We Serve With Hearth…
23 Feb 2022

Yuk, Bikin Hutan Mini Di Halaman Rumah !

Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Lantas, bisakah hutan dibuat di dalam area rumah? Jawabannya, tentu bisa!
Solusinya adalah merancang hutan ukuran mini. Konsep dan cara membuatnya hampir tak jauh berbeda dengan taman. Akan tetapi bila taman bisa dihadirkan lewat lahan terbatas, berbeda halnya dengan hutan mini.
Lahan yang dibutuhkan harus beberapa meter persegi lebih luas. Sebab ukuran tanaman yang akan diletakkan juga lebih besar dengan jumlah yang lebih banyak. Tak hanya tanaman saja, pohon juga harus dihadirkan dalam hutan mini.
Pohon-pohon untuk hutan mini bisa dibagi menjadi tiga bagian: pohon jenis besar sebagai payung, pohon menengah untuk pengisi bidang tengah, dan pohon jenis semak untuk mengisi bidang bawah.
Menurut Decky dari pengamat Hutan Kota menjelaskan, bahwa hutan mini tropis tercipta dari lancipan daun bambu yang mengerucut, juntaian daun keladi yang melebar, rapatnya daun pakis, dan gerombolan rumput.
“Sebenarnya hutan mini bisa dibuat sendiri, asal kita tahu bagaimana memilah tanaman yang tepat. Untuk membeli tanaman, hanya memerlukan sekitar Rp2 juta, namun untuk gampangnya, bisa memakai jasa ahli pembuat taman,” tuturnya.
Ditambahkan biaya pembuatan hutan mini dengan jasa ahli berkisar Rp5 juta untuk luas empat meter persegi, hingga Rp50 juta untuk luasan 500 m2.

Sumber: Heliconia Greenery Tips membuat hutan mini
Untuk Anda yang tengah berencana menciptakan hutan mini pada pekarangan sempit, sebaiknya tanaman dan pohon yang hendak ditanam berukuran sedang atau menengah. Jangan paksakan menanam yang berukuran besar karena dapat memakan banyak lahan.
Pohon dan tanaman juga harus yang berkayu dan berdaun lebat, sehingga suasana hutan yang sesungguhnya akan terasa nyata. Perlu diingat, meski ukurannya sedang, namun tanaman sangat tidak disarankan ditanam pada pot, melainkan langsung ke dalam tanah.
Jenis tanaman yang menguatkan unsur hutan adalah tanduk rusa dan paku-pakuan. Kedua tanaman ini memang paling mudah ditemui pada hutan tropis di negara manapun Tumbuhan paku-pakuan. Sumber: pinterest
Sebagai pelengkap hutan mini, beli satu atau dua pohon palem ekor tupai, dan letakkan tumbuhan paku di sekitar akar pohon. Lalu bersihkan batang pohon palem yang nantinya akan menjadi tempat bertumbuh bagi tanduk rusa.
Semprotkan sedikit pupuk cair pada batang pohon, kemudian tempel bibit tanpa akar pakis dan ikat dengan kuat secara hati-hati. Berikan sedikit pupuk cair dengan cara disemprotkan pada tanaman. Setelah tanduk rusa menempel sempurna, lepaskan ikatannya agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
Tak hanya tanaman, hutan mini juga dapat dipercantik dengan bebatuan alam. Contohnya, dengan kehadiran stepping stone atau batu pijakan. Susun sesuai keinginan, atau dengan membentuk pola melengkung yang sejajar dengan posisi tanaman.
Jika masih punya ruang kosong, tempatkan dua buah kursi santai dengan meja bulat kecil di sudut hutan. Jangan lupa, beri setidaknya dua lampu taman agar penampilan hutan mini semakin memikat pada malam hari. Akhirnya, ruang hijau plus relaksasi dari rumah pun bisa Anda nikmati.
Minat hub – By Admin 0812941515322

02 Nov 2021

Terapkan Konsep Kawasan & Bangunan Hijau, Potensi Penghematan Energi Kota Bandung Capai 62 Gwh

Aksi mitigasi atas efek pemanasan global kini menjadi perhatian semua pihak dan implementasinya mulai meluas di hampir semua aspek dan bidang kehidupan manusia, salah satunya di bidang arsitektur dan konstruksi bangunan. Dalam satu dekade terakhir, green building atau bangunan hijau menjadi topik hangat yang sering diperbincangkan oleh para pakar dan mulai diimplementasikan pada gedung komersil maupun milik Pemerintah dan perumahan rakyat.

Bangunan hijau adalah bangunan yang memperhatikan aspek lingkungan sehingga bangunan tersebut tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan atau mengeluarkan emisi yang terlalu tinggi dalam mengeluarkan emisi efek rumah kaca. Desain rencana bangunan hijau antara lain meliputi sirkulasi udara, mengelola sumber energi dan air, tata kelola lahan hijau, bahan yang digunakan dan sebagainya.

Adalah Kota Bandung, salah satu yang melakukan pengembangan konsep green building atau Bangunan Gedung Hijau pada pembangunan bangunan di kawasannya. Dimulai tahun 2018, Wali Kota Bandung saat ini menginisiasi implementasi Bangunan Hijau di Bandung dan dilanjutkan dengan workshop, diskusi dan seminar untuk menentukan parameter yang sesuai dengan kondisi kota serta pengumpunan data sekunder dan survei lapangan di tahun berikutnya.

