We Serve With Hearth…
23 Feb 2022

Yuk, Bikin Hutan Mini Di Halaman Rumah !

Hutan merupakan suatu kumpulan tumbuhan dan juga tanaman, terutama pepohonan atau tumbuhan berkayu lain, yang menempati daerah yang cukup luas. Lantas, bisakah hutan dibuat di dalam area rumah? Jawabannya, tentu bisa!
Solusinya adalah merancang hutan ukuran mini. Konsep dan cara membuatnya hampir tak jauh berbeda dengan taman. Akan tetapi bila taman bisa dihadirkan lewat lahan terbatas, berbeda halnya dengan hutan mini.
Lahan yang dibutuhkan harus beberapa meter persegi lebih luas. Sebab ukuran tanaman yang akan diletakkan juga lebih besar dengan jumlah yang lebih banyak. Tak hanya tanaman saja, pohon juga harus dihadirkan dalam hutan mini.
Pohon-pohon untuk hutan mini bisa dibagi menjadi tiga bagian: pohon jenis besar sebagai payung, pohon menengah untuk pengisi bidang tengah, dan pohon jenis semak untuk mengisi bidang bawah.
Menurut Decky dari pengamat Hutan Kota menjelaskan, bahwa hutan mini tropis tercipta dari lancipan daun bambu yang mengerucut, juntaian daun keladi yang melebar, rapatnya daun pakis, dan gerombolan rumput.
“Sebenarnya hutan mini bisa dibuat sendiri, asal kita tahu bagaimana memilah tanaman yang tepat. Untuk membeli tanaman, hanya memerlukan sekitar Rp2 juta, namun untuk gampangnya, bisa memakai jasa ahli pembuat taman,” tuturnya.
Ditambahkan biaya pembuatan hutan mini dengan jasa ahli berkisar Rp5 juta untuk luas empat meter persegi, hingga Rp50 juta untuk luasan 500 m2.

Sumber: Heliconia Greenery Tips membuat hutan mini
Untuk Anda yang tengah berencana menciptakan hutan mini pada pekarangan sempit, sebaiknya tanaman dan pohon yang hendak ditanam berukuran sedang atau menengah. Jangan paksakan menanam yang berukuran besar karena dapat memakan banyak lahan.
Pohon dan tanaman juga harus yang berkayu dan berdaun lebat, sehingga suasana hutan yang sesungguhnya akan terasa nyata. Perlu diingat, meski ukurannya sedang, namun tanaman sangat tidak disarankan ditanam pada pot, melainkan langsung ke dalam tanah.
Jenis tanaman yang menguatkan unsur hutan adalah tanduk rusa dan paku-pakuan. Kedua tanaman ini memang paling mudah ditemui pada hutan tropis di negara manapun Tumbuhan paku-pakuan. Sumber: pinterest
Sebagai pelengkap hutan mini, beli satu atau dua pohon palem ekor tupai, dan letakkan tumbuhan paku di sekitar akar pohon. Lalu bersihkan batang pohon palem yang nantinya akan menjadi tempat bertumbuh bagi tanduk rusa.
Semprotkan sedikit pupuk cair pada batang pohon, kemudian tempel bibit tanpa akar pakis dan ikat dengan kuat secara hati-hati. Berikan sedikit pupuk cair dengan cara disemprotkan pada tanaman. Setelah tanduk rusa menempel sempurna, lepaskan ikatannya agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
Tak hanya tanaman, hutan mini juga dapat dipercantik dengan bebatuan alam. Contohnya, dengan kehadiran stepping stone atau batu pijakan. Susun sesuai keinginan, atau dengan membentuk pola melengkung yang sejajar dengan posisi tanaman.
Jika masih punya ruang kosong, tempatkan dua buah kursi santai dengan meja bulat kecil di sudut hutan. Jangan lupa, beri setidaknya dua lampu taman agar penampilan hutan mini semakin memikat pada malam hari. Akhirnya, ruang hijau plus relaksasi dari rumah pun bisa Anda nikmati.
Minat hub – By Admin 0812941515322

02 Nov 2021

Terapkan Konsep Kawasan & Bangunan Hijau, Potensi Penghematan Energi Kota Bandung Capai 62 Gwh

Aksi mitigasi atas efek pemanasan global kini menjadi perhatian semua pihak dan implementasinya mulai meluas di hampir semua aspek dan bidang kehidupan manusia, salah satunya di bidang arsitektur dan konstruksi bangunan. Dalam satu dekade terakhir, green building atau bangunan hijau menjadi topik hangat yang sering diperbincangkan oleh para pakar dan mulai diimplementasikan pada gedung komersil maupun milik Pemerintah dan perumahan rakyat.

