We Serve With Hearth…
14 Feb 2018

BISNIS VERTICAL GARDEN ANTARA ILMU, SENI DAN TEKNOLOGI

Membahas bisnis vertikal garden, saat ini sudah tidak terdengar asing lagi dan aneh dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Hampir setiap pelaku bisnis terutama yang berkutat pada bidang pertamanan maupun berjualan tanaman hias pun ikut berpartisipasi dalam bisnis ini.

Apa ini artinya? ternyata prospek bisnis ini cukup menjanjikan terutama di kota kota besar yang notabene memang mempunyai permasalahan yang besar dalam masalah lingkungan. Isu pemanasan global ditambah dengan tekanan lahan yang semakin besar dengan adanya pesatnya pembangunan property semakin menarik para pelaku usaha untuk berbisnis tanaman khususnya di bidang vertical garden ini.

Namun demikian ternyata untuk menekuni bisnis ini butuh bekal ilmu yang terintegrasi agar bisnis ini tidak temporary dan sustainable. Bahkan jika bisnis ini bias menjadi branded maka pasti para user akan selalu mencarinya bahkan arsitek dn kontraktor property pun akan selalu membutuhkan bantuan jasa ini.

bisnis vertical garden

Perlu penguatan perpaduan ilmu yaitu Ilmu pertanian, Ilmu seni dan saint , karena jika kurang menguasai ilmu ini tanaman akan mengalami gagal tumbuh dengan optimum di bidang vertical garden. Apalagi system vertical garden ini pada prinsipnya tanaman ditumbuhkan pada media non tanah dan harus disiram secara otomatis secara periodic dan mempunyai nilai seni baik organis maupun simetris sehingga mempunyai nilai jual.

Seseorang mempunyai dan menguasai ilmu tanaman maupun saint tetapi tidak berjiwa seni tentunya akan menghasilkan produk vertical garden hanya sekedar survive saja dan menjadi kurang menarik untuk dijual ke konsumen. Beda halnya jika menguasai dan selalu bereksperimen dalam penerapan tanaman di bidang vertical misalnya berdasarkan sifat dan karakter, kebutuhan cahaya, nutrisi masing masing komoditi tanaman tentunya akan menghasilkan karya seni yang hidup dan bernilai jual yang tinggi. Inilah yang akan menghasilkan produk yang branded dan selalu dicari para pecinta seni dan lingkungan untuk memasang vertical garden baik di rumah, kantor maupun gedung gedung komersial sehingga tampak asri, green dan ramah lingkungan.

Dari sisi cost sebenarnya memang menjadi bahan pertimbangan dalam penerapnnya di bidang property namun jika eksistensi dan perawatannya di jaga dengan baik akan berdampak positif dan efisien dalam penggunaan energy dalam kurun waktu berikutnya. Penerapan bisnis ini sebenarnya sudah banyak melaui beberapa penelitian para ahli baik di Eropa maupun Asia mengenai dampak dan benefit dari vertical garden baik darin sisi bisnis maupun perbaikan lingkungan terutama di daerah daerah kota besar /kota industri dalam rangka mengurangi efek negative dari masalah polusi udara dan global warning.

Dengan Filosofi memindahkan Hutan ke Kota maka slogan ini akan bernilai jual tinggi dalam membangun bisnis ramah lingkungan yang mendukung sector property yang sedang marak di Kota Kota besar.

Admin ( Januari 2018 )

14 Feb 2018

Keren, Gedung Ini Jadi Taman Vertikal Terbesar di Dunia!

Konsep bagunan hijau terbuka kini telah banyak ditemukan di bangunan-bangunan tinggi. Hal ini menandakan bahwa masyarakat mulai tertarik dengan konsep bercocoktanam vertikal. Dan, sebagai bonusnya adalah tampilan bangunan akan tampak segar dipandang mata dan terlihat lebih hidup dengan hijauan yang terbentang di seluruh bangunan gedung.

taman vertikal terbesar

Salah satu gedung di Bogota, Kolombia, ini bisa menjadi contoh yang mengadopsi konsep ruang terbuka hijau dengan memadukan bangunan tinggi. Bahkan, taman vertikal ini digadang-dagang sebagai yang terbesar di dunia. Bangunan yang diklaim sebagai taman vertikal itu bernama Santalaia.

Gedung tersebut memang benar-benar terlihat tertutup oleh lapisan tanaman yang tampak subur dan hijau. Jumlah tanaman yang menyelimuti bangunan tersebut dikabarkan ada sekitar 85.000 jenis. Sangat menakjubkan bukan?! Dengan tinggi 11 tingkat, terdiri atas 9 tingkat dan dua lantai di bawah tanah menjadikan Santalaia sebagai bangunan tinggi hijau.

Tanaman yang menutupi sisi bangunan itu luasnya diperkirakan mencapai 3.100 meter persegi. Dengan jumlahnya yang banyak, kehadiran taman vertikal terbesar di dunia itu mampu memberikan manfaat yang cukup besar. Menariknya, proses pembuatan gedung hijau ini hanya dilakukan selama satu tahun dan selesai dibuat pada 2017.

Taman vertikal itu disebut-sebut mampu memasok oksigen untuk 3.000 orang lebih sepanjang tahunnya. Selain itu, taman vertikal yang menempel di gedung itu mampu menyaring 2.000 ton gas berbahaya dan menjaring 881 pon debu. Paisajismo Urbano’s Colombia merupakan pihak di balik rancangan dan pembangunan taman vertikal terbesar di dunia itu. Pihaknya membangun gedung lengkap dengan segudang tanaman itu menggunakan sistem yang inovatif dan diharapkan dapat dicontoh dan taman vertikal di bagunan gedung dapat bertambah sehingga pemanasan global dapat berkurang.