“Agustus 2016, Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung tentang Bangunan Gedung Hijau disahkan dan mulai diintegrasikan dalam Proses Perizinan Bangunan,” terang Irfan Febianto, mewakili Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, dalam pejelasannya di hadapan peserta Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial, yang digelar hari ini (9/10) di Bandung.

Perwal Bandung mengatur aspek-aspek implementasi Bangunan Gedung Hijau, yaitu efisiensi energi, pengelolaan air, pengelolaan kualitas udara dalam ruangan, dan pengelolaan lahan. Implementasi Bangunan Gedung Hijau mencakup seluruh jenis bangunan dan menjadi satu kesatuan yang dipersyaratkan untuk Perizinan Bangunan. “Perwal ini kami susun sesuai dengan karakteristik Kota Bandung, dan bagaimana agar Perwal ini mudah diimplementasikan oleh Pemangku Kepentingan, masyarakat, Pemerintah Kota, arsitek dan perencana lainnya,” imbuhnya.

Tantangan kami, lanjut Irfan adalah bagaimana mensimplifikasi Perwal Bangunan Gedung Hijau agar dapat terintegrasi dengan Perizinan Bangunan, khususnya untuk bangunan berlantai rendah (1-4 lantai hunian dan non hunian). Berbeda dengan kota lainnya, 90% bangunan di Bandung adalah berlantai rendah, dimana 80% diantaranya adalah hunian dengan kondisi menyebar secara acak, spontan, membangun sendiri dan beberapa berubah fungsi menjadi bangunan semi komersial dan industri rumah skala kecil. Kondisi demikian memungkinkan penggunaan energi yang sangat besar di Kota Bandung.

Sebanyak 5.345 bangunan di Kota Bandung direncanakan “hijau” dengan area lantai seluas 1,5 juta m2. “Potensi penghematan energi dengan implementasi Bangunan Gedung Hijau adalah 62.612 Mwh. Potensi penghematan biaya listrik sebesar 6,8 Juta USD atau setara dengan Rp 89 Miliar. Berdasarkan pemetaan kami, implementasi Bangunan Gedung Hijau ini dapat berpotensi mengurangi gas rumah kaca sebesar 52,6 ribu ton dan hemat air sebanyak 309,897m3 setara Rp 3,8 Miliar,”

Sekilas Tentang Workshop Specific Energy Consumption (SEC)

Kegiatan Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial yang dilaksanakan di Bandung ini merupakan kali keempat pelaksanaan kegiatan, yang sebelumnya telah di gelar di Pekanbaru (11/9), Jakarta (18/9), dan Bali (25/9). Selanjutnya kegiatan serupa akan kembali digelar di tiga kota lainnya yaitu Semarang, Surabaya dan Medan. Peserta workshop yang hadir berasal dari perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pengelola Gedung Komersial, PT PLN (Persero), Asosiasi, BPPT, B2TKE, PT Unilever Tbk, dan Tim Survey SEC itu sendiri.

Kepala Subdit Penyiapan Program Konservasi Energi, Devi Laksmi, menjelaskan bahwa penerapan smart building di gedung Pemerintah dan gedung komersil yang dibagikan pada sharing session workshop ini akan menjadi salah satu contoh yang dapat menggambarkan success story sehingga dapat direplikasi bagi perusahaan lainnya.

Penggunaan Smart building adalah cara bagaimana mengintegrasikan pasokan dengan penggunaan energi bagi bangunan gedung melalui pengaturan yang lebih hemat dan dapat dilakukan secara otomatisasi dan pengendalian (kontrol).

Selain itu, Specific Energy Consumption (SEC) yang saat ini tengah dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dilaksanakan untuk mengetahui intensitas konsumsi energi pada 276 obyek survei yang tersebar di 7 provinsi, dimana objek yang paling banyak adalah hotel dan rumah sakit.

Tujuan SEC adalah mencari benchmark, mengupdate data dari kajian tahun 2009 yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan kajian tahun 2015 yang dilaksanakan oleh USAID, dan terakhir oleh BCA Building benchmark untuk gedung di Singapura. Hasil survei juga digunakan sebagai masukan untuk revisi PP No.70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, serta memperbaiki data secara nasional. (RWS)
Admin Okt 2021

24 Oct 2020

Kesalahan Umum Merawat Tanaman Hias yang Tidak Disadari

Oct 2020

Hobi tanaman hias makin digandrungi selagi pandemi Covid-19 belum usai, dan orang-orang sibuk mencari hobi baru. Salah satu hobi yang segmentasinya meluas ialah merawat tanaman hias.

Terdapat kesalahan umum merawat tanaman hias yang kerap tidak seseorang sadari, salah mengukur kebutuhan air dan salah memilih wadah tanaman hias. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan tanaman hias sakit, layu, bahkan mati.

