November 2019

Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat sebagian orang khususnya di kota – kota besar berupaya mencari alternatif untuk tetap dapat menikmati udara segar di lingkungan tinggalnya. Ada yang menambah lubang ventilasi rumah, membuat mini water fall , bahkan sampai membuat taman yang memang sangat minim kebutuhan air. Karena dirasa air juga menjadi masalah ketika musim kemarau tiba.

Di saat pikiran terasa galau karena pekerjaan yang menumpuk dan tubuh terasa lemas karena kurang asupan oksigen, yang kamu butuhkan adalah sebuah taman. Di taman ini kamu bisa bersantai dan menghirup udara berkualitas yang bebas polusi. Pastinya akan lebih menyenangkan kalau punya taman sendiri di rumah.Tidak perlu besar, taman kecil depan rumah saja sudah cukup.

Menata taman kecil depan rumah memang butuh kreativitas supaya terlihat cantik dan penataan yang tepat supaya tidak terasa sempit. Agar kamu mendapatkan bayangan, coba lihat beberapa ide model taman kecil depan rumah berikut ini!

1. Taman kecil depan rumah ala Padang pasir (gurun)

Apakah kamu tahu tanaman yang identik dengan padang gurun? Bisa Kaktus maupun tanaman sukulen ! Tapi yang dimaksud bukanlah kaktus berukuran besar penuh duri, melainkan kaktus mini yang cantik dengan berbagai macam jenis dan bentuk. Kalau mau terlihat indah, pilihlah kaktus yang berwarna cerah.
Tanamlah kaktus-kaktus mini ini langsung pada satu sudut taman kecil depan rumah tanpa pot. Taburkan bebatuan di sekitarnya untuk menambahkan kesan “kering”, bisa juga menggunakan pasir Bangka, zeolite bahkan jenis koral koral mini dan kecil kecil sebagai media tumbuhnya. Penyiraman cukup dilakukan 7 hari sekali dan tidak perlu terlalu basah karena berakibat akar atau daun busuk. Yang penting udara hawa panas mendukiung di lingkungannya walaupun cahaya cukup dari pantulan dari fiber maupun dari luar yang tidak secara langsung.
Bagian taman kecil depan rumah sisanya bisa kamu pasangkan batu pijak atau paving block yang celah-celahnya diisi dengan rumput maupun Batu Kuning untuk point of interest.. Dengan demikian, orang yang masuk ke dalam rumah pun akan merasa lebih bahagia meski tamannya berukuran kecil.

2. Taman kecil depan rumah dengan living wall

Taman kecil depan rumah tidak selamanya mendatar. Kalau lahannya benar-benar terbatas, manfaatkanlah area dinding atau pagar untuk dijadikan living wall atau taman vertikal. Taman yang satu ini cara perawatannya sama seperti taman lainnya yang perlu disirami dan dipangkas beberapa waktu sekali agar tetap terlihat rapi. Taman vertical ini sangat minim penyiraman dan dapat di setting secara otomatis cukup 2 menit sekali siram dengan frekuensi siram 3-4 kali sehari. Lebih irit lagi jika menggunakan system sirkular sehingga air yang turun dari dinding tanaman dapat dinaikkan lagi ke atas untuk penyiraman berikutnya.

Pemangkasan pun bisa di atur 3 – 4 bulan sekali dan tidak semua tanaman harus dipangkas agar terlihat tidak monoton sehingga ada tipis dan tebal tanaman tergantung jenis dan karakter tanamannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jalur pembuangan airnya. Sebaiknya di balik rangka living wall ini ada pipa khusus untuk mengalirkan air ke samping. Karena jika dibiarkan begitu saja, tanaman di bagian bawah akan mudah membusuk akibat mendapatkan terlalu banyak air. Penyiraman otomatis hamper sama dengan penggunakan sprinkler irigasi di dalam lahan datary g diset timer.
Susunlah tanaman berdasarkan warna atau ukuran. Misalnya saja membuat pola selang-seling, pola melingkar, pola pelangi, atau garis-garis. Jenis tanaman pun dapat dipilih yang low maintenance dan tahan terhadap kondisi minus air sehingga akan meminimkan perawatan . Taman kecil depan rumah pun jadi terlihat menawan. Jadi jangan takut anda untuk memulai merancangnya kami pun akan siap membantu anda.

DQ 081294151532