We Serve With Hearth…
24 Dec 2019

MENCIPTAKAN PARADIGMA BARU DALAM PENATAAN LANDSCAPE LAPANGAN GOLF

Desember 2019

Tidak asing lagi bagi para penggemar hobi golf bahwa lapangan golf itu itu hanyalah berupa hamparan padang rumput bak permadani yang membentang dan bergelombang sesuai fuingsinya yang di lengkapi dengan pepohonan besar dan spot danau serta bak bak pasir /bunker. Hanya sebatas itu dari aspek lingkungan bio abiotiknya. Tak ketingalam kendaraan buggy lalu lalang leintasi par demi par untuk menuju hole satu ke hole berikutnya. Namun bagi penggemar olah raga tersebut yang dianggap sebagai hoby rutinitas akan terkesan monoton karena disekelilingnya hanyalah berupa hamparan hijau saja.

Tapi kini para owner dan pengelola club golf yang berskala komersial mulai menyadari arti pentingnya kelanjutan bisnis ke depannya khususnya untuk meningkatkan kenyamaan para konsumen dalam penggunaan lapangan golf yaitu dengan pengembangan inspirasi pola landscaping dalam penataan lapangan golf.

Secara psikologis varian warna yang terpampang dalam penglihatan mata di sekilingnmya akan mempengaruhi tingkat semangat seseorang dalam melakukan aktivitas . Maka dari itu kini pengelola lapangan golf mulai menata ulang dengan landscaping tematis ditiap blok lapangan golf. Penggunaan tanaman bunga yang bervariasi warna menghampar di setiap blok lapangan sehingga para penggemar golf benar benar menikmati dalam melakukan aktivitas permainannya. Bahkan sambil nunggu giliran memukul bola dalam olah raga beregu masih ada yang sempat selfi diantara hamparan taman yang seolah olah terkesan tidak sedang melakukan olah raga golf.

Penggunaan tanaman soka, aerva, coleus sp, pangkas kuning, cosandra kosta, ruelia sp, zephyranthus , dan arachis pintoy sebagai ground cover sering digunakan dalam penataan shrub. Untuk jenis pohon pelindung di area main gate sering digunakan trembesi maupun ketapang kencana yang memang mempunyai tajuk bertrap – trap dan melintang sehingga kanan kiri jalan saling menaungi akan menambah semarak pintu masuk area Golf.

Di dalam lapangan golf juga sering ditanam pohon Flamboyan bunga orange dan kuning, juga Pohon tabebuya kuning yang semakin menambah semarak lingkungan area permainan. Penggunaan unsur hardscape juga cukup menambah suasana semarak n seperti penggunaan batu paras, batu alam untuk tugu pengarah tiap blok permainan ( Hole ) dan jalan karpat pengerasan yang menghubungkan par satu ke par yang berikutnya.

Teknologi Springkle irigasi juga dapat diaplikasikan dalam landscaping lapangan golf dengan memanfaatkan system penyiraman rumput yang telah ada tinggal dibuat perluasan jaringan irigasi dengan system Zonasi penyiraman yang dapat diatur dengan Timer saat kapan penyiraman dilakukan.

Jadi pentingnya penataan komponen softscape maupun hardscape di area lapangan golf saat ini merupakan kebutuhan yang cukup mendesak untuk diterapkan ditengah tengah persaingan bisnis global yang memanfaatkan isyu lingkungan hidup.

Jadi Tunggu apa lagi….
By Admin – DQ

17 Dec 2018

TAMAN KOTA SEBAGAI INSPIRASI MENGATASI MASALAH LINGKUNGAN

Taman kota adalah salah satu jenis fasilitas public yang mempunyai multifungsi, selain memperindah tampilan dan wajah perkotaan, juga mempunyai beberapa fungsi yang lain. Hal yang terpenting adalah selain untuk peresapan dan water saving sehingga akan mengurangi adanya dampak banjir yang setiap tahun merupakan langganan di daerah Kota Kota besar pada saat musim hujan.

taman kota 1

Fungsi lain taman kota juga dapat memberikan fungsi kesehatan karena sebagai pemasok oksigen yang dibutuhkan vital bagi kelangsungan hidup manusia dalam jumlah besar apalagi dengan ditumbuhi berupa kombinasi Pohon Pohon pelindung maupun pohon kehidupan. Apalagi jika mengingat kebutuhan akan udara bersih sangat mendesak terutama di kota kota besar yang tingkat pencemaran udaranya sangat tinggi.

taman kota 2

Taman kota juga akan berdampak nyata terhadap aspek kesehatan lainnya sebagai sarana olah raga, rekreasi bagi warga sekitarnya yang murah dan mudah dinikmati. Dalam aspek ekosistem alam juga berdampak positif dalam bidang pendidikan untuk dijadikan objek penelitian lingkungan.

Taman Kota Berdasarkan Rancangannya, taman kota terbagi atas:

1. Taman Alami (Natural).

Taman alami atau natural adalah suatu taman yang dirancang untuk memberikan kesan alami atau menyatu dengan alam. Taman alami sudah terbentuk sebelumnya, namun dalam penataannya disesuaikan dengan kondisi lahan kota, misalnya hutan kota, taman pengarah jalan, taman alami yang tumbuh dalam kota, dan sebagainya.

2. Taman Buatan (Artificial)

Taman buatan atau artificial merupakan sebuah taman yang elemene-lemennya lebih banyak didominasi dengan elemen buatan manusia (Suharto, 1994 : 9). Taman artificial dirancang untuk menyeimbangkan kondisi kota dan taman kota, antara lain bermanfaat untuk mengendalikan suhu, panas sinar matahari, pengendali angin, memperbaiki kualitas udara, untuk sarana bermain, rekreasi, memberikan kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, sebagai pembatas fisik, pengontrol pandangan, dan lain sebagainya.

Elemen Taman Kota

Elemen-elemen taman kota terdiri dari :

a. Material Landscape atau Vegetasi

Yang termasuk dalam elemen landscape antara lain :

1) Pohon : Tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Yang termasuk dalam jenis pohon ini adalah asam kranji, lamtorogung, akasia, dan lainnya.

2) Perdu : Jenis tanaman seperti pohon terapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Yang termasuk dalam jenis perdu adalah bougenvillle, kol banda, kembang sepatu, dan lainnya.

3) Semak : Tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yang termasuk dalam jenis semak adalah teh-tehan, dan lainnya.

4) Tanaman penutup tanah : Tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah krokot, nanas hias dan lainnya.

5) Rumput : Jenis tanaman pengalas, merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yang termasuk dalam jenis ini adalah rumput jepang, rumput gajah, dan lainnya.

b. Material Pendukung atau Elemen Keras.

Yang termasuk dalam material pendukung adalah:

1) Kolam
Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.

2) Tebing Buatan
Tebing buatan atau artificial banyak diminati oleh penggemar taman. Tebing ini dibuat untuk memberikan kesan alami, menyatu dengan alam, tebing dibuat dengan maksud untuk menyembunyikan tembok pembatas dinding yang licin massif, agar tidak menyilaukan pada saat matahari bersinar sepanjang siang. Penambah air kolam terjun pada tebing buatan akan menambah suasana sejuk dan nyaman.

3) Batuan
Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman.Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.

4) Gazebo
Gazebo adalah bangunan peneduh atau rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat- tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman.

5) Jalan Setapak (Stepping Stone)
Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.

6) Perkerasan
Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.

7) Lampu Taman
Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.

Taman Kota Berdasarkan Aktifitasnya

Ada tiga macam taman kota berdasarkan aktifitasnya:

1. Taman untuk rekreasi aktif.
Taman untuk rekreasi aktif adalah taman yang didalamnya dibangun suatu kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan fasilitas didalamnya, sekaligus memperoleh kesenangan, kesegaran, dan kebugaran, misalnya taman olah raga, aerobic, fitness, camping ground, taman bermain anak, taman pramuka, taman jalur jalan, kebun binatang, danau, pemancingan taman-taman kota dan sebagainya.

2. Taman untuk rekreasi pasif
Taman untuk rekreasi pasif adalah taman yanmg dibentuk agar dapat dinikmati keindahan dan kerindangannya, tanpa mengadakan aktivitas dan kegiatan apapun, misalnya waduk, hutan buatan, penghijauan tepi kali, jalur hijau, lapangan terbang, dan lainnya.

3. Taman untuk rekreasi aktif dan pasif.
Taman untuk rekreasi aktif dan pasif merupakan taman yang bisa dinikmati keindahan sekaligus ada fungsi lain dan dapat digunakan untuk mengadakan aktivitas, misalnya taman lingkungan. Taman lingkungan atau community park adalah suatu taman yang dibuat dan merupakan bagian dari suatu pemukiman, selain rumah ibadah, pasar, sekolah, dan lain-lainnya (Suharto, 1999 : 12-13)

Fungsi Taman kota

Berbagai fungsi taman yang dapat dirasakan manfaatnya adalah sebagai berikut:

* Fungsi untuk kesehatan
Untuk fungsi ini taman dianalogikan dengan paru-paru manusia bagi sebuah lingkungan. Tanaman pada taman tersebut pada siang hari melangsungkan proses simbiose mutualistis dengan manusia. Proses pernafasan menusia diperlukan bagi proses asimilasi pada tanaman, begitu pula sebaliknya.

* Fungsi untuk keindahan
Taman yang ditata dengan baik dan dirancang dengan tepat dapat memberikan kesan asri, tenang, nyaman dan menyejukkan. Hal ini diperlukan manusia (terutama di kota-kota besar) sebagai kompensasi dari kesibukan kerja sehari-hari, untuk menggairahkan semangat baru bagi kegiatan selanjutnya.

* Taman sebagai daya tarik
Taman yang ditata di lingkungan sebuah bangunan dengan penataan yang menarik akan merupakan daya tarik dan ciri khas dari bangunan tersebut.

* Taman sebagai penunjuk arah
Penempatan tanaman tertentu pada taman sedemikian rupa dapat menjadi penunjuk arah dan dapat mengarahkan gerak kegiatan di sebuah lingkungan semisal deretan pohon palem raja di kiri kanan jalan di lingkungan pabrik, deretan cemara lilin di kiri kanan jalan masuk (entrance) bangunan.

* Taman sebagai penyaring debu
Bagi pabrik, kilang minyak atau sektor industri lain yang mempunyai kontribusi pada pencemaran udara dari cerobong asapnya, pohon-pohon tinggi dapat membantu memperkecil polusi di luar lingkungan.

* Taman sebagai peredam suara
Taman juga berfungsi sebagai peredam suara, baik dalam lingkungan ke luar atau sebaliknya dapat dibantu dengan menggunakan bukitan kecil yang ditanami dengan tanaman semak atau perdu sehingga getaran suara dapat diredam secara alamiah.

* Taman sebagai peneduh
Penataan taman dengan menggunakan pohon-pohon rindang akan bermanfaat sebagai peneduh untuk areal terbuka seperti tempat parkir, koridor tempat rekreasi, tempat istirahat dan sebagainya.

* Taman sebagai pelestari ekosistem
Dengan hadirnya taman di sekitar bangunan yang terdiri dari berbagai tanaman dan pepohonan akan mengundang serangga atau burung sebagai penyebar bibit, penyilang jenis tanaman, penyerbuk dan sebagainya yang akan berperan sebagai pelestari lingkungan.

* Taman sebagai pencegah erosi
Materi taman berupa tanaman, terutama tanaman penutup tanah seperti rerumputan dapat mencegah pengikisan tanah atau erosi.

26 Jun 2018

MINI GREEN ROOF MENAMBAH SEMARAK AREA RESTORASI DI ATAS GEDUNG PROPERTY

Jakarta terkenal sebagai kota yang penuh hiruk pikuk lalu lintasnya dan suasana panas mulai bisa dirasakan sejak pagi hari sampai menjelang malam. Seolah tiada tempat yang alami untuk berhenti sejenak guna menikmati suasana yang ramah lingkungan. Kondisi ini semakin lama semakin menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat kota kota besar khususnya Jakarta, untuk sekedar melepaskan penat akibat kesibukan aktivitas kerja sepanjang hari. Tidak mengherankan apabilan di gedung gedung pencakar langit maupun serambi atap perhotelan maupun perkantoran komersil lainnya mulailah bermunculan kebun kebun kecil yang ditanamai dan dirancang sealami mungkin dengan berbagai komponen tanaman maupun Pohon Pohon hijau . Mulailah bermunculan Ide Ide Green Roof yang digunakan sebagai area rehat bagi para penghuni perkantoran maupun gedung –gedung yang dilengkapi dengan fasilitas restorasi, maupun rest area bahkan bisa juga digunakan sebagai acara gathering maupun tempat berkumpul dan untuk kegiatan loby loby bisnis namun mengambil suasana santai.

MINI GREEN ROOF 1

Konsep Roof Garden ini didesain secara alami dan menghilangkan semaksimal mungkin container tanaman berupa pot namun diganti dengan konsep Box planter. Lantai atap dirancang dengan kekuatan tertentu untuk menopang media tanam dan dibuat struktur lapisan kedap air dengan system drainase khusus dengan menggunakan water proofing dan culture planter cell agar pembuangan air tetap lancer disaat debit air dari luar masuk ke atap. Jika lapisan weter proofing memadai dan system drainase dipasang dengan benar maka pembuatan green roof akan tahan lama dan pertumbuhan tanaman maupun pohon di atasnya diatas media tanam akan subur. Suasana landscape roof top akan lebih semarak jika dilengkapidengan kombinasi lighting sehingga akan tetap memunculkan Night garden yg tetap dinikmati pengunjung dalam menikmati suasana santai di restorasi.

MINI GREEN ROOF 2

Seorang perancang Green Roof harus mempunyai dasar ilmu yang memadai dalam hal struktur dan pemasangan lapisan green roof tersebut agar air tidak meresap ke dalam atap beton yang berakibat pada bocor pada lantai di bawahnya.

MINI GREEN ROOF 3

Selain memberikan benefit suasana asri di atap lantai gedung maupun rumah atau perkantoran, konsep green roof tersebut juga memberikan dampak posistif berupa mengurangi runoff air hujan , menyerap air dan mengurangi hawa panas lantai di bawahnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan fresh oksigen bagi lingkungan sekitarnya. Green Roof ini dapat diterapkan di gedung maupun bangunan yang sangat minim area kosong dengan memanfaatkan luasan bangunan berupa atap yang dipagari dengan system gawangan sebagai natural container baik untuk menampung media tanaman bawah maupun potting pohon pohon pelindung , namun gawangan ini dibuat dengan spot spot berkontur untuk menambah nilai seni dalam menata green roof agar tampak lebih elegant.

MINI GREEN ROOF 4

Jadi saat ini anda tidak perlu susah susah lagi untuk menemukan suasana teduh dan nyaman walaupun tinggal di kota besar dan mampirlah sejenak di restoran roof top maupun hotel seperti Mini Roof Top di Hotel Alia Cikini Jakarta maupun resto resto di Mall kawasan Jakarta lainnya yang memang berhawa sejuk walaupun di siang hari sekalipun.
By Adim – Juni 2018

20 Apr 2017

Sistem Irigasi Taman Sprinkle

Dalam sistem irigasi biasa, 50% air yang digunakan untuk irigasi digunakan untuk tanaman, dan sisanya hanya terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi. Air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas dari tanaman. Irigasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Salah satu cara irigasi moderen adalah dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle. Cara ini sangat populer di seluruh negara maju di dunia.

springkle

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler). Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya. Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melalui nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar seperti titik-titik air hujan. Tekanan air berasal dari pompa yang mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi sebagai pemecah air, juga dapat digunakan untuk mengatur tekanan jarak dan banyak sedikitnya air yang keluar.

Komponen dalam sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumber air, baik dari sumber air yang terbuka (misalnya, sungai, kolam, danau, waduk, dll) maupun yang berasal dari tempat tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumur, dll). Unit untuk mendorong air sehingga menghasilkan air yang bertekanan untuk kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melalui nozzle (misalnya pompa). Terakhir adalah sprinkler, yang merupakan komponen utama, meliputi pipa lateral, pipa riser, dan penyiram (nozzle).
Berikut ini adalah beberapa aksesoris tambahan yang biasa digunakan pada sistem irigasi sprinkle:

1. Reducers
2. Elbows
3. End plug Tees
4. Regulators and Gauges
5. Valves
6. Filters

Umumnya sistem irigasi sprinkler ini sering digunakan pada tanah normal, maupun tanah dangkal. Cocok juga untuk medan yang berpasir, medan yang bergeombang, hingga banyak diadopsi untuk pengairan di daerah perbukitan. Untuk penanaman ladang cocok untuk semua jenis ladang / kebun, namun tidak cocok digunakan untuk tanaman padi (sawah) dan juga jerami. Untuk perkebunan seperti kebun tanaman kering, sayuran, tanaman berbunga, kebun teh dan kopi, sangat cocok dan dapat mengadopsi sistem irigasi.
Sumber : Greenart Indonesia

17 Jan 2017

Container Park Modern Tropical Garden

Lokasi : Kabupaten Boyolali

SUASANA GATE PARK
SUASANA GATE PARK

Konsep western garden diangkat untuk mengenalkan ekowisata di kabupaten Banyuwangi di area 3,7 hektar yang terdiri dari area bermain, open halls concert water boom yang dikelilingi oleh tema landscaping yang terdiri dari beberapa zona arboretum engineering jungle, fruits plants zone, palm zone, vertical garden yang telah di plot pada titik area sehingga akan menambah kenyaman dan kesemarakan suasana area ekowisata terhadap pengunjung.

Konsep bangunan green vertikal garden untuk menunjang tema modern/western garden.

Struktur bangunan yang disusun dengan container yang dibuat Green struktur akan menambah ciri khan green ekowisata sebagai percontohan/workshop dikabupaten Boyolali.