Berikut sejumlah kesalahan umum merawat tanaman hias yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Mengabaikan penyakit tanaman

Mengutip Pilea, salah satu kesalahan umum dalam merawat tanaman hias adalah abai terhadap tanda-tanda penyakit tanaman. Beberapa tanda tanaman Anda sakit adalah perubahan warna pada akar, akar yang menjadi lembek, serta timbul bercak pada badan tanaman, termasuk daun.
Akar merupakan bagian penting dari tanaman yang kerap diabaikan dan luput dari perhatian. Padahal, akar merupakan komponen penting yang bisa menjadi indikasi kesehatan tanaman.
Kerontokan juga bisa jadi merupakan tanda lain bahwa tanaman sedang sakit. Sebelum tanaman Anda mati, temukan penyebab dan solusinya. Penyebab tanaman sakit di antaranya adalah tanah berjamur, terlalu banyak kandungan kimia, atau kurang asupan cahaya dan air.

Gambar: Tanaman hias kini tengah digandrungi di Indonesia. (iStockphoto/naramit)

2. Terlalu sering memindahkan letak tanaman

Mungkin hal ini sering dilakukan atas dasar keindahan tata letak lingkungan rumah Anda. Namun, hal tersebut ternyata tidak sehat untuk tanaman. Memindahkan letak berpotensi merusak konsistensi tanaman menerima cahaya, atau bahkan asupan air.
Hal tersebut ternyata mampu memicu stres pada tanaman. Efek stres pada tanaman akan terasa dalam jangka waktu panjang. Stres pada tanaman cenderung menghambat proses pertumbuhan. Sebaiknya, tanaman diberi waktu yang panjang untuk menyesuaikan diri di satu letak yang sama.

3. Menyiram tanaman berlebihan

Salah satu kesalahan umum merawat tanaman hias adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Sejumlah orang bisanya hanya melihat permukaan tanah yang kering, dan mengira tanaman tersebut sudah butuh di siram. Sebelum memutuskan untuk menyiram, coba cek tingkat kelembaban tanah media tanam dengan menusukkan jari Anda beberapa centimeter dari permukaan. Tak hanya terlalu kering, tanah yang terlalu lembab juga akan memicu tanaman layu bahkan mati.
Pada dasarnya akar akan menyerap seluruh air yang tersedia di media tanam, seperti tanah. Penyerapan berlebihan akan membuat sel-sel dalam tanaman tak kuat menampung unsur air lalu mati.

4. Paparan cahaya tidak sesuai

Setiap jenis tanaman memiliki tingkat kebutuhan cahaya matahari yang berbeda. Untuk itu, sebaiknya Anda mencari tahu karakteristik masing-masing tanaman. Salah satu tanaman yang tengah digandrungi adalah monstera, yang salah satu variannya adalah tanaman janda bolong. Jenis tanaman tersebut memiliki daun yang rentan gosong dan menguning. Untuk itu, paparan matahari langsung dan terik tidak dianjurkan.
Sementara itu, sejumlah tanaman cenderung kuat dan tahan panas, seperti jengger ayam, bougenville, dan kaktus. Tanaman-tanaman tersebut cenderung lebih tahan paparan cahaya sehingga Anda bisa meletakkannya di luar ruangan. Paparan sinar matahari harus diimbangi dengan kadar air yang tepat untuk mengkondisikan tanaman berada di kadar kelembaban yang tepat.

Gambar: Tanaman janda bolong merupakan salah satu favorit pehobi tanaman hias. Kesalahan umum dalam merawat tanama hias harus dipelajari pemilik tanaman. (Foto: iStockphoto/Rut Fuentes Fernandez)

5. Mengganti-ganti dan salah ukuran pot

Pot sebagai wadah tumbuh kembang tanaman adalah salah satu aspek penting dalam merawat tanaman hias. Seperti tertulis di Gardening Channel, mengganti pot untuk tanaman yang sama amat tidak disarankan. Hal ini terkait dengan bagaimana konsistensi akar mencari bentuk, karena akar akan merambat menyesuaikan pot penampung.
Hal ini berkaitan dengan kebiasaan seseorang salah memilih ukuran pot. Ukuran pot akan berpengaruh pada seberapa banyak tanah sebagai media tanam menyimpan jumlah air. Maka dari itu, sesuaikan ukuran pot Anda dengan beberapa hal seperti ukuran maksimal tanaman, jenis dan ukuran akar pada tanaman, serta kelembaban ideal tanaman Anda.

Mengenal Karakteristik Tanaman

Tidak semua tanaman dirawat dengan cara yang sama. Karakteristik setiap tanaman berbeda-beda, begitu pula dengan kebutuhan nutrisi tanaman tersebut. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan umum dalam merawat tanaman hias, baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu, baik sebelum membeli atau setelah membeli.
Sejumlah faktor kerap diabaikan sehingga menyebabkan hal buruk terjadi pada tanaman Anda, seperti kadar air berlebih, daun yang gosong atau menguning, hingga tanaman yang sakit dan yang paling sering busuk pangkal batang dan akar sehingga tanaman mati secara perlahan dan batang patah.

Disadur By admin 081294151532
Nursery Taman Teduh Flora, Lokasi 200 mtr dr Taman Herbal Insani
Pengasinan – sawangan /Depok – Jabar

04 Apr 2020

KEGIATAN BERKEBUN TAMAN – PRODUKTIF DILAKUKAN PADA LINGKUNGAN RUMAH DIMASA WORK FROM HOME

April 2020

Sesuai kebijakan Pemprov DKI pada bulan Maret ini dicanangkan gerakan kerja di rumah ( Work From Homa) bagi para pegawai formal khususnya maupun meliburkan sekolah di dunia pendidikan dengan system belajar dirumah secara online, seiring dengan upaya penanggulanagan dan pencegahan wafah virus covid 19 yang sedang berlangsung menyerang Negara ini.