Bangunan hijau adalah bangunan yang memperhatikan aspek lingkungan sehingga bangunan tersebut tidak memberikan efek negatif terhadap lingkungan atau mengeluarkan emisi yang terlalu tinggi dalam mengeluarkan emisi efek rumah kaca. Desain rencana bangunan hijau antara lain meliputi sirkulasi udara, mengelola sumber energi dan air, tata kelola lahan hijau, bahan yang digunakan dan sebagainya.

Adalah Kota Bandung, salah satu yang melakukan pengembangan konsep green building atau Bangunan Gedung Hijau pada pembangunan bangunan di kawasannya. Dimulai tahun 2018, Wali Kota Bandung saat ini menginisiasi implementasi Bangunan Hijau di Bandung dan dilanjutkan dengan workshop, diskusi dan seminar untuk menentukan parameter yang sesuai dengan kondisi kota serta pengumpunan data sekunder dan survei lapangan di tahun berikutnya.

“Agustus 2016, Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung tentang Bangunan Gedung Hijau disahkan dan mulai diintegrasikan dalam Proses Perizinan Bangunan,” terang Irfan Febianto, mewakili Dinas Penataan Ruang Kota Bandung, dalam pejelasannya di hadapan peserta Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial, yang digelar hari ini (9/10) di Bandung.

Perwal Bandung mengatur aspek-aspek implementasi Bangunan Gedung Hijau, yaitu efisiensi energi, pengelolaan air, pengelolaan kualitas udara dalam ruangan, dan pengelolaan lahan. Implementasi Bangunan Gedung Hijau mencakup seluruh jenis bangunan dan menjadi satu kesatuan yang dipersyaratkan untuk Perizinan Bangunan. “Perwal ini kami susun sesuai dengan karakteristik Kota Bandung, dan bagaimana agar Perwal ini mudah diimplementasikan oleh Pemangku Kepentingan, masyarakat, Pemerintah Kota, arsitek dan perencana lainnya,” imbuhnya.

Tantangan kami, lanjut Irfan adalah bagaimana mensimplifikasi Perwal Bangunan Gedung Hijau agar dapat terintegrasi dengan Perizinan Bangunan, khususnya untuk bangunan berlantai rendah (1-4 lantai hunian dan non hunian). Berbeda dengan kota lainnya, 90% bangunan di Bandung adalah berlantai rendah, dimana 80% diantaranya adalah hunian dengan kondisi menyebar secara acak, spontan, membangun sendiri dan beberapa berubah fungsi menjadi bangunan semi komersial dan industri rumah skala kecil. Kondisi demikian memungkinkan penggunaan energi yang sangat besar di Kota Bandung.

Sebanyak 5.345 bangunan di Kota Bandung direncanakan “hijau” dengan area lantai seluas 1,5 juta m2. “Potensi penghematan energi dengan implementasi Bangunan Gedung Hijau adalah 62.612 Mwh. Potensi penghematan biaya listrik sebesar 6,8 Juta USD atau setara dengan Rp 89 Miliar. Berdasarkan pemetaan kami, implementasi Bangunan Gedung Hijau ini dapat berpotensi mengurangi gas rumah kaca sebesar 52,6 ribu ton dan hemat air sebanyak 309,897m3 setara Rp 3,8 Miliar,”

Sekilas Tentang Workshop Specific Energy Consumption (SEC)

Kegiatan Workshop Specific Energy Consumption (SEC) dan Sosialisasi Pemasangan PV Rooftop dan Smart Building untuk Bangunan Gedung Komersial yang dilaksanakan di Bandung ini merupakan kali keempat pelaksanaan kegiatan, yang sebelumnya telah di gelar di Pekanbaru (11/9), Jakarta (18/9), dan Bali (25/9). Selanjutnya kegiatan serupa akan kembali digelar di tiga kota lainnya yaitu Semarang, Surabaya dan Medan. Peserta workshop yang hadir berasal dari perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pengelola Gedung Komersial, PT PLN (Persero), Asosiasi, BPPT, B2TKE, PT Unilever Tbk, dan Tim Survey SEC itu sendiri.

Kepala Subdit Penyiapan Program Konservasi Energi, Devi Laksmi, menjelaskan bahwa penerapan smart building di gedung Pemerintah dan gedung komersil yang dibagikan pada sharing session workshop ini akan menjadi salah satu contoh yang dapat menggambarkan success story sehingga dapat direplikasi bagi perusahaan lainnya.

Penggunaan Smart building adalah cara bagaimana mengintegrasikan pasokan dengan penggunaan energi bagi bangunan gedung melalui pengaturan yang lebih hemat dan dapat dilakukan secara otomatisasi dan pengendalian (kontrol).

Selain itu, Specific Energy Consumption (SEC) yang saat ini tengah dilakukan bekerja sama dengan Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dilaksanakan untuk mengetahui intensitas konsumsi energi pada 276 obyek survei yang tersebar di 7 provinsi, dimana objek yang paling banyak adalah hotel dan rumah sakit.

