teknis seperti: pemupukan, pemangkasan, penjarangan, pencegahan hama penyakit, seleksi bibit, penggemburan media tanam mutlak harus dimiliki ilmunya untuk menjadikan taman semakin indah dan subur.

Dalam sekop yang besar dan skala bisnis, kaidah kaidah ini harus dimiliki oleh pelaku usaha atau perusahaan bahkan hal ini bisa dijadikan Icon, visi maupun misi dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa landscaping. Karena unsur terbesar dalam bidang ini adalah seni dan adanya sense of belonging. Tidak semata faktor untung rugi saja yang menjadi bahan pertimbangan dan tujuan namun kelangsungan usaha yang sustain yang seharusnya dijadikan tujuan utama perusahaan.

taman tropis1

Dengan penanganan garden maintenance yang professional baik dilengkapi dengan unsur non teknis seperti safety tools, knowledge, material support maupun teknis dan kompetensi personalnya perusahaan yang bergerak di bidang maintenance ini akan sustaian dalam menjalankan usaha pertamanan. Hal ini berlaku juga untuk semua ide pertamanan seperti vertical garden, Roof garden, hanging garden, Dry garden maupun pekerjaan hardscape.

Jika taman tumbuh subur, awet dan semakin indah akan otomatis dijadikan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan serta portofolio yang real untuk mengerjakan project project ditempat lain, apalagi pernah menangani project project yang cukup prestisious seperti hotel hotel, taman gedung, restoran , public area, Properti dll. Tidak perlu perusahaan bersusah payah cari orderan project, dengan modal perawatan yang professional pun, otomatis permintaan dari pihak pihak lain akan terus mengalir. Jadi tunggu apa lagi, sesuatu yang terkadang kecil namun kalau ditangani secara professional dan diikuti rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tanaman ( taman –red) maka usaha ini akan memberikan dampak positif yang cukup menjanjikan.

07 Mar 2017

Mengenal Taman Vertikal di Dinding Ruangan Indoor

Dewasa ini istialah taman penghijauan di bidang vertikal sudah tidak asing lagi khuusnya di Kota Kota besar terutama di Jakarta, Beberapa gedung Pemerintah, Pertokoan , Mall – Mall besar, Tiang Tiang jembatan Layang terpasang vertikal garden sebagai solusi mengurangi dampak pemcemaran lingkungan /polusi udara. Gejala ini tidak ketinggalan dijumpai di rumah rumah kawasan elite yang pada umumnya dipasang di ruang belakang tepatnya menjadi satu kesatuan dengan kolam renang sebagai area privacy bagi pemilik rumah. Seiring dengan perkembangan waktu mulai terjadi pergeseran secara paralel untuk pembuatan taman vertikal ini. Model ini mulai secara berangsur diterapkan di area interior yang selama ini banyak dibuat di area ekterior karena memang banyak di supplay oleh cahaya matahari sebagai salah satu faktor utama yang menjadi kunci pertumbuhan tanaman.vega_indoor-1

Inovasi teknologi mampu menghasilkan cara baru dalam bertaman, dengan menggabungkan teknik struktural bangunan dan lanskap agar bisa menghasilkan satu konsep greeneries yang mampu menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan yang ada. Celah-celah area yang terbentuk dari komposisi struktural bangunan dapat dijadi media untuk bereksplorasi. Struktur masif dinding bisa disulap menjadikan area taman yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan hamparan taman yang luas.

Aplikasi dinding ”bertaman” atau yang populer dengan sebutan vertical garden tidak hanya pada ruang luar tetapi juga dapat diaplikasikan di ruangan dalam dan menjadi kesatuan dari konsep interior ruang.

Namun demikian untuk menerapkan konsep taman vertikal di dalam ruangan ada beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian:

  1. Kebutuhan cahaya tetap menjadi kunci utama minimal diperlukan 2.000 lux , cahaya matahari dapat digantikan dengan penggunaan lampu Metal Hilide maupun Lampu LED yang dipasang dengan timer ( 6-7 jam /hari ). Pemasangan lampu cukup berjarak 80 – 120 cm dari tanaman agar tanaman tidak hangus.
  2. Sistem irigasi lebih direkomendasikan dengan system sirkuler artinya untuk menghindari ruangan becek air tampungan di Tarik kembali ke atas untuk mengairi tanaman.
  3. Jenis Tanaman dipilih yang tahan terhadap minimnya cahaya.

Komposisi tanaman yang sudah dirancang secara computerized, dalam pelaksanaannya diaplikasikan pada setiap modul. Dalam hal ini tanaman tersebut ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum modul diaplikasikan pada dinding. Dengan demikian tanaman sudah tumbuh stabil dengan perakaran yang sudah melekat sempurna ke media tanamnya. Karena akan diaplikasikan di dalam ruangan, hendaknya dipilih jenis-jenis tanaman yang tahan hidup di lingkungan teduh seperti jenis pakis-pakisan (kadaka dan Adiantum atau suplir). Sebagai aksen ditanam beberapa jenis tanaman hias daun yang memiliki corak warna yang eksotis seperti Dracaena, Philodendron, Peperomia dan Bromelia. Kesemua jenis tanaman tersebut memiliki karakter tumbuh yang lambat dan memiliki perakaran serabut. Beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan antara lain:

a. Dracaena surculosa
b. Dracena bamboo
c. Dracena jenis Maranta
d. Dracena compacta
e. Philodendron burlmenak
f. Philo xelum
g. Pholodendron golden
h. Philo local
i. Sirih gading
j. Jenis peperomia hijau
k. Bromeliad sp
l. Walisongo
m. Pakis /kadaka
n. Begonia sp

vega_indoor-2Namun demikian yang menjadi bahan catatan disini bahwa vertikal garden tidak secerapat pertumbuhannya di area ekterior /outdoor karena terbatasnya cahaya untukl pertumbuhan tanaman. Namun dengan bantuan pencahayaan lampu khsuusus vertikal garden indoor akan tetap bertahan selama manajemen pemeliharaan dilaksanakan sesuai dengan aturan. Kebutuhan air juga tidak terlalau banyak karena proses penguapan juga sedikit. Beberapa vertikal garden indoor di wilayah Jakarta dapat anda temui di gedung PP, Menara Rajawali, Hotel Ibis Budget Menteng, Lobby Apartemen Senopati dll. Jadi tidak perlu kuatir lagi jika anda hendak membuat vertical garden indoor di ruangan rumah maupun kantor anda.

28 Feb 2017

Konsep Taman Rumah Sakit (Healing Garden)

Bangunan beton dan sekat sekat pembatas antar kamar pasien akan memberikan efek kejiwaan bagi pasien penghuni rumah sakit, ditambah peralatan peralatan yang ada sebenarnya memberikan pengaruh perasaan kejiwaan bagi pasien. Pengobatan modern dengan operasi dan obat-obatan memisahkan pasien dengan taman/ruang luar. Pasien ditempatkan di dalam ruangan tertutup, menggunakan penyejuk ruangan, berada dalam satu kamar dengan pasien lain, dan waktu kunjung keluarga yang terbatas. Semua itu memberikan perasaan yang tidak nyaman.

Saat ini, karena keterbatasan lahan, bangunan rumah sakit dirancang vertical (bangunan tinggi), sehingga tidak ada atau sedikit lahan yang digunakan untuk taman. Berbeda dengan pengobatan abad pertengahan, yang menyakini bahwa akses ke ruang luar (taman) bermanfaat bagi kesehatan pasien secara fisik dan mental. Ini akan membantu pasien dalam masa pemulihan, terutama bagi pasien dengan kondisi khusus. Rumah sakit yang dibangun pemerintahan Belanda di Indonesia, mempunyai ruang luar (taman) yang luas. Kamar pasien dengan jendela lebar mengarah ke taman. Antara satu bangunan dengan bangunan lain dihubungkan dengan koridor yang membelah taman, sehingga orang yang berkegiatan di rumah sakit dapat melihat dan menikmati pohon, rumput , dan suasana taman.

Taman dengan elemen alami; batu, kayu, tanaman, air, dan sinar matahari mampu memberikan efek yang menyenangkan, terutama bagi pasien yang dirawat di rumah sakit anak, klinik kanker, rumah sakit rehabilitasi, fasilitas untuk pasien luka bakar, dan klinik lansia. Taman dengan perancangan khusus mampu menghilangkan stress pada pasien, dapat meningkatkan daya tahan dan meningkatkan kekebalan tubuh secara alami. Ada empat hal dalam rancangan yang dapat membantu mengurangi stress: suasana alami, latihan-tubuh (bergerak), dukungan sosial, dan rasa terkendali terhadap lingkungan sekitar.

Semakin seseorang terlibat dengan lingkungan alami, maka rasa cemas akan semakin menurun dan rasa sakit semakin tak terasa, dengan cara melihat bunga yang berwarna warni dengan bermacam-macam karakter tanaman, melihat bayangan tanaman di air, melihat pemandangan sekitar, mendengar suara air, merasakan semilir angin di waktu pagi, dan menyaksikan gerakan kupu-kupu dan burung yang bertengger di antara tanaman. Taman rumah sakit harus mengakomodasi pengalaman rasa dari semua indera perasa. Di dalam taman terdapat ruang bagi pasien dan keluarga untuk bertemu, duduk, dan menikmati suasana taman. Ini akan memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.

21 Feb 2017

Hutan Vertikal Penyelamat Polusi di Cina

Salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia adalah negara China. Banyaknya penduduk di negara ini juga menyebabkan banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, yang mana juga banyak mengeluarkan karbon monoksida. CO atau karbon monoksida adalah suatu jenis gas yang berbahaya bagi saluran pernafasan manusia khususnya pada organ tubuh paru-paru. China sekarang ini juga dikenal dunia sebagai salah satu negara yang kadar kebersihan udaranya sangat rendah, yang diakibatkan polusi kendaraan bermotor dan asap pabrik yang terlalu berlebihan di negara itu. Mungkin kalian juga pernah mendengar tentang udara pegunungan yang sampai dijual per kantong plastik untuk menghirup udara yang dirasa benar-benar bersih.

polusi_di_cina_1

Dan baru-baru ini China sedang menjalankan proyek pembangunan bangunan tinggi berisi hutan buatan dengan berbagai tumbuhan alami yang dimaksudkan untuk mengurangi polusi parah di negara itu, dan merupakan yang kesekian kalinya di dunia. Bangunan ini dibangun setelah China memecahkan rekornya untuk konstruksi jembatan kacanya. Hutan ini akan dibuat dengan membuat struktur dengan level bergantian antara bagian hijau atau disebut dengan “green tanks” dan bagian balkon, yang hampir sama dengan bangunan di Milan yang terkenal bangunan hutan vertikal yang tingginya mencapai 650 kaki.

Proyek pembangunan ini dinamakan dengan Nanjing Green Tower. Dua menara hijau akan berdiri kokoh di tengah kota Beijing dengan 1.100 pohon dan 2.500 tanaman gantung. Bagian hijau yang akan dilapisi dengan area seluas 6.000 meter persegi diharapkan untuk menyerap 25 ton gas karbon dioksida setiap tahun sembari menghasilkan 130 pound atau 60 kilogram oksigen setiap harinya. Puncak dari kedua menara ini akan dibangun sebuah kantor minimalis pada ketinggian 35 lantai. Di tempat lain di dalam bangunan ini akan dibangun sebuah museum yang dinamai dengan “a green architecture school” dan sebuah lantai pribadi yang dilengkapi dengan bar. Dan di menara yang lebih kecil, akan dibngun sebuah hotel bernam Hyatt hotel dengan 247 kamar dan dilengkapi dengan lantai puncak dan juga kolam renang.

polusi_di_cina_2

Sebuah podum dibawahnya juga akan disediakan beberap toko, food court, restoran, ruang pertunjukkan, dan ruang pertemuan. Bangunan hutan vertikal atau disebut “Vertical Forest” ini direncanakan akan rampung pada tahun 2018. Arsitek yang merancang bangunan ini adalah arsitek yang merancang bangunan hutan vertikal di Milan, Italy, dan diaerah Lausanne, Swiss. Pimpinan arsitek, Stefano Boeri telah mendesain beberapa bangunan bertema eco-friendly dan green projects di seluruh dunia yang meliputi sebuah “mountain forest hotel” di China dan “urban tree lounge”.

17 Feb 2017

Vertical Garden Membentuk Gedung Hijau di Kota Jakarta

Istilah kata tersebut di atas kini sudah tidak asing lagi untuk warga yang tinggal di kota besar seperti di Kota Jakarta. Untuk menemukan bangunan bangunan hijau kita tidak terlalu kesulitan menemukannya. Baik gedung-gedung pemerintah maupun gedung-gedung swasta atau perkantoran sudah mulai memfungsikan sebagai bangunan hijau yaitu dengan membuat vertical garden atau taman vertikal.

gedung_synthesis
Sumber : Gedung Synthesis Square MT Haryono – Jakarta

Tentunya tidak sedkit biaya yang dianggarakan untuk membuat taman vertikal ini, namun mempunyai multiplier efek yang cukup besar yaitu selain aspek estetika dapat, aspek lingkungan tentunya cukup dapat dirasakan diantaranya akan berdampak mengurangi polusi udara dan menurunakan suhu di dalam gedung. Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan di negera negara maju seperti Singapore misalnya efek vertikal garden ini mampu menurunkan suhu di dalam gedung hingga 20 % dibandingkan dengan tanpa menggunakan vertical garden. Bahkan tanaman ini juga mampu berfungsi sebagai insolasi suara bising dari luar. Tentunya bisa kita hitung berapa penghematan energy yang bisa dinikmati oleh pengguna gedung seperti penggunaan AC dan pemakain energy listrik.

gedung_bca_bogor

Tentunya efek ini berbeda dengan tanaman rambat maupun tanaman cascade (menjuntai) karena tidak sepenuhnya tertanam di dalam struktur dinding sehingga kurang memberikan efek lingkungan terhadap gedung kecuali hanya sebatas unsur estetika dan gedung “ramah lingkungan” , namun jika dengan ditanam dengan vertical gareden baru bisa diperhitungkan efek lingkungannya karena melibatkan jumlah tanaman berjumlah massal yang berperan besar dalam mensuplay oksigen. Jadi fakta ini dapat kita bedakan antara vertical garden dengan konsep tanaman rambat (climber plant) maupun tanaman menjuntai (cascade plant). Kedua jenis tanaman ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menutup fasad bangunan namun vertikal garden ketika selesai ditanam langsung menutup fasad bangunan.

gedung_bca_bogor2

Beberapa gedung bisa kita jumpai seperti gedung di Harmoni, Gedung Kementrian Pendidikan di Jakarta pusat, Apartemen di Senayan, Gedung property di Jakarta selatan, Gedung pusat Training BCA di Bogor, Tower di Jakarta Utara, Super Mall di Bintaro dan beberapa tempat lain tidak begitu sulit kita temukan. Hal ini akan dapat menggugah dan menyadarkan para pemain property di Kota Kota besar untuk berperan aktif dalam rangka menjadikan kota Jakarta yang indah dan ramah lingkungan dan diharapkan menjadi Kota Ekowisata Megapolitan dan memberikan contoh kepada kota kota lain di Indonesia.

Sumber : Gedung Pusat Training BCA Bogor

Jika harapan dan impian Kota hijau itu tercapai akan terwujud Kota metropolitan dan megapolitan yang ramah lingkungan dan indah sehingga program pemerintah dalam membuat Ruang terbuka Hijau akan terwujud dengan mudah.

14 Feb 2017

Penataan Lansekap di Area Semi Teduh

Kegiatan penghijauan yang mengutamakan unsur etetika dan ramah lingkungan tidak terlepas dari bagaimana cara penataan dan penentuan material penyusunnya. Penataan area lansekap yang terdiri dari unsur hardscape dan softscape akan membentuk satu kesatuan yang utuh secara tematis dalam menunjang keberhasilan suatu taman.

Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah penentuan jenis tanaman. Dalam ilmu tanaman beberapa jenis tanaman sesuai kebutuhan terhadap cahaya bagi kelangsungan tumbuhnya di golongkan dari tingkatan tanaman C1 sampai C4, dimana tanaman golongan C1 adalah jenis tanaman yang bisa tetap tumbuh dengan minim cahaya ( 1000 – 2000 lux) dan tanaman C4 adalah tanaman yang dapat tumbuh maksimal dengan memmbuthkan cahaya penuh ( diaatas 4000 lux).

Fakta di lapangan terutama di kota kota besar diakui sangat jarang sekali diperoleh lahan yang benar benar terbuka yang dikarenakan pesatnya pembangunan infra struktur dan propoerti property bangunan yang menjulang tinggi. Disamping lahan terbuka yang memang makin terbatas, jika masih ada pun hanyalah tinggal pohon pohon tua dan tinggi yg sengaja tumbuh hidup di daerah itu yg umurnya sudah puluhan tahun. Yang terjadi adalah cukup terlihat dimana mana terdapat lahan kosong dibawah pohon pohon tinggi tersebut maupun lahan yang telah terjepit dan berada diantara gedung gedung yang tinggi baik perkantoran, apartemen, gedung serbaguna dll. Lahan lahan kosong itu dirasa sangat mengganggu seolah tidak terpelihara dan beberapa upaya rupanya telah dilakukan penanaman namun tidak berumur lama dan mati sehingga yang terlihat hanyalah celah lahan lahan yang kosong yang kurang enak dipandang mata.

hardscape-01

Perlunya pengetahuan akan ilmu tanaman dan arsitektur lansekap sangat diperlukan untuk menata di area area seperti kondisi ini yang jumlahnya cukup banyak di kota kota besar. Disatu sisi Ruang Terbuka Hijau bisa terwujud dan disisi lain keindahan dan ramah lingkungan pun tercapai tujuannya walaupun berada di area teduh/semi teduh.

Biasanya untuk area yang tidak memungkinkan ditanam rumput mengingat rumput membuutuhkan pencahayaan penuh biasa ditanami dengan jenis tanaman dracaena, calatea, sirih sirih an dan philodendron, sedangkan hardmaterial unt area yang tidak terkena sinar matahari disusun dengan komponen batu batuan berupa stepping maupun penataan koral . Kombinasi tanaman dan hardscape batu maupun koral ini sebagai penyusun lansekap akan menghadirkan suasana yang tidak kalah asrinya dengan taman taman tropis di area yang terbuka. Khusus untuk area yang cukup besar bisa ditambahkan area playground yang dilengkapi dengan fasilitas jogging track sebagai komponen hardscape baik dari batu stepping maupun paving blok. Jadi di area yang teduh pun yang terhimpit diantara gedung gedung tinggi masih dapat kita jumpai taman taman asri dan indah yang bisa dinikmati keindahannya.

taman_teduh

Aplikasi ini juga bisa dikerjakan untuk area-area kecil di ruang tengah maupun bagian rumah yang dapat dinikmati dari living room, yaitu dengan penataan tanaman teduh seperti jenis bromelia, calatrea, philodendron ditambah material koral koral, batu taman maupun pasir putih sebagai komponen penyusun taman. Umumnya jenis taman semi teduh adalah taman yang tergolong low maintenance artinya tidak membutuhkan perawatan ekstra dan tidak terlalu memerlukan air untuk penyiramannya. Frekuensi kebutuhan air lebih mempunyai rentang waktu yang lebih lama daripada taman tropis yang mutlak membutuhkan penyiraman setiap harinya.

Jadi mulai saat ini tunggu apa lagi… Manfaatkan sisa sisa halaman belakang , ruang tengah yang minim cahaya maupun area di celah celah bagunan tinggi maupun di bawah pohon pohon besar untuk dibuat lansekap bertema taman teduh yang low maintenance.

08 Feb 2017

SERIAL PEMELIHARAAN VERTICAL GARDEN (1)

RENOVASI DAN PERBAIKAN TAMAN VERTIKAL

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir perkembangan bisnis Vertical Garden semakin berkibar khususnya di kota-kota besar. Hal ini mulai terlihat beberapa gedung di tepi jalan utama maupun di wilayah fasilitas umum dipasang vertical garden.
Belum lagi ditambah instansi instansi di sekitar jalan raya dan perhotelah yang marak ditanam vertikal garden. Suasana tersebut tentunya menambah semaraknya kota yang semula terkesan panas akibat padatnya lalu lintas kendaraan bermotor menjadi terkesan ramah lingkungan dan di harapkan akan berdampak juga mengatasi polusi udara yang menjadi salah satu problem di perkotaan.

Seperti kata pepatah membangun lebih mudah dari pada memelihara, semboyan itu ternyata berlaku juga untuk pembuatan vertikal garden. Banyak bangunan-bangunan yang semula menggunakan vertikal garden baik gedung-gedung perkantoran sampai dinding dinding rumah pribadi maupun area umum . Semula vercikal garden tampak indah dipandang mata namun ternyata tidak sampai 1 tahun bahkan ketika sdh melewati waktu lebih dari 1 tahun tidak sedikit kita jumpai vertikal garden itu menjadi kering bahkan sudah tidak terawat atau pun dibiarkan tumbuh liar begitu saja.

taman_vertikal_raffles_hills_1

Banyak faktor yang menyebabkan vertical garden mengalami kondisi seperti ini baik menyangkut pemilik maupun penyedia jasa vertical garden itu sendiri. Kurangnya perhatian penyedia jasa taman vertikal kepada para pengguna jasa ini salah satu penyebab faktor rentannya kerusakan vertical garden.

Bisnis yang hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa mengedepankan perhatian kepada pengguna jasa tersebut menimbulkan efek negatif yang berdampak pada kelangsungan hidup taman vertikal. Terkadang penyedia jasa hanya jual putus atau tidak mau lagi memfollow-up perkembangan pertumbuhan vertical garden seolah-olah bahwa vertical garden tersebut adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik setelah melewati masa retensi. Padahal sebagian besar konsumen adalah awam untuk memelihara vertical garden.

Melihat kondisi dan fakta-fakta tersebut diatas kami sebagai salah satu penyedia jasa perintis taman vertikal mempunyai bagian khusus yang melayani perbaikan-perbaikan maupun redesain (mendesain kembali) taman vertikal yang telah ada agar kembali tumbuh dengan normal, misalnya dengan penggantian tanaman, perbaikan system maupun merubah pola desain dengan tanaman tanaman yang low maintenance serta system instalasi irigasi yang lebih sederhana agar konsumen lebih mudah memahami pemeliharaan taman vertikal. Selain itu untuk rawatan rawatan rutin dengan system kartu control juga kami lakukan sehingga jika terjadi troble di sub system taman vertikal cepat dapat diketahui dan langsung ditangani oleh team khusus kami yang bertanggung jawab menangani layanan service rawatan /perbaikan vertical garden.

Adanya layanan khusus ini diharapkan para penggemar taman vertikal yang telah lama maupun baru memasang vertical garden di rumah/kantor/gedung maupun tempat tempat lainnya merasa nyaman dan aman dengan mempercayakan kepada kami untuk merawat vertical garden yang telah dimilikinya sehingga tanaman tetap akan tumbuh subur, dan tetap terjaga keindahannya.

29 Jan 2017

Mengapa Vertical Garden Gagal ?

Seiring dengan berkembangnya bidang pertamanan yang sejalan dengan pesatnya pertumbuhan properti skala nasional, mendorong para pengusaha bidang pertamanan maupun retail tanaman hias berlomba untuk mendapatkan order taman. Berkembangnya landscape yang saat ini menjadi trend yaitu ide taman vertikal atau vertical garden semakin banyak diminati pebisnis taman apalagi bidang ini cukup menjanjikan keuntungan yang significant.

Bahkan konsumen pun bebas memilih untuk menentukan siapa yang sanggup membuat vertical garden dengan kualitas bagus namun harga murah/kompetitif. Adanya peningkatan permintaan tentu akan mempengaruhi harga di pasaran pemain taman. Terkadang demi mengejar keuntungan semata orang yang biasa bahkan masih awam tentang ilmu vertical garden ini pun berani menawarkan harga yang tidak realistis demi mendapatkan orderan.

Misalkan Harga kompetitif di pasaran yang berkisar 1,5 – 1,8 jt /per m2 saat ini banyak yang menawarkan harga 1 juta per m2 tentunya ditambah tawaran tawaran lain yang menarik konsumen. Sebagai konsumen yang kebanykan awan masalah taman vertikal otomatis lebih tertarik dan memilih kepada vendor yang lebih murah tanpa berpikir panjang untuk kelangsungan vertikal garden yang telah dipesannya.

Tentu kita bisa menebak akibatnya bukan….

Baru berjalan 1 tahun saja sdh sering terdengar keluhan dari para klien yang telah memasang vertical garden baik dirumahnya, kantor , gedung, maupun tempat lainnya. Mereka mengklaim tanaman tidak cocok, system tidak pakem, kurang ini dan itu sehingga berita negatif vertical garden lebih mudah tersebar. Hal ini menjadi preseden buruk bagi bidang pertamanan oleh pelaku siapa pun bahwa vertical garden sangat beresiko tinggi dan tidak awet.

Melihat fakta ini ada beberapa hal yang perlu kita cermati karena kenyataan kenyataan yang sering terjadi dilapangan yang dapat menimbulkan kegagalan vertical garden:

  1. Kecerobohan pelaksana lapang dalam membuat setiap tahapan pemasangan vertikal garden mulai dari pemasangan struktur, media, instalasi maupun cara penanaman yang asal cepat jadi.
  2. Kurangnya ilmu yang memadai dan pengalaman yang cukup pihak vendor dalam melakukan bisnis vertikal garden , mulai dari pemilihan jenis tanaman, karakter tanaman , dan pengetahuan tentang system irigasi.
  3. Pelayanan purna jual yang buruk , memandang pekerjaan hanya selesai setelah proyek berakhir tanpa melakukan perawatan dan control yang rutin.
  4. Tidak memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen sehingga mulai dari material dasar sampai tanaman dipilihkan tanaman tanaman yang belum cukup umur maupun material yang paling murah dipasaran hanya untuk memperoleh kelebihan keuntungan materi semata.