Tinggal di rumah bukan berarti tidak produktif, salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan kegiatan berkebun atau pun menata kembali taman taman rumah ada meskipun di halaman yang mungil sekalipun. Banyak tema – tema yang bisa anda lakukan untuk menata kembali taman mungil anda , baik di area semi indoor di halaman, maupun di halaman utama atau di belakang rumah anda. Tentu anda tidak melupakan kaidah social distancing dan selalu menjaga kebersihan dan sanitasi di saat anda melakukan aktivitas tersebut.

Tema mini tropical, mini forest, rain forest ,taman kering maupun vertical garden , taman gantung banyak yang bisa anda terapkan. Bahkan jika tidak percaya diri untuk menata kembali minimal anda bisa merawat taman dengan upaya seperti merapihkan tanaman yang ada, memangkas ranting daun daun yang terlalu lebat, memupuk, membersihkan daun daun kering, menyiram taman, sehingga tinggal di rumah menjadi produktif dan tanaman maupun taman anda tetap terpelihara.

Sesekali jika anda tindak mempunyai tukang kebun maupun pembantu bisa menggunakan jasa perawatan taman di bidangnya yang tentunya tetap memperhatikan standar standar kerja untuk menghindari dan tetap menjaga protocol kesehatan dan memperhatikan kebersihan.

Jika anda mempunyai taman yang cukup lega dan agak kewalahan kuatir terlambat menyiram, bisa mennggunakan jasa pemasangan irigasi atau penyiraman otomatis yang sekarang ini cukup banyak dijumpai pada pihak yang berkompetan dibidang taman dan pemasangan system penyiraman otomatis (sprinkle).


Untuk taman gantung anda dapat memanfaatkan dinding dinding yang kosong, dengan mengaitkan media misalnya botol aqua kosong, pot pot kecil yg dikasih kawat maupun tanaman tanaman yang menjuntai (cascade) seperti kadaka, tanduk rusa, lee kuan yu, sirih sirihan, pakis pakisan di teras teras rumah anda sehingga walaupun anda hanya mempunyai halaman kecil sekalipun rumah anda akan tampak asri dengan taman taman gantung dengan aneka media yang anda gantungkan disitu disamping juga sebagai penyedia oksigen , sehingga terasa nyaman dan sejuk. Cara lain juga anda bisa membuat rangka rangka rambatan sederhana dengan kawat steinless dan bisa diaplikasikan tanaman rambat yang mempunyai bunga aneka warna dengan catatan area kena sinar matahari agar tumbuh normal.


Menjelang musim hujan . pemasangan sprinkle sangat diperlukan untuk mensupport air bagi tanaman agar tetap tumbuh dengan optimal. Anda tentu masih punya keinginan untuk mendengarkan suara gemericik air di malam hari ketika musim kemarau nanti tiba , dapat anda pasang dengan water fountain yang di hubungkan dengan sumber listrik maupun timer yang diatur waktu air berputar.

Nah demikian sekilas contoh kegiatan – kegiatan yang bisa anda lakukan untuk mengoptimalkan produktivitas anda dimasa sekarang ini. Tidak ada salahnya anda mempercayakan juga kepada pihak yang paham tentang taman sehingga keinginan yg anda impikan dapat terwujud.

Sielamat mencoba…

By admin – DQ

04 Feb 2020

Memanfaatkan Halaman Atau Ruang Belakang Rumah Dengan Ide landscape Sederhana di Area Komplek Perumahan

Artikel dibuat 5 Februari 2020

Tips desain landscape atau taman untuk rumah – Beberapa cara berikut ini sangat bermanfaat bagi Anda yang tinggal di daerah urban di mana Anda masih memiliki ruang kosong di belakang rumah yang belum dimanfaatkan.
Anda tidak memiliki ide bagaimana memanfaatkan halaman belakang rumah? Bagi orang yang tinggal di daerah urban atau kawasan perkotaan, kebanyakan mereka tidak memiliki ruang terbuka. Setidaknya ruang kosong yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai.
Jika Anda memiliki area taman di belakang rumah yang belum Anda manfaatkan, berikut ini merupakan ide yang bisa Anda terapkan. Sekalipun ukuran halaman belakang rumah tersebut sangat sempit, Anda bisa merubahnya menjadi tempat yang asyik untuk menghabiskan waktu luang sambil menikmati satu cangkir teh atau kopi.

Rumput Hijau Greening
Mungkin ini ide yang paling sederhana, paling mudah, dan paling banyak diterapkan. Khususnya bagi pemilik rumah yang halaman belakang sangat terbatas, membuat taman belakang minimalis dengan menanam rumput hijau menjadi pilihan yang sangat tepat.
Sayangnya, tidak semua orang berhasil membuat taman ini indah. Kelihatannya sepele, yaitu hanya menanam rumput hijau saja. Tapi, kebanyakan rumput terlalu lebat atau tumbuh beberapa rumput yang sebenarnya tidak diinginkan.

Desain Taman Dibelakang Rumah – Rumput dan Hardscape
Desain Taman Dibelakang Rumah – Rumput dan Hardscape

Untuk itu, sangat disarankan agar Anda memberikan perawatan khusus. Yang paling mudah adalah menyewa jasa perawatan taman. Harganya sangat mudah dan Anda bisa memiliki taman belakang rumah minimalis yang rapi dan indah.

Menerapkan Geladak dengan Level yang Berbeda
Jika ruangan di belakang rumah sedikit lebih luar, tidak salah jika Anda memanfaatkan geladak. Geladak ini digunakan untuk membuat beberapa level atau tingkatan lantai yang berbeda. Dengan demikian, halaman belakang rumah Anda tidak terlihat biasa-biasa saja.
Geladak yang terbuat dari kayu ini akan membuat halaman belakang rumah terlihat bersih. Dan jangan lupa Anda bisa juga menempatkan tempat untuk memanggang atau BBQ di pojok space tersebut. Anda siap untuk membuat pesta kecil entah dengan anggota keluarga atau mengajak serta teman dan saudara.

Hardscaping dan Paving
Sebenarnya ide memanfaatkan halamam belakang rumah dengan menggunakan patio dan paving ini yang paling terkenal saat ini. Kebanyakan rumah yang ada di daerah urban menerapkan ide ini.
Intinya Anda membuat kebun belakang rumah namun terdapat paving yang menunjukkan tempat berjalan kaki. Sementara itu, di sekitar paving tersebut terdapat rumput entah rumput jepang atau rumput gajah. Di bagian pinggir, Anda bisa menanam beberapa jenis bunga yang Anda sukai.
Akan tetapi, Anda harus ingat. Anda sebaiknya tidak terlalu banyak menanam bunga. Intinya, Anda membuat desain taman belakang rumah sederhana. Jadi, hindari menanam terlalu banyak tanaman agar tidak terlihat lebat dan terkesan tidak menarik.

Desain Taman Dibelakang Rumah – Wood Decking
Desain Taman Dibelakang Rumah – Wood Decking

Salah satu ide tersebut di atas bisa Anda terapkan sesuai dengan kegunaan dari ruang belakang rumah Anda. Namun, tentunya dalam memilih, Anda juga harus pertimbangkan tema desain rumah Anda. Pastikan taman belakang rumah minimalis yang Anda buat sesuai dengan tema desain rumah Anda.
Agar hasilnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan, sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan konsultan khusus desain taman belakang rumah ( seorang arsitek landscape). Kelihatannya memang mudah tapi pada saat mengaplikasikan ide tersebut, Anda membutuhkan orang professional agar bisa space yang ada di belakang rumah benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Kini Anda bisa memiliki tempat bersantai yang menenangkan di belakang rumah walaupun rumah Anda berada di daerah Pinggiran Kota (Arsitek edition)

06 Nov 2019

Tampil Cantik Membuat Taman Kecil Depan Rumah dengan Kaktus & Living Wall

November 2019

Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat sebagian orang khususnya di kota – kota besar berupaya mencari alternatif untuk tetap dapat menikmati udara segar di lingkungan tinggalnya. Ada yang menambah lubang ventilasi rumah, membuat mini water fall , bahkan sampai membuat taman yang memang sangat minim kebutuhan air. Karena dirasa air juga menjadi masalah ketika musim kemarau tiba.

Di saat pikiran terasa galau karena pekerjaan yang menumpuk dan tubuh terasa lemas karena kurang asupan oksigen, yang kamu butuhkan adalah sebuah taman. Di taman ini kamu bisa bersantai dan menghirup udara berkualitas yang bebas polusi. Pastinya akan lebih menyenangkan kalau punya taman sendiri di rumah.Tidak perlu besar, taman kecil depan rumah saja sudah cukup.

Menata taman kecil depan rumah memang butuh kreativitas supaya terlihat cantik dan penataan yang tepat supaya tidak terasa sempit. Agar kamu mendapatkan bayangan, coba lihat beberapa ide model taman kecil depan rumah berikut ini!

1. Taman kecil depan rumah ala Padang pasir (gurun)

Apakah kamu tahu tanaman yang identik dengan padang gurun? Bisa Kaktus maupun tanaman sukulen ! Tapi yang dimaksud bukanlah kaktus berukuran besar penuh duri, melainkan kaktus mini yang cantik dengan berbagai macam jenis dan bentuk. Kalau mau terlihat indah, pilihlah kaktus yang berwarna cerah.
Tanamlah kaktus-kaktus mini ini langsung pada satu sudut taman kecil depan rumah tanpa pot. Taburkan bebatuan di sekitarnya untuk menambahkan kesan “kering”, bisa juga menggunakan pasir Bangka, zeolite bahkan jenis koral koral mini dan kecil kecil sebagai media tumbuhnya. Penyiraman cukup dilakukan 7 hari sekali dan tidak perlu terlalu basah karena berakibat akar atau daun busuk. Yang penting udara hawa panas mendukiung di lingkungannya walaupun cahaya cukup dari pantulan dari fiber maupun dari luar yang tidak secara langsung.
Bagian taman kecil depan rumah sisanya bisa kamu pasangkan batu pijak atau paving block yang celah-celahnya diisi dengan rumput maupun Batu Kuning untuk point of interest.. Dengan demikian, orang yang masuk ke dalam rumah pun akan merasa lebih bahagia meski tamannya berukuran kecil.

2. Taman kecil depan rumah dengan living wall

Taman kecil depan rumah tidak selamanya mendatar. Kalau lahannya benar-benar terbatas, manfaatkanlah area dinding atau pagar untuk dijadikan living wall atau taman vertikal. Taman yang satu ini cara perawatannya sama seperti taman lainnya yang perlu disirami dan dipangkas beberapa waktu sekali agar tetap terlihat rapi. Taman vertical ini sangat minim penyiraman dan dapat di setting secara otomatis cukup 2 menit sekali siram dengan frekuensi siram 3-4 kali sehari. Lebih irit lagi jika menggunakan system sirkular sehingga air yang turun dari dinding tanaman dapat dinaikkan lagi ke atas untuk penyiraman berikutnya.

Pemangkasan pun bisa di atur 3 – 4 bulan sekali dan tidak semua tanaman harus dipangkas agar terlihat tidak monoton sehingga ada tipis dan tebal tanaman tergantung jenis dan karakter tanamannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jalur pembuangan airnya. Sebaiknya di balik rangka living wall ini ada pipa khusus untuk mengalirkan air ke samping. Karena jika dibiarkan begitu saja, tanaman di bagian bawah akan mudah membusuk akibat mendapatkan terlalu banyak air. Penyiraman otomatis hamper sama dengan penggunakan sprinkler irigasi di dalam lahan datary g diset timer.
Susunlah tanaman berdasarkan warna atau ukuran. Misalnya saja membuat pola selang-seling, pola melingkar, pola pelangi, atau garis-garis. Jenis tanaman pun dapat dipilih yang low maintenance dan tahan terhadap kondisi minus air sehingga akan meminimkan perawatan . Taman kecil depan rumah pun jadi terlihat menawan. Jadi jangan takut anda untuk memulai merancangnya kami pun akan siap membantu anda.

DQ 081294151532

07 Oct 2019

Kini Keindahan Taman Lumut Bisa Anda Wujudkan Di Rumah Anda Yang Berhawa Panas

Siapa bilang kehadiran lumut hanya sebagai pengganggu keindahan eksterior saja? Selama ini lumut memang dianggap sebagai pengganggu sejumlah jenis tanaman karena sifatnya yang merugikan, namun dibalik semua itu, Anda bisa membuat taman lumut yang cantik indah dan menarik. Impian tumbuhan lumut hanya ada di daerah yang dingin dan lembab kini bisa anda buat menjadi taman yang cantik di lingkungan rumah anda yang berhawa panas atau di dataran rendah sekali pun.

Dari total 4.000 jenis lumut di seluruh dunia, 3.000 diantaranya tumbuh dengan subur di Indonesia. Dari hal ini Anda dapat mengambil beberapa jenis tanaman lumut yang dapat memperindah taman Anda. Gunakan jenis lumut yang memiliki anatomi bentuk lebih besar dibandingkan dengan lumut lainnya sehingga lumut dapat terlihat lebih jelas pada taman Anda.

Memelihara dan membudidayakan lumut juga cenderung lebih mudah dibandingkan dengan tanaman lain. Walaupun dikenal menyukai tempat yang lembab dan minim cahaya, namun beberapa jenis lumut mampu bertahan dalam kondisi yang terpapar cahaya. Perawatannya juga mudah karena hanya perlu disiram satu atau dua kali sehari saja. Agar tampilan lumut lebih menarik, Anda juga dapat mengaplikasikannya pada sebuah wadah atau pot tanaman yang ditanam secara vertikal ataupun horizontal. Anda dapat menggunakan ground cover sebagai pengganti rumput yang biasa ditanam.

Mengombinasikan lumut dengan pathway dan stepping stone juga akan membuat tampilan lumut menjadi lebih menarik lagi. Anda dapat memilih
beberapa elemen lain yang bisa Anda tambahkan misalnya bebatuan, patung dan beberapa aksesoris lainnya untuk memperindah tampilan lumut.

Lumut juga bisa Anda tanam di dinding dengan menggunakan dinding serupa verticalgarden. Akibat dapat ditempatkan dimana saja, tentu saja keberadaan lumut akan selalu dapat Anda atur sesuai dengan keinginan Anda. Jenis lumut yang biasa dibudidayakn ini bisa jenis sargasum yg mudah diperoleh dipegunungan ciapus – Bogor maupun daerah cibodas – Cianjur.

Contoh lain dari aplikasi taman lumut bisa dijumpai ketika team kami membuat taman lumut yang bernuansa river park yang tumbuh disela sela batu lavarough di bilangan perumahan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Kombinasi tematis dengan Rain forest garden menjadikan taman lumut ini semakin menjadi central point dalam menciptakan suasana natural. Kunci penerepannya harus dalam kondisi menjadikan Susana lembab dengan teknis moisting irigasi yang telah diatur dengan menggunakan timer secara berkala sehingga walaupun terkena cahaya matahari namun tumbuhan tetap dalam suasana basah dan menambah warna semakin hijau karena banyak memproduksi kloropil pada hijau daunnya. Teknik ini tetap menjaga kesuburtan pertumbuhan lumut.