Tujuan SEC adalah mencari benchmark, mengupdate data dari kajian tahun 2009 yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan kajian tahun 2015 yang dilaksanakan oleh USAID, dan terakhir oleh BCA Building benchmark untuk gedung di Singapura. Hasil survei juga digunakan sebagai masukan untuk revisi PP No.70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi, serta memperbaiki data secara nasional. (RWS)
Admin Okt 2021

05 Jun 2021

Mengenal Konsep Taman Rumah Sehat Tropis Bagi Rumah Anda

Rumah idaman bukan hanya rumah yang sekedar indah dan mewah, akan tetapi rumah yang juga memiliki konsep rumah sehat yang seharusnya menjadi rumah idaman Anda sekeluarga. Dengan begitu para penghuninya akan merasa lebih aman dan nyaman.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan dengan benar. Bagi Anda yang ingin menerapkan konsep rumah sehat bisa menerapkan beberapa konsep rumah sehat berikut agar rumah Anda semakin nyaman saat dihuni.

  1. Pencahayaan Yang Baik
    Pencahayaan yang cukup akan membuat rumah semakin sehat. Apabila Anda memiliki rumah dengan cahaya yang minimum maka akan rawan sekali dengan gangguan kesehatan. Sehingga hal yang seperti ini harus benar-benar dihindari.
    Cahaya yang cukup juga bisa didapatkan melalui jendela. Maka di sinilah peran penting jendela yang harus dimiliki setiap rumah. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan genteng kaca untuk memperoleh pencahayaan lebih.
  2. Ventilasi Udara Yang Cukup
    Rumah dengan konsep rumah sehat harus memiliki ventilasi udara yang cukup. Hal ini berarti agar sirkulasi udara lebih lancar dan udara segar akan mudah masuk, sehingga Anda tidak merasa kurang udara saat berada di dalam rumah.
    Ventilasi udara juga sangat berpengaruh pada kadar oksigen yang ada. Dengan ventilasi udara yang cukup baik maka oksigen di dalam rumah akan tetap terjaga dengan baik.

    Anda bisa menerapkan hal berikut dengan memasang jendela. Apabila sudah memiliki jendela, maka secara rutin harian dengan membukanya Anda akan memperoleh udara secara optimal.
  3. Lantai Kedap Air
    Lantai dengan kedap air juga salah satu kriteria rumah sehat. Anda bisa menggunakan semen, keramik, ubin, kayu atau yang sejenisnya. Selain itu kebersihan area lantai pun harus tetap diperhatikan sehingga akan terasa nyaman untuk ditempati. Sedangkan lantai yang kotor akan membuat gangguan kesehatan mudah datang sehingga perlu dihindari.
  4. Atap Atau Langit-langit
    Untuk rumah di daerah Indonesia yang tropis ini sangat disarankan untuk memakai atap dengan bahan genteng tanah liat. Dengan begitu panas matahari akan terserap dengan baik. Hindari penggunaan seng karena suasana panas akan semakin terasa.
    Adapun ketinggian langit-langit juga perlu diperhatikan. Jangan terlalu pendek karena panas akan mudah terasa.
  5. Air Yang Bersih
    Tentunya rumah yang sehat harus memiliki sumber air bersih bagi penghuninya dengan begitu proses membersihkan diri seperti mencuci dan mandi atau pun yang lainnya bisa terpenuhi dengan baik.
  6. Sistem Pembuangan Limbah
    Setiap rumah tentu menghasilkan limbah masing-masing, maka dari itu sistem pembuangannya pun harus diperhatikan dengan benar. Sebaiknya tempat pembuangan limbah sangat jauh dengan sumber air. Buat juga tempat pembuangan yang tertutup agar tidak mencemari udara di sekitarnya.
  7. Resapan Air
    Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor dapat dihindari jika kita menyediakan daerah resapan air yang cukup luas. Daerah resapan air yang luas di lahan yang sempit dapat dicapai dengan mengoptimalkan penggunaan lapisan/permukaan tembus air seperti rumput dan grass block pada halaman, parkiran mobil ( carport), dan jalan agar air dapat mengalir dan meresap secara alami ke dalam tanah.

Itulah beberapa kriteria yang harus diperhatikan dalam membuat konsep rumah sehat. Dengan menerapkan beberapa kriteria di atas tentu rumah akan terasa lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

Admin 081294151532

16 Feb 2021

MEWUJUDKAN KOTA HIJAU MELALUI DESAIN ESTETIK RUANG TERBUKA HIJAU

Apakah arti kota hijau? Apakah kota yang keseluruhan bagian kota memiliki unsur berwarna hijau? Ya, berbicara mengenai kota hijau mengungkapkan sebuah kota yang erat dengan lingkungan dan infrastruktur hijau dengan desain landscape yang menjadi penyeimbang lingkungan. Saat ini kota-kota di Indonesia berkembang ke arah pembangunan fisik sehingga tak jarang timbul banyak masalah seperti kepadatan bangunan, kepadatan guna lahan bahkan penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian khusus untuk pengembangan kualitas lingkungan melalui pengembangan kota hijau dengan berfokus kepada peningkatan kualitas lingkungan, penambahan ruang terbuka hijau (RTH), dan diterapkannya unsur infrastruktur hijau sebagai unsur utama kota hijau.

Program pembangunan/revitalisasi taman-taman kota yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program-program tersebut, seperti “Urban Farming”, Green and Clean”, “menjadi kota Berwarna Bunga”, dan meningkatkan kembali implementasi 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah, dilakukan dalam rangka membentuk kota hijau yang sehat. Program-program ini telah meningkatkan RTH yang di bawah 10% menjadi 20,25% (Forum Diskusi Nasional Perkotaan (Bappenas), 2011). Hal tersebut berdampak langsung terhadap pengembangan kota karena berdampak kepada pemeliharaan ruang terbuka hijau, peningkatan kualitas lingkungan, pengelolaan persampahan dan perbaikan kampung kumuh.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan kota hijau sebagai konsep pengembangan lansekap perkotaan menjadikan kota memiliki peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengembangan kota hijau melalui pembangunan ruang terbuka hijau memberikan dampak dalam menjaga fungsi ekologis, sosial, budaya, dan fungsi estetika, yang masing-masing fungsi saling melengkapi satu sama lain. Ruang terbuka hijau menjadi salah satu elemen penting menuju kota hijau yang dapat mencegah terjadinya penurunan kualitas udara maupun meningkatnya emisi dari angkutan/mobil, industri, dan lain-lain, serta menjadi sarana hiburan dan tempat bersantai yang akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya. Perwujudan kota hijau memerlukan faktor-faktor penunjang terutama inisiatif dari pemerintah kota untuk melakukan kebijakan dan program pembangunan kota, pengembangan kelengkapan fisik ruang terbuka hijau, dan kemudahan aksesibilitas oleh masyarakat sehingga RTH tidak hanya memberi fungsi ekologis dan estetika saja tetapi fungsi sosial dan budaya masyarakat sebagai ruang publik.

Januari 021 -Admin 081294151532

24 Oct 2020

Kesalahan Umum Merawat Tanaman Hias yang Tidak Disadari

Oct 2020

Hobi tanaman hias makin digandrungi selagi pandemi Covid-19 belum usai, dan orang-orang sibuk mencari hobi baru. Salah satu hobi yang segmentasinya meluas ialah merawat tanaman hias.

Terdapat kesalahan umum merawat tanaman hias yang kerap tidak seseorang sadari, salah mengukur kebutuhan air dan salah memilih wadah tanaman hias. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan tanaman hias sakit, layu, bahkan mati.

Berikut sejumlah kesalahan umum merawat tanaman hias yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Mengabaikan penyakit tanaman

Mengutip Pilea, salah satu kesalahan umum dalam merawat tanaman hias adalah abai terhadap tanda-tanda penyakit tanaman. Beberapa tanda tanaman Anda sakit adalah perubahan warna pada akar, akar yang menjadi lembek, serta timbul bercak pada badan tanaman, termasuk daun.
Akar merupakan bagian penting dari tanaman yang kerap diabaikan dan luput dari perhatian. Padahal, akar merupakan komponen penting yang bisa menjadi indikasi kesehatan tanaman.
Kerontokan juga bisa jadi merupakan tanda lain bahwa tanaman sedang sakit. Sebelum tanaman Anda mati, temukan penyebab dan solusinya. Penyebab tanaman sakit di antaranya adalah tanah berjamur, terlalu banyak kandungan kimia, atau kurang asupan cahaya dan air.

Gambar: Tanaman hias kini tengah digandrungi di Indonesia. (iStockphoto/naramit)

2. Terlalu sering memindahkan letak tanaman

Mungkin hal ini sering dilakukan atas dasar keindahan tata letak lingkungan rumah Anda. Namun, hal tersebut ternyata tidak sehat untuk tanaman. Memindahkan letak berpotensi merusak konsistensi tanaman menerima cahaya, atau bahkan asupan air.
Hal tersebut ternyata mampu memicu stres pada tanaman. Efek stres pada tanaman akan terasa dalam jangka waktu panjang. Stres pada tanaman cenderung menghambat proses pertumbuhan. Sebaiknya, tanaman diberi waktu yang panjang untuk menyesuaikan diri di satu letak yang sama.

3. Menyiram tanaman berlebihan

Salah satu kesalahan umum merawat tanaman hias adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Sejumlah orang bisanya hanya melihat permukaan tanah yang kering, dan mengira tanaman tersebut sudah butuh di siram. Sebelum memutuskan untuk menyiram, coba cek tingkat kelembaban tanah media tanam dengan menusukkan jari Anda beberapa centimeter dari permukaan. Tak hanya terlalu kering, tanah yang terlalu lembab juga akan memicu tanaman layu bahkan mati.
Pada dasarnya akar akan menyerap seluruh air yang tersedia di media tanam, seperti tanah. Penyerapan berlebihan akan membuat sel-sel dalam tanaman tak kuat menampung unsur air lalu mati.

4. Paparan cahaya tidak sesuai

Setiap jenis tanaman memiliki tingkat kebutuhan cahaya matahari yang berbeda. Untuk itu, sebaiknya Anda mencari tahu karakteristik masing-masing tanaman. Salah satu tanaman yang tengah digandrungi adalah monstera, yang salah satu variannya adalah tanaman janda bolong. Jenis tanaman tersebut memiliki daun yang rentan gosong dan menguning. Untuk itu, paparan matahari langsung dan terik tidak dianjurkan.
Sementara itu, sejumlah tanaman cenderung kuat dan tahan panas, seperti jengger ayam, bougenville, dan kaktus. Tanaman-tanaman tersebut cenderung lebih tahan paparan cahaya sehingga Anda bisa meletakkannya di luar ruangan. Paparan sinar matahari harus diimbangi dengan kadar air yang tepat untuk mengkondisikan tanaman berada di kadar kelembaban yang tepat.

Gambar: Tanaman janda bolong merupakan salah satu favorit pehobi tanaman hias. Kesalahan umum dalam merawat tanama hias harus dipelajari pemilik tanaman. (Foto: iStockphoto/Rut Fuentes Fernandez)

5. Mengganti-ganti dan salah ukuran pot

Pot sebagai wadah tumbuh kembang tanaman adalah salah satu aspek penting dalam merawat tanaman hias. Seperti tertulis di Gardening Channel, mengganti pot untuk tanaman yang sama amat tidak disarankan. Hal ini terkait dengan bagaimana konsistensi akar mencari bentuk, karena akar akan merambat menyesuaikan pot penampung.
Hal ini berkaitan dengan kebiasaan seseorang salah memilih ukuran pot. Ukuran pot akan berpengaruh pada seberapa banyak tanah sebagai media tanam menyimpan jumlah air. Maka dari itu, sesuaikan ukuran pot Anda dengan beberapa hal seperti ukuran maksimal tanaman, jenis dan ukuran akar pada tanaman, serta kelembaban ideal tanaman Anda.

Mengenal Karakteristik Tanaman

Tidak semua tanaman dirawat dengan cara yang sama. Karakteristik setiap tanaman berbeda-beda, begitu pula dengan kebutuhan nutrisi tanaman tersebut. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan umum dalam merawat tanaman hias, baiknya Anda mempelajari terlebih dahulu, baik sebelum membeli atau setelah membeli.
Sejumlah faktor kerap diabaikan sehingga menyebabkan hal buruk terjadi pada tanaman Anda, seperti kadar air berlebih, daun yang gosong atau menguning, hingga tanaman yang sakit dan yang paling sering busuk pangkal batang dan akar sehingga tanaman mati secara perlahan dan batang patah.

Disadur By admin 081294151532
Nursery Taman Teduh Flora, Lokasi 200 mtr dr Taman Herbal Insani
Pengasinan – sawangan /Depok – Jabar

17 Jul 2020

INSPIRASI TAMAN GANTUNG PENGISI RUANG RUMAH ANDA

Taman Gantung merupakan salah satu ide fungsional yang populer di masa kekinian. Sehingga tidak sedikit orang mulai mendesain rumahnya dengan desain rumah minimalis. Desain yang menonjolkan konsep fungsional sehingga tiap ruang di rumah maupun space sekitar rumah dapat tertata dengan rapi. Bagaimana dengan kita? kita tentu dapat mengambil konsep minimalis untuk membuat desain interior maupun eksterior rumah.

Desain eksterior rumah akan mewakili nuansa keseluruhan rumah minimialis yang kita tinggali bersama dengan keluarga. Misalnya dengan taman gantung rumah minimalis, taman gantung dapat mempercantik rumah kita. selain mempercantik tampilan rumah, taman gantung rumah minimalis terlihat lebih unik dan menarik. Menggunakan konsep yang unik, dan cenderung lebih hemat tempat dapat kita jadikan selingan hobi. Merawat tanaman sekaligus meyalurkan hobi yang tak perlu keluar rumah atau pergi jauh- jauh. Dapat juga sekaligus kita jadikan bisnis bibit tanaman, banyak manfaat
memiliki taman gantung rumah minimalis ini.

Beberapa cara membuat taman gantung dapat dilakukan dengan :

1. Menggantung di langit- langit

Salah satu cara yang sangat umum digunakan untuk taman gantung rumah minimalis ini adalah dengan menggantung pot pada langit- langit. Langit- langit teras rumah atau dapat juga pada tempat khusus untuk taman gantung minimalis kita. Menggantung dengan rapi sama tinggi atau menggantungnya tinggi rendah, dapat kita jadikan salah satu pilihan. Kita dapat memilih sesuai keinginan dan kreatifitas kita.

2. Lahan terpisah dengan teras

Membuat desain taman gantung rumah minimalis ini sebaiknya kita pisahkan dengan terasa rumah. Berdekatan atau bersebelahan tentu tidak masalah, agar orang yang melihat tidak begitu menyadari taman gantung kita terpisah dengan teras. Mengapa di desain terpisah,? Taman gantung ini di desain terpisah demi kenyamanan ketika kita berada di teras rumah. Memberikan jarak, agar kita dapat menikmati taman gantung klita dari jarak yang tepat. Sehingga taman gantung rumah minimalis kita dapat menambah segar pemandangan kita.

3. Memilih tanaman

Untuk mendesain taman gantung rumah minimalis ini kita dapat memilih beberapa tanaman yang dapat kita manfaatkan sehari – hari. Sejenis sayuran hidroponik, tanaman obat keluarga, tanaman hias yag cantik, tanaman yang tumbuh merambar atau menjuntai, dan lain sebagainya. Dapat pula kita tambahkan satu atau dua tanaman perdu pada halaman rumah kita, agar semakin mendukung nuansa asri tampilan rumah kita.

4. Memilih pot

Memilih pot yang tepat dan menarik akan menambah poin tersendiri bagi taman gantung kita. Kita dapat memilih pot yang sewarna atau berwarna warni, akan tetapi memilih pot dapat kita rancang dengan terstruktur sebelumnya. Seperti menata pot dari warna gelap ke warna yang terang, menata pot dari ukuran yang kecil ke yang besar, dan lain sebagainya. Kita dapat mengembangkan kreatifitas keluarga tentunya.

5. Memanfaatkan barang bekas

Kita dapat juga membuat taman gantung minimalis dengan segenap kreatifitas kita dankeluarga bersama – sama. Menggunakan barang bekas seperti botol bekas, kaleng bekas, gelas unik bekas yang tak terpakai, dan lain sebagainya. Dengan desain yang bermacam- macam bentuk dapat kita kreasikan dengan cat warna warni yang sesuai. Taman gantung kita akan menjadi tempat menyalurkan hobi sekaligus kreatifitas keluarga. Berkreasi bersama akan menjadi kebersamaan yang menyenangkan.

By ADMIN 081294151532 on JUNI 2020

30 May 2020

MENEMUKAN KEMBALI KESEGARAN TAMAN KOLAM KOI DENGAN ALIRAN SUNGAI DI SEKITAR RUMAH ANDA

Mei 2020

Pandemi covid 19 yang kini masih melanda negeri kita sudah berjalan 3 bulan dan hingga kini belum adanya tanda kapan wabah ini akan berakhir. Hal ini memaksa hampir seluruh penduduk harus tinggal di rumah tanpa mengurangi kegiatan produktivnya misalnya pola kerja sektor formal dengan Work From Home dan sektor informal bisa juga mulai menggiatkan usaha bisnis online (daring). Untuk bidang usaha strategis yang terdiri 11 jenis masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas tentunya dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan.

Hal yang tidak bisa dipungkiri bagi anda mungkin timbul rasa jenuh jika tdk melakukan usaha produktif atau melakukan kegiatan walau dikerjakan di rumah sekalipun. Bagi anda yang masih mempunyai sedkit lahan apalagi punya lahan depan samping dan belakang, bisa memanfaatkannya dengan membuat kolam dan sungai minimalis guna mendatangkan kesegaran dan kesejukan kembali di lingkungan rumah anda. Perpaduan hard scape maupun softscape bisa ditata sedemikian rupa sehingga suasana di alam natural bisa ditemukan juga di lingkungan rumah anda sendiri. Seolah anda akan berwisata alam tanpa keluar rumah dan menemukan hawa yang segar di rumah anda.

Langkah awal yang perlu anda susun adalah tentunya membuat lay out dari ide anda yg diinginkan yaitu tata letak dimana kolam dan aliran sungainya. Dan dimana posisi tanaman tanaman dalam penempatannya sesuai kebutuhan cahaya. Berikutnya adalah tentunya persiapan budget yang anda sediakan. Membuat taman maupun kolam tidaklah selalu mahal tergantung anggaran dan ide konsep yang akan anda inginkan. JIka anda mempunyai budget yang “cukup” anda dapat menggunakan jasa konsultan landscape untuk mengerjakannya sambil tukar knowledge dengan mereka.

Tidak lupa anda tentukan target waktu penyelesaian “mini project” tersebut agar biaya tidak over limit. Mulailah dengan mengidentifikasi kebutuhan material yang direncanakan dia awal sebelum proyek dimulai dengan perhitungan yang akurat agar terhindar dari tambah kurang material yg terkadang menggangu cash flow yang sdh dianggarakan, diupayakan seminimal mungkin ini terjadi.

Beberapa material yang perlu disiapkan dari awal bisa berupa liner HDPE (semacam terpal) yang elastis sebagai lapisan kolam agar tidak bocor, geotektille, batu kali, batu lavarock untuk filter alami dan batu steeping yg bisa dimanfaatkan untuk mini air terjun. Untuk kolam cukup dibuat galian 80m – 100 mtr dngan komposisi filter : air = 40 : 60 sudah cukup. Sedangkan galian untuk sungai cukup 5-15 cm kedalaman air, lebar sungai variatif bisa 10 sampai 40 cm dengan levelan tanah menurun dari kolam 1 ke kolam berikutnya agar terbentuk arus gemericik air. Di dasaran sungai dikasih koral maupun batu batu kerikil. (struktur kolam bisa dilihat pada gambar dibawah ini).

Pompa dibutuhkan untuk sirkulasi air dan mengaliri air dari kolam ke sungai dan kembali ke kolam lagi, dengan system pemipaan. Khusus untuk koi perlu ditambahkan aerator untuk tambahan supply oksigen. Di sekitar kolam dihindari hawa yang terlalu panas dengan tanaman pakis monyet maupun jenis palm, maupun pohon pelindung agar kolam tetap terjaga dengan suhu dingin.

Bagian batu batuan kanan kiri sungai bisa ditanam lumut lichenes namun dihindari area yg terlalu teduh agar dapat tumbuh alami dan subur di bebatuan (lavarok) untuk menjamin kelembaban udara boleh dipasang irigasi misting kabut yg bisa di set 1 jam sekali dgn mini pump dan timer manual.

Untuk area di celah batuan dan masih mendapat cahaya bisa ditanam shrub yang berbunga untuk point interest dan beberapa titik bisa juga ditanam pohon fosil agar terlihat alami. Variasikan tanaman cascade yg menjuntai dan tanaman climber juga agar tidak tampak monoton. Di sepanjang tepi sungai dan arah kolam bisa dipasang batu stepping untuk jalan jalan menikmati taman sungai dan kolam koi yang sudah jadi.

Nah tunggu apa lagi, silahkan anda berkarya.. kini lingkungan rumah sendiri bisa anda buat lebih segar dan nyaman.

04 Apr 2020

KEGIATAN BERKEBUN TAMAN – PRODUKTIF DILAKUKAN PADA LINGKUNGAN RUMAH DIMASA WORK FROM HOME

April 2020

Sesuai kebijakan Pemprov DKI pada bulan Maret ini dicanangkan gerakan kerja di rumah ( Work From Homa) bagi para pegawai formal khususnya maupun meliburkan sekolah di dunia pendidikan dengan system belajar dirumah secara online, seiring dengan upaya penanggulanagan dan pencegahan wafah virus covid 19 yang sedang berlangsung menyerang Negara ini.

Tinggal di rumah bukan berarti tidak produktif, salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan kegiatan berkebun atau pun menata kembali taman taman rumah ada meskipun di halaman yang mungil sekalipun. Banyak tema – tema yang bisa anda lakukan untuk menata kembali taman mungil anda , baik di area semi indoor di halaman, maupun di halaman utama atau di belakang rumah anda. Tentu anda tidak melupakan kaidah social distancing dan selalu menjaga kebersihan dan sanitasi di saat anda melakukan aktivitas tersebut.

Tema mini tropical, mini forest, rain forest ,taman kering maupun vertical garden , taman gantung banyak yang bisa anda terapkan. Bahkan jika tidak percaya diri untuk menata kembali minimal anda bisa merawat taman dengan upaya seperti merapihkan tanaman yang ada, memangkas ranting daun daun yang terlalu lebat, memupuk, membersihkan daun daun kering, menyiram taman, sehingga tinggal di rumah menjadi produktif dan tanaman maupun taman anda tetap terpelihara.

Sesekali jika anda tindak mempunyai tukang kebun maupun pembantu bisa menggunakan jasa perawatan taman di bidangnya yang tentunya tetap memperhatikan standar standar kerja untuk menghindari dan tetap menjaga protocol kesehatan dan memperhatikan kebersihan.

Jika anda mempunyai taman yang cukup lega dan agak kewalahan kuatir terlambat menyiram, bisa mennggunakan jasa pemasangan irigasi atau penyiraman otomatis yang sekarang ini cukup banyak dijumpai pada pihak yang berkompetan dibidang taman dan pemasangan system penyiraman otomatis (sprinkle).


Untuk taman gantung anda dapat memanfaatkan dinding dinding yang kosong, dengan mengaitkan media misalnya botol aqua kosong, pot pot kecil yg dikasih kawat maupun tanaman tanaman yang menjuntai (cascade) seperti kadaka, tanduk rusa, lee kuan yu, sirih sirihan, pakis pakisan di teras teras rumah anda sehingga walaupun anda hanya mempunyai halaman kecil sekalipun rumah anda akan tampak asri dengan taman taman gantung dengan aneka media yang anda gantungkan disitu disamping juga sebagai penyedia oksigen , sehingga terasa nyaman dan sejuk. Cara lain juga anda bisa membuat rangka rangka rambatan sederhana dengan kawat steinless dan bisa diaplikasikan tanaman rambat yang mempunyai bunga aneka warna dengan catatan area kena sinar matahari agar tumbuh normal.


Menjelang musim hujan . pemasangan sprinkle sangat diperlukan untuk mensupport air bagi tanaman agar tetap tumbuh dengan optimal. Anda tentu masih punya keinginan untuk mendengarkan suara gemericik air di malam hari ketika musim kemarau nanti tiba , dapat anda pasang dengan water fountain yang di hubungkan dengan sumber listrik maupun timer yang diatur waktu air berputar.

Nah demikian sekilas contoh kegiatan – kegiatan yang bisa anda lakukan untuk mengoptimalkan produktivitas anda dimasa sekarang ini. Tidak ada salahnya anda mempercayakan juga kepada pihak yang paham tentang taman sehingga keinginan yg anda impikan dapat terwujud.

Sielamat mencoba…

By admin – DQ

04 Feb 2020

Memanfaatkan Halaman Atau Ruang Belakang Rumah Dengan Ide landscape Sederhana di Area Komplek Perumahan

Artikel dibuat 5 Februari 2020

Tips desain landscape atau taman untuk rumah – Beberapa cara berikut ini sangat bermanfaat bagi Anda yang tinggal di daerah urban di mana Anda masih memiliki ruang kosong di belakang rumah yang belum dimanfaatkan.
Anda tidak memiliki ide bagaimana memanfaatkan halaman belakang rumah? Bagi orang yang tinggal di daerah urban atau kawasan perkotaan, kebanyakan mereka tidak memiliki ruang terbuka. Setidaknya ruang kosong yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai.
Jika Anda memiliki area taman di belakang rumah yang belum Anda manfaatkan, berikut ini merupakan ide yang bisa Anda terapkan. Sekalipun ukuran halaman belakang rumah tersebut sangat sempit, Anda bisa merubahnya menjadi tempat yang asyik untuk menghabiskan waktu luang sambil menikmati satu cangkir teh atau kopi.

Rumput Hijau Greening
Mungkin ini ide yang paling sederhana, paling mudah, dan paling banyak diterapkan. Khususnya bagi pemilik rumah yang halaman belakang sangat terbatas, membuat taman belakang minimalis dengan menanam rumput hijau menjadi pilihan yang sangat tepat.
Sayangnya, tidak semua orang berhasil membuat taman ini indah. Kelihatannya sepele, yaitu hanya menanam rumput hijau saja. Tapi, kebanyakan rumput terlalu lebat atau tumbuh beberapa rumput yang sebenarnya tidak diinginkan.

Desain Taman Dibelakang Rumah – Rumput dan Hardscape
Desain Taman Dibelakang Rumah – Rumput dan Hardscape

Untuk itu, sangat disarankan agar Anda memberikan perawatan khusus. Yang paling mudah adalah menyewa jasa perawatan taman. Harganya sangat mudah dan Anda bisa memiliki taman belakang rumah minimalis yang rapi dan indah.

Menerapkan Geladak dengan Level yang Berbeda
Jika ruangan di belakang rumah sedikit lebih luar, tidak salah jika Anda memanfaatkan geladak. Geladak ini digunakan untuk membuat beberapa level atau tingkatan lantai yang berbeda. Dengan demikian, halaman belakang rumah Anda tidak terlihat biasa-biasa saja.
Geladak yang terbuat dari kayu ini akan membuat halaman belakang rumah terlihat bersih. Dan jangan lupa Anda bisa juga menempatkan tempat untuk memanggang atau BBQ di pojok space tersebut. Anda siap untuk membuat pesta kecil entah dengan anggota keluarga atau mengajak serta teman dan saudara.

Hardscaping dan Paving
Sebenarnya ide memanfaatkan halamam belakang rumah dengan menggunakan patio dan paving ini yang paling terkenal saat ini. Kebanyakan rumah yang ada di daerah urban menerapkan ide ini.
Intinya Anda membuat kebun belakang rumah namun terdapat paving yang menunjukkan tempat berjalan kaki. Sementara itu, di sekitar paving tersebut terdapat rumput entah rumput jepang atau rumput gajah. Di bagian pinggir, Anda bisa menanam beberapa jenis bunga yang Anda sukai.
Akan tetapi, Anda harus ingat. Anda sebaiknya tