We Serve With Hearth…
29 Jan 2017

Mengapa Vertical Garden Gagal ?

Seiring dengan berkembangnya bidang pertamanan yang sejalan dengan pesatnya pertumbuhan properti skala nasional, mendorong para pengusaha bidang pertamanan maupun retail tanaman hias berlomba untuk mendapatkan order taman. Berkembangnya landscape yang saat ini menjadi trend yaitu ide taman vertikal atau vertical garden semakin banyak diminati pebisnis taman apalagi bidang ini cukup menjanjikan keuntungan yang significant.

Bahkan konsumen pun bebas memilih untuk menentukan siapa yang sanggup membuat vertical garden dengan kualitas bagus namun harga murah/kompetitif. Adanya peningkatan permintaan tentu akan mempengaruhi harga di pasaran pemain taman. Terkadang demi mengejar keuntungan semata orang yang biasa bahkan masih awam tentang ilmu vertical garden ini pun berani menawarkan harga yang tidak realistis demi mendapatkan orderan.

Misalkan Harga kompetitif di pasaran yang berkisar 1,5 – 1,8 jt /per m2 saat ini banyak yang menawarkan harga 1 juta per m2 tentunya ditambah tawaran tawaran lain yang menarik konsumen. Sebagai konsumen yang kebanykan awan masalah taman vertikal otomatis lebih tertarik dan memilih kepada vendor yang lebih murah tanpa berpikir panjang untuk kelangsungan vertikal garden yang telah dipesannya.

Tentu kita bisa menebak akibatnya bukan….

Baru berjalan 1 tahun saja sdh sering terdengar keluhan dari para klien yang telah memasang vertical garden baik dirumahnya, kantor , gedung, maupun tempat lainnya. Mereka mengklaim tanaman tidak cocok, system tidak pakem, kurang ini dan itu sehingga berita negatif vertical garden lebih mudah tersebar. Hal ini menjadi preseden buruk bagi bidang pertamanan oleh pelaku siapa pun bahwa vertical garden sangat beresiko tinggi dan tidak awet.

Melihat fakta ini ada beberapa hal yang perlu kita cermati karena kenyataan kenyataan yang sering terjadi dilapangan yang dapat menimbulkan kegagalan vertical garden:

  1. Kecerobohan pelaksana lapang dalam membuat setiap tahapan pemasangan vertikal garden mulai dari pemasangan struktur, media, instalasi maupun cara penanaman yang asal cepat jadi.
  2. Kurangnya ilmu yang memadai dan pengalaman yang cukup pihak vendor dalam melakukan bisnis vertikal garden , mulai dari pemilihan jenis tanaman, karakter tanaman , dan pengetahuan tentang system irigasi.
  3. Pelayanan purna jual yang buruk , memandang pekerjaan hanya selesai setelah proyek berakhir tanpa melakukan perawatan dan control yang rutin.
  4. Tidak memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen sehingga mulai dari material dasar sampai tanaman dipilihkan tanaman tanaman yang belum cukup umur maupun material yang paling murah dipasaran hanya untuk memperoleh kelebihan keuntungan materi semata.
27 Jan 2017

Cara Menghitung RAB Pembuatan Taman (Landscape)

Rumah yang bagus harus ditunjang oleh sarana yang lengkap, agar rumah senantiasa segar serta terjalin penyesuaian yang selaras antara sarana dengan bangunan sangat diperlukan, salah satu sarana yang penting dan wajib dihadirkan disekitar rumah adalah taman, karena taman bisa mempercantik tampilan rumah.
Saat ini sudah banyak para pemilik rumah yang mulai menyadari akan pentingnya sarana taman. selain dapat memperindah bangunan, rumahpun lebih terkesan mewah dan asri. Komponen yang digunakan pada saat membuat taman dapat memframe rumah agar lebih terkesan asri, indah dan elegan. Nilai-nilai estetika tamanpun dapat meningkatkan citra bisnis maupun gaya hidup, tapi yang paling penting dengan adanya taman ruang hidup lebih terasa asri dan ramah lingkungan.

rab_landscape
rab_landscape

Tapi ada beberapa masalah yang sampai kini belum terpecahkan oleh pemilik rumah ataupun jasa pertamanan adalah berapa anggaran yang harus disediakan oleh owner belum jelas! malah sebagian pemilik rumah berasumsi harga taman itu mahal.
Coba kalau kita menyamakan taman dengan properti, pastinya taman akan di asumsikan sebagai kebutuhan. Masalahnya kebanyakan taman dibuat dengan anggaran yang pas-pasan tapi dengan ekspektasi setinggi langit, dampaknya taman dirasa mahal…. mahal sekali !!!
Mari kita berfikir rasional, tidak mungkin juga kalau taman dibuat dengan komponen seadanya kalau ekspetasinya tinggi.
Bahkan masalahnya pun tidak selesai sampai disana, meskipun anggaran telah disiapkan seringkali para pemilik rumah bingung dan mengeluhkan harga. Pasalnya kebanyakan asumsi orang menilai harga taman berpatokan pada ukuran meter persegi, yang asumsi awalnya adalah dari harga permeter persegi rumput
Hal ini juga merupakan bagian dari kesalahan vendor taman yang membuat harga tidak memiliki patokan, ada yang bilang 100 ribu, 200 ribu, 300 ribu, 1 juta 2 juta sampai dengan 10 juta ! mana sih yang bener ? kalau kejadiannya seperti itu terus dijamin harga taman sampai kapanpun tidak bakalan ada patokan.
Nah, disini loh masalah nya !
Ketika si pemilik rumah menanyakan kepada jasa taman mengenai harga pembuatan taman mereka gk bisa ngasih kepastian. Maksudnya: ekspektasi taman yang dibuat mau diarahkan ke konsep apa? Karena semakin bagus komponen yang digunakan maka semakin bagus juga taman yang dibuat.
Yang perlu diketahui taman merupakan isi dari sejumlah komponen dan elemen yang digabungkan menjadi pola. Pola tersebut dinamakan konsep yang mana konsep taman mengarah kepada penyelarasan bangunan dan taman.
Itu loh yang dimaksud.
Sehingga harga taman bukan berpatok kepada ukuran meter persegi, melainkan berpatok kepada komponen dan elemen yang akan digunakan. Intinya semakin bagus komponen yang digunakan maka semakin bagus juga taman akan tercipta.
• lalu pertanyaannya elemen dan komponen apa saja yang diperlukan untuk taman ?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kami akan sedikit memperkenalkan profesi yang kami geluti agar jangan sampai anda sebagai pembaca berfikir bahwa tulisan ini ngawur.
Kami adalah salah satu dari sekian banyak jasa taman yang berasal dari Jakarta , yang memulai berkarir dari kuliah di IPB smester akhir masih menangani proyek pembuatan taman di beberapa daerah. Dari pengalaman tersebut akan kami jadikan acuan, mengapa harga taman bukan berpatok kepada ukuran meter persegi melainkan kepada komponen dan elemen taman yang digunakan.
• elemen taman terdiri dari: tanah, udara, air dan cahaya
• komponen taman terdiri dari: softscape, hardscape dan artscape
Bingung yaa ?…..
Iya makanya jangan bilang kalau taman itu eggak ada dasar ilmunya, karena profesi apapun yang digeluti pasti ada dasar ilmu yang dijadikan acuan.
Oke, kami akan mengesampingkan masalah komponen dan elemen taman, karena materi admin ini akan lebih berfokus kepada harga taman. Yang paling penting pada materi yang akan disampaikan mengenai harga taman sangat mengacu kepada komponen softscape
apa yang dimaksud dengan komponen softscape ?
komponen softscape merupakan komponen lunak atau semacam komponen utama yang wajib digunakan ketika membuat taman. “garis besarnya adalah tanaman. Adapun komponen softscape tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. komponen softscape tanaman hias ground cover
2. komponen softscpe tanaman hias perdu
3. komponen softscape pohon penduh
karena harga taman sangat mengacu kepada komponen softscape, maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai tiap-tiap komponen softscape yang akan digunakan
Agar lebih mempermudah menentukan harga taman maka admin akan memberikan contoh kebutuhan komponen softscape dengan luas taman 50 meter persegi.
Terlebih dahulu admin akan menguraikan kebutuhan dan harga tanaman ground cover
1. harga tanaman hias ground cover
Harga tanaman hias ground cover yang sering digunakan untuk komponen taman yang banyak dijual dipasaran mulai dari harga Rp. 5000 s/d Rp. 50.000.
Perlu diketahui, komponen taman yang berkategori ground cover dan yang akan digunakan untuk membuat taman dengan ukuran luas 50m2, bukan hanya menggunakan 1 jenis
Rata-rata jenis tanaman ground cover yang digunakan untuk taman dengan luas 50m2 antara 5 s/d 10 varian.
2. tanaman hias perdu
harga tanaman hias perdu yang biasa digunakan untuk pembuatan taman yang berukuran minimal 50 m2 berkisar antara Rp.50.000 s/d Rp. 1.000.000.
Perlu difahami juga, komponen taman softscape yang berkategori perdu bukan hanya menggunakan 1 jenis melainkan 3 sampai dengan 4 jenis untuk ukuran taman minimal 50m2.
3. pohon peneduh
Pohon peneduh yang biasa digunakan untuk pembuatan taman dengan minimal luas 50m2 menggunakan 3 pohon yang jenisnya bisa sama ataupun berbeda tergantung selera, harga pohon peneduh yang akan digunakan untuk pembuatan taman dengan minimal luas 50m2 berkisar antara Rp. 1.000.000 s/d Rp. 25.000.000.
Nah, sedikit demi sedikit mulai terbuka, mengapa jasa taman bingung menentukan harga pembuatan taman, karena harga komponen yang digunakan pada tiap-tiap jenisnya berbeda.
Agar anda tidak bingung maka admin akan memberikan gambaran harga pembelian komponen softscape dengan harga terendah.
Ingat ini adalah harga patokan pembelian komponen jangan sampai anda berfikir komponen yang dibeli sudah plus jasa pasang.
Setelah bahasan mengenai harga komponen maka kami akan menguraikan jumlah kebutuhan komponen softscape yang akan digunakan untuk taman yang luasnya 50m2.
Jumlah komponen softscape yang akan digunakan berpatok kepada ukuran diameter komponen yang dijual dipasaran ?
Parlu kami luruskan bahwa tidak jarang keinginan membuat taman dengan niat berhemat menjadi jebakan, pasalnya komponen softscape sudah menjadi industri massal yang mana ada ketetapan ukuran diameter yang telah diberlakukan yang berpatok kepada ukuran polybag
1. diameter tanaman ground cover berkisar antara 13 s/d 19 mm
2. diameter tanaman perdu berkisar antara 25 s/d 40 mm
3. diameter pohon berkisar antara 80 s/d 120 mm
Lalu pertanyaannya bagaimana menentukan jumlah komponen softscape yang akan digunakan ?
Disini kami juga akan menjelaskan rumusan penggunakan komponen softscape ?
pada halaman sebelumnya “konsep taman minimalis” mengunakan rumusan 50% dari total area, sedangkan selain taman minimalis menggunakan rumusan 30% dari total area, maksudnya 50% ataupun 30 % tersebut merupakan angka yang akan diisi oleh komponen softscape tadi. Sebagai contoh. (50m2 : 30% = 15m2), 15m2 tersebut adalah jumlah area yang akan diisi oleh komponen softscape, namun dari ukuran 15 m2 yang telah ditentukan tadi harus di pecah untuk masing-masing kebutuhan komponen softscape (tanaman ground cover, perdu dan pohon peduh).
Pertanyaannya bagaimana cara menghitung kebutuhan pada tiap-tiap komponen softscape ?
Agar anda tidak nambah dipusinging dengan angka-angka maka admin akan langsung menjelaskan kebutuhan komponen pada tiap kategorinya.
Dari 15 m2 akan kita pecah menjadi 3 bagian. Yaitu:
a. 8 m2 untuk kategori tanaman ground cover
b. 4 m2 untuk kategori tanaman perdu
c. 3 meter untuk kategori pohon peneduh
Jangan dulu bertanya kenapa pada masing-masing kategori ukuran m2 berbeda ? tapi kalau anda penasaran kami akan sedikit menjelaskan mengapa kategori tanaman ground cover lebih mendominasi ? Alasan mengapa tanaman ground cover lebih mendominasi adalah akan dijadikannya tanaman ground cover sebagai border taman. yang mana border taman sangat berguna untuk menciptakan nuansa ataupun menciptakan degradasi pandangan.
Mari kita hitung jumlah kebutuhannya.
A. 8 m2 : ukuran diameter tanaman ground cover yang banyak dijual dipasaran Dm 0,13=
• 1m2 : 0.13 = 57,76 x 8m2= 462.08
angka 462.08 tersebut merupakan jumlah tanaman ground cover yang akan digunakan. namun kita perlu menggenapnya agar tidak pusing. yang seharusnya 462.08 dirubah menjadi 462
setelah jumlah kebutuhan didapatkan maka kita perlu mengkalikan dengan harga pembelian. yakni 462 X pembelian terendah Rp. 4.500= Rp. 2.079.000
dengan kata lain jumlah tanaman yang harus disediakan dengan luas 50 m2 adalah 462 dengan harga pembelian keseluruhan tanaman ground cover adalah Rp. 2.079.000
B. 4 m2 : ukuran diameter tanaman perdu banyak dijual dipasaran Dm 0,25=
• 1m2 X 0.25 = 16 x 4 = 64 (tanaman perdu)
angka 64 tersebut merupakan jumlah tanaman perdu yang akan digunakan yang perlu dikalikan dengan harga pembelian (64 X pembelian terendah Rp. 50.000 = 3.200.000)
C. 3 m2 : ukuran diameter pohon peneduh yang banyak dijual dipasaran Dm 100 cm =
• 1m2 X 100 = 1 x 3 = 3 (pohon)
angka 3 tersebut merupakan jumlah pohon yang akan digunakan yang perlu dikalikan dengan harga pembelian (3 X pembelian terendah Rp. 1000.000 = 3.000.000)
“bila dijumlahkan total pembelanjaan komponen softscape untuk taman yang berukuran luas 50m2 adalah Rp. 8.279.000 dengan jumlah komponen softscape 529
setelah angka didapatkan maka kita akan menghitung berapa jatuhnya pembelanjaan komponen per m2 dengan luas 50m2
total belanja Rp. 8.279.000 : 50m2 = Rp.165.580
harga komponen per 1 m2 dengan luas 50m2 adalah. Rp. 165. 580
Pertanyaannya. Apakah harga pembelian komponen tersebut sudah termasuk rumput ?
Jawab: harga pembelanjaan tersebut belum termasuk rumput ? karena materi diatas hanya menjelaskan mengenai pembelanjaan komponen softscape. dari itu untuk melengkapi materi maka admin akan menguraikan juga mengenai kebutuhan rumput. Dibahasan awal kami telah menjelaskan bahwa komponen softscape yang digunakan adalah 30% dari total area. dengan kata lain rumput yang akan digunakan adalah kebalikan dari angka 30% dari total area 100%.
70% merupakan angka area yang harus di sediakan untuk rumput?
50 m2 : 70% = 35 m2. (35 m2 adalah total area yang akan ditanami rumput)
Pertanyaannya: berapa harga rumput per m2 ?
Sebenarnya harga rumput permeter persegi dijual dengan harga yang bervariasi. ada yang menjual 25 rb, 30rb, sampai dengan 50m2 per 1 m2 tergantung dimana anda membeli rumput tersebut. tapi harga rumput tersebut belum termasuk ongkos kirim dan jasa pemasangan. Nah untuk mempermudah mengkalkulasikan harga taman maka admin akan mengambil harga jual rumput terendah.
Harga rumput per m2 Rp. 25.000 X 35m2 = Rp. 875.000.
Setelah mengetahui pembelian rumput maka kita akan menjumlahkan harga pembelian rumput dengan harga pembelanjaan komponen softscape. Harga pembelian rumput untuk luas 50 m2 adalah Rp. 875.000 + harga pembelanjaan komponen softscape adalah Rp. 8.279.000 = total anggaran yang harus disediakan untuk belanja komponen dan rumput adalah Rp. 9.154.000.
• biaya yang harus di sediakan untuk belanja komponen dan rumput adalah. Rp. 9.154.000
Agar kita mengetahui berapa harga komponen taman dan rumput per 1m2nya dengan luas 50m2 maka kita akan membagikan angka yang telah didapat dengan jumlah luas area.
Belanja komponen dan rumput Rp. 9.154.000 : luas taman 50m2= 183.080 per 1m2
Intinya luas taman 50m2 memerlukan biaya 183,080 per 1 m2
Demikianlah uraian mengenai rincian biaya pembuatan taman taman.

26 Jan 2017

Vertical Garden dan Roof Garden Menjadi Idola PemProv dalam Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau

Mewujudkan Ruang terBuka Hijau sebesar 30 % sesuai peraturan tata ruang perkotaan kini bukan hal yang mustahil. Sebagai contoh DKI Jakarta saat ini hanya mempunyai kisaran 9,8 % area RTH masih mempunyai harapan optimis untuk mewujudkan impian dan mengejar angka 30 % dalam rangka memberikan ruang udara terbuka dan menambah supplay oksigen bagi lingkungannya.

Yang tidak kalah penting adalah banjir yang selalu menghantui warga Ibu kota akibat sempitnya kota ini akan alokasi daerah resapan air. Kurangnya daerah resapan air mengakibatkan air hujan terjadi run off dan akan langsung diteruskan ke daerah rendah di sekitarnya. Ini yang setiap tahun menjadi langganan warga ibukota bahkan puncaknya menjadi langganan setiap 5 tahunan.

Bagaimana mengatasi hal ini? hutan hutan beton yang memenuhi ruangan lahan ibu kota apakah mampu mengendalikan dan mencegah bahaya banjir? Apakah dinding beton yang ditumbuhi ACP-ACP bahkan kaca-kaca akan mampu mengurangi emisi carbon atau bahkan sebaliknya?

Ada cara yang jitu namun terkadang dianggap sepele oleh kebanyakn warga karena adanya pola dan gaya hidup yang diikuti oleh berbagai aktivitas dan kesibukan setiap harinya. Adalah Kegiatan Penanaman maupun penghijauan? Kalau sudah sempit lahanyya dimana lagi kita harus melakukan penanaman, berapa besar biaya untuk membebaskan lahan untuk kegiatan ini?

Adanya kemajuan teknologi di bidang Pertanian saat ini sangat berjasa dalam usaha memberikan solusi yang significant mengatasi problem lingkungan di perkotaan. Aktivitas penghijauan tidak lagi memerlukan lahan dan tanah, bahkan saat ini penghijauan dapat dilakukan di dinding dinding beton bahkan atap bangunan. Teknologi itu adalah Vertical garden dan Roof garden. Dengan teknologi aeroponik dan hidroponik kegiatan ini mampu mengatasi masalah ini . Sistem budidaya dan teknologi pengairan yang hemat energy dan ramah lingkungan sangat berperan dalam mengatasi problem lingkungan di kota besar.

Inilah manfaat vertical garden maupun roof garden:
1. Mempu mensuplay pasokan Oksigen
2. Meredam suara bangunan di dalamnya
3. Menahan air hijan
4. Menahan laju run off air ke daratan
5. Mengurangi ancaman bahaya banjir
6. Menambah nilai property
7. Ramah lingkungan
8. Menambah keindahan/estetika dan kenyaman bangunan

Mari kita impikan dan cita-citakan untuk mewujudkan RTH kota Jakarta dengan waktu singkat mencapai 30 % bahkan lebih, menjadi kota bernuansa hijau dan ramah lingkungan.

20 Jan 2017

Green Fasade Vertical Garden

Lokasi: Kantor Kementrian Pendididkan Jakarta Pusat

vg-kementrian-pendidikan
vg-kementrian-pendidikan

Taman vertikal bertema green tropical fasade ini dibangun untuk menambah area terbuka hijau di lingkungan perkantoran Kementrian pendididkan Jakarta Pusat yang masih dirasa kurang dan untuk menambah susana nyaman dan asri dilingkungan gedung. Fasade gedung yang terdiri dari alluminium ACP direnonovasi dan diganti menjadi vertikal garden pada sisi sisi yang cukup cahaya matahari dan area depan fasade bangunan sehingga menambah nilai estetika gedung. Disamping menambah kenyaman lingkungan juga berfungsi mengurangi udara panas di dalam gedung dan menambah pasokan oksigen bagi lingkungan di sekitarnya.

17 Jan 2017

Container Park Modern Tropical Garden

Lokasi : Kabupaten Boyolali

SUASANA GATE PARK
SUASANA GATE PARK

Konsep western garden diangkat untuk mengenalkan ekowisata di kabupaten Banyuwangi di area 3,7 hektar yang terdiri dari area bermain, open halls concert water boom yang dikelilingi oleh tema landscaping yang terdiri dari beberapa zona arboretum engineering jungle, fruits plants zone, palm zone, vertical garden yang telah di plot pada titik area sehingga akan menambah kenyaman dan kesemarakan suasana area ekowisata terhadap pengunjung.

Konsep bangunan green vertikal garden untuk menunjang tema modern/western garden.

Struktur bangunan yang disusun dengan container yang dibuat Green struktur akan menambah ciri khan green ekowisata sebagai percontohan/workshop dikabupaten Boyolali.

16 Jan 2017

10 Prinsip Pemeliharaan Vertikal Garden

Kunci keberhasilan vertical garden adalah masalah pemeliharaan. Hal hal pokok yang perlu diperhatikan dalam menjaga dan memelihara vertical garden adalah :
1. Mempunyai Rasa memiliki
2. Memiliki rasa kepedulian /konsen terhadap tanaman dan peduli lingkungan
3. Pengetahuan tentang vertical garden
4. Kontrol /checking kondisi pertumbuhan dan system vertical garden

PRINSIP – PRINSIP PEMELIHARAAN SISTEM VERTIKAL GARDEN

1.MEMASTIKAN TERJAGANYA PASOKAN AIR SECARA KONTINYU
Air merupakan kebutuhan vital untuk pertumbuhan tanaman. Tanpa pasokan air maka tanaman akan layu dan mati. Vertikal garden yang ditanam tanpa tanah dan hidup di media geotektilee mutlak harus mendapat siraman air. Tanpa adanya pasokan air dalam waktu 8 jam, maka tanaman vertical garden akan layu dan tidak akan bertahan (kering). Sehingga hal yang pertama harus diperhatikan adalah terjaminnya pasokan air yang masuk dalkam torn air. Saat dilakukan control kondisi thorn air tidak boleh kering (torn air harus selalu tersedia stok air).taman_vertikal_padang_2

2.MEMASTIKAN SISTEM PANEL TERSUPLAY LISTRIK DARI  PUSAT
Mengingat system penyiraman vertical garden adalah system otomatis maka tersedianya/ tersuplaynya  power ke system panel Vg harus selalu tersuplay selama 24 jam. Power listrik digunakan untuk menggerakkan timer dan pompa air yang telah diatur/setting secara otomatis. Sistem penyiraman diatur 4 kali sehari yaitu pukul 07.00 , 10.00, 13.00 dan 16.00 selama 5 – 7 menit sekali siram. Penyiraman tidak perlu terlalu lama karena hanya akan membuang air dan tidak efektif. Hal penting adalah cukup air membasahi media geotek dan jika telah jenuh media basah air akan menetes ke talang drainase berarti air telah merata membahsahi media. Indikator listrik tersuplay bisa di cek dengan adanya lampu indicator di box panel VG.

3.KONTROL MEDIA GEOTEKTILE
Cara pengontrolan sederhana untuk melihat pertumbuhan tanaman adalah dengan memegang/menyentuh media geotekstile. Jika media lembab/basah maka kondisi penyiraman normal, dan jika kering sebagian maka dimungkiunkan ada instalasi yang tersumbat dari nozzle dan apabila rata maka system penyiraman toidak jalan, maka harus dicek lagi air di torn atau indicator lampu di box panel VG.

4.KONTROL SISTEM SELANG NOZZLE
Untuk pemeliharaan system irigasi terkadang beberapa endapan  atau pasir dari sumber air  ikut masuk dalam pipa irigasi , yang dalam waktu yang singkat akan menyumbat nozzle. Untuk itu perlu dilakukan control nozzle di pipa irigasi untuk dibersihkan dari endapan endapan yang dapat menyumbat keluar air. Kegiatan ini dapat dilakukan 1-2 kali sebulan agar saluran irigasi tetap bersih

5.BERSIHKAN FILTER PENYARINGAN
Filter yang dipasang dalam system irigasi terkadang kotor karena menyaring pasir/endapan air. Hal ini perlu dibersihkan dan disikat kisi kisi di dalamnya agar tidak menyumbat air yang lewat di filter sehingga tidak menyumbat penyiraman vertical garden. Pembersihan filter dilakukan 1 bulan sekali.

6.KONTROL SISTEM TIMER
Timer yang diletakkan dalam box panel perlu dikontrol system digital angkanya. Apabila angka di timer menunjukkan waktu/jam yang berlaku saat itu maka system timer berjalan normal namun apabila error perlu segera penanganan untuk segera diperbaiki lagi atau di setting ulang. Namun apabila di timer mati maka perlu di  cek  kemungkina  tidak ada power yang masuk. Pengecekan Timer perlu dilakukan pengontrolan tiap hari agar apabila terjadi troble segera dapat ditangani.

7.PEMBERSIHAN DAN PEMBUANGAN DAUN DAUN KERING
Tanaman Vertikal garden dalam proses pertuimbuhanya terkadang terdapat daun daun tua yang kering. Sebelum tumbuh daun yang baru. Agar pertumbuhan normal maka diperlukan pembersihan dan pembuangan daun kering agar tetap bersih dan tanaman tumbuh dengan normal. Pembersihan tanaman tanaman kering dilakukan 2 minggu sekali.

8.PEMANGKASAN
Beberapa tanaman vertical garden mempunyai tipe pertumbuhan yang berbeda beda, ada yang cepat dan lambat. Hal ini dimaksudkan agar vertical garden tumbuh variasi ada yang tebal dan tipis sehingga terbentuk taman vertical yang variatif bentukannya. Untuk tanaman yang terlalu cepat tumbuh diperlukan pemangkasan ujung daun agar pertumbuhan terkendali. Pemangkasan khusus tanaman yang cepat tumbuh daunnya dapat dilakukan 2 bulan sekali .sedangkan yang agak lambat cukup 4 bulan sekali.

9.PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Untuk mencegah pertumbuhan hama penyakit perlu dilakukan pembersihan daun daun kering agar tidak terdapat tanaman sisa yang tumbuh yang menyebabkan dihinggapi penyakit. Apabila tanaman tetap normal pertumbuhannya tidak perlu dilakukan penyemprotan, namun saat control jika terjadi serangan penyakit/hama perlu dilakukan penyemprotan  1 bulan sekali dengan obat hama penyakit. Namun penyemprotan tidak mjutlak diperlukan apabila vg terpelihara dengan baik dan lingkungan di sekitarnya bersih.

10.PEMUPUKAN
Untuk membantu pertumbuhan vertikla garden supaya subur maka diperlukan pemupukan yaitu melalui tangka air yang akan disdistribusikan secara otomatis bersamaan dengan penyiraman.

Pemupukan dilakukan 7 hari sekali dengan menggunakan pupuk supllemen Gromore dengan dosis  100 gram/1000 literair atau 10 sendok makan pupuk dilarutkan dalam 1000 liter tangka air sekali pemupukan.
Namun setelah 3 bulan frekuensi penyiraman dapat dikurangi 2 minggu sekali dengan takaran yang sama. Untuk awal pertumbuhan juga diperlukan pupuk EM 4 untuk menumbuhkan bakteri di media tanam agar mampu mensuplay nutrisi ke akar tanaman yang tumbuh pada media geotekstile.