BY Admin – DQ 081294151532

03 Sep 2019

Trik Merawat Taman Pada Musim Kemarau

5 September 2019
By DQ – Admin

Musim kemarau membuat beberapa daerah di Indonesia mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara itu, jika Anda memiliki kebun maupun taman yang bunga-bunganya juga mulai layu saat musim kemarau, ada trik yang bisa Anda simak dari The Daily Telegraph berikut ini.

  • Jika Anda baru berniat menanam tanaman, siram benih 3- 7 hari setelah mereka ditanam.
  • Pilih tanaman yang bisa bertahan di saat musim kemarau datang dengan galian tanah yang lebih dalam. Dengan demikian, akar tanaman akan lebih mudah menyimpan air lebih banyak.
  • Siram tanaman di pagi dan sore hari. Sebab di siang hari, air akan menguap sebelum meresap ke dalam tanah dan disimpan akar tanaman.
  • Siram tanaman dengan banyak air dan teratur daripada sedikit namun sering. Kekurangan air akan membuat akar menembus tanah terlalu dalam dan membuat tanaman menderita.
  • Beri rumput atau jerami di sekitar tanaman kemudian tutup dengan plastik setelah menyiraminya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan air.
  • Pasang irigasi sprinkle baik metode pop up maupun rotary baik pasang manual dengan menancapkan diujung selang atau telah diinstal secara otomatis
  • Gunakan cover plant maupun , mulsa baik plastic UV maupun dari sisa bahan tanaman di sekitar tanaman agar kelembaban madia tanah terjaga untuk mencegah efek kekeringan tanah di sekitar kebun maupun taman. Media waste dari bekas tanaman dapat juga berfungsi sebagai pupuk organic.

Beberapa tips di atas adalah saran perawatan untuk tanaman yang langsung ditanam di kebun. Sementara untuk tanaman yang ada di pot, ada beberapa tips perawatan yang sedikit berbeda.

  • Tanaman yang ada di pot memang sedikit repot perawatannya di musim kemarau. Sebab akar tidak bisa menembus tanah untuk mencari air lebih. Jadi jika Anda lupa menyiramnya, tanaman akan mati.
  • Gunakan pot yang besar untuk menanam tanaman. Sebab pot kecil lebih cepat panas dan mengering.
  • Kumpulkan tanaman yang ada di pot dalam area yang sama. Ketika berkumpul, tanaman akan menciptakan iklim lembap sederhana yang membuat daun-daun tidak terlalu banyak yang gugur dan membutuhkan air lebih sedikit.
  • Gunakan media gell maupun alcosorb yang dicampur di media tanam agar tanaman bertahan ketika kadar tanah rendah atau terhindar dari kekeringan.

Itulah tips perawatan tanaman maupun taman yang bisa Anda terapkan selama musim kemarau melanda. Semoga berhasi.

Admin – 081294151532

07 Aug 2019

Menikmati Keasrian Rain Forest Garden Di Lingkungan Rumah Anda

Juli 2019
Pernahkan Anda terbayang di pikiran, khususnya yang tinggal di kota kota besar yang panas dapat menikmati suasana hutan maupun pegunungan di rumah anda. Paling instan umumnya menggunakan AC dipasang dirumah untuk menghilangkan kegerahan dari cuaca di luar yg semakin hari berkecimpung dengan udara panas di jalan.
Secercah harapan itu kini bisa kita jumpai dan diterapkan di rumah dengan menghadirkan suasana alami ibarat udara sejuk di pedesaan bahkan Susana hutan hujan pun bisa kita rasakan dan dihadirkan di rumah kita.

gambar-1
Penataan landscaping yang memadukan unsur sofscape maupun hardscape dapat diterapkan di lingkungan rumah anda baik di hunian yang berhalaman minimalis bahkan lahan yang cukup luas. Suasana gemericik air dari hulu pegunungan yang dilirkan dalam riak riak sungai kecil dapat menghiasi bahkan dibuat mengelilingi halaman rumah anda.
Tambahan nozzle dengan penyiraman pengkabutan akan menambah suasana alami loingkungan mikro di rumah anda, karena dari udara yang berhembus dari nozzle pengkabutan akan menambah angin apabila anda berada disekitar taman tersebut. Sambil menikmati gemericik mini water falls yang mengalir diantara bebatuan beserta sungai kecil yg mengalir berputar diantara batu kerikil dan pasir di halaman rumah.
Sisi kanan kiri sungai ditanam tumbuhan lembab seperti jenis lumut shellaginella bisa juga lumut merah untuk menghadirkan Susana ekosistem lumut yang hadir di daerah lembab dan dingin. Ditambah tumbuhan parenial Paku Monyet yang terkadang hanya kita jumpai di daerah puncak . Tumbuhan ini tetap bisa eksis tumbuh di kota besar seperti Jakarta dengan didukung dengan system irigasi misting ( kabut) yang disetting sesuai waktu penyiraman dengan siraman yang sangat halus ( 2 jam sekali pagi sampai sore dengan intensitas 5-10 menit).
Konstruksi air terjun pun dapat dibuat secara alami dengan lapisan HDPE terpal elastis yang anti bocor sampai bertahun tahun yang dilapisi dengan batuan Red lavarock dari gunung berapi akan menambah suasana yang natural di rumah anda. Batu ini juga berfungsi sebagai media tanam tanpa menggunakan tanah karena kandungan mineral yang cukup tingginsebagi unsur hara tanaman.

gambar-2
Kombinasi dengan pohon eksotik juga dapat anda atur di sekitrar area ini seperti pohon fosil kamboja maupun pulai yang muncul diantara bebatuan yang ditanam lumut . Tidak ketinggalam penempatan batu pegunungan diarea ini menjadikan point of interst Rainforest garden di rumah anda. Kolam yang menampung airan air dari hulu juga bisa digunakan untuk memelihara ikan hias, koi maupun ikan kegemaran anda yang lain sehingga bisa dinikmati sambil memberti makan.
Anda ingin menukmati suasana ini tidak perlu mencari daerah wisata ke luar rumah penuh dengan kemacetan mencapai daerahnya,, cukup bisa dinikmati dirumah anda sendiri untuk mengisi waktu luang setiap saat anda di rumah baik liburan maupun slesai melakukan aktivitas keseharian. Tunggu Apalagi……

By Admin – 0812924151532

13 Mar 2019

Penerapan Sistem Sprinkle Irigasi Otomatis Pada Bidang Landscaping

14 Maret 2019 By DQ

Ada banyak sekali sistem irigasi yang dapat diterapkan di lahan pertanian dan system landscaping di Indonesia. Irigasi yang umumnya digunakan adalah sistem irigasi permukaan (surface irigation). Sistem irigasi permukaan sudah lama dikenal dan di terapkan di Indonesia. Jika dulu sistem irigasi ini diterapkan karena jumlah air di lahan pertanian masih banyak, sedangkan sekarang air yang ada di lahan pertanian sudah semakin berkurang. Jika tetap menggunakan sistem irigasi permukaan maka penggunaan air akan banyak sementara jumlah air sedikit sehingga lahan tidak bisa produktif. Untuk mengatasi hal itu maka perlu diterapkan sistem irigasi yang efektif dan efisien salah satunya adalah sistem irigasi sprinkler.

springkle1

Irigasi Sprinkler (Sprinkler or spray Irrigation) adalah suatu metode pemberian air ke seluruh lahan yang akan diirigasi dengan menggunakan pipa yang bertekanan melalui nozzle. Sistem sprinkler dapat diklasifikasikan menjadi system permanent (Fixed/solid set), portable dan semi portable (hand move atau mechanical move), traveling irrigator (gun atau boom), center pivot atau linear move.

Irigasi Sprinkler adalah suatu system irigasi yang fleksibel dimana selain dapat digunakan untuk menyiram tanaman juga dapat digunakan untuk pemupukan dan pengobatan dan untuk menjaga kelembaban tanah dan mengontrol kondisi iklim agar sesuai bagi pertumbuhan tanaman.

springkle2

Adopsi dari system sprinkler ini tergantung pada keuntungan ekonomis dan lingkungan yang akan didapatkan dibandingkan dengan system irigasi yang lain. Sistem sprinkler sekarang ini digunakan untuk berbagai jenis tanaman terutama komoditas yang bernilai tinggi seperti buah-buahan, sayuran dan digunakan pada berbagai jenis lahan dan topografi.

Sistem irigasi sprinkler cocok untuk semua jenis tanah apabila application ratenyasesuai dengan kapasitas inflitrasi tanahnya. Termasuk juga pada lahan marginal yang memiliki kapasitas infitrasi atau kapasitas menyimpan air yang rendah.

Adapun keuntungan diterapkannya sprinkle irigasi :
• Dapat mengontrol pemberian air pada tanaman sehingga dapat mengurangi tingkat pertumbuhan tanaman yang vegetatif dan memperbesar peluang tanaman untuk tumbuh secara generatif dimana akan meningkatkan produktivitas hasil panen.
• Desain dapat dirancang secara fleksibel sesuai dengan jenis tanaman, tenaga kerja yang tersedia dan penghematan energi
• Dapat dilakukan fertigation atau pemberian nutrisi tanaman melalui system irigasi
• Dapat digunakan untuk mengontrol iklim bagi pertumbuhan tanaman
• Dapat menjaga tanah tetap lembut agar cocok bagi pertumbuhan seedling (persemaian)
• Mempercepat perkecambahan dan penentuan panen
Sistem Irigasi Sprinkler ini juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya
• Memerlukan biaya investasi yang tinggi
• Keseragaman distribusi air dapat terus menurun seiring dengan waktu
• Angin sangat berpengaruh atas keseragaman distribusi air
• Dapat mengakibatkan kanopi tanaman lembab dan mendatangkan penyakit tanaman
• Dapat merusak tanaman muda pada saat air disiramkan
Penerapan Sistem Irigasi Sprinkle dapat diterapkan pada :
1. Lapangan golf
2. Area Hijau pada lokasi PLTU
3. Area Hijau Gedung maupun perkantoran
4. Taman Perumahan
5. Rumah Kaca atau Green House
6. Nursery /pembibitan
7. Ruang Hijau kawasan Properti
8. Agrowisata

springkle3 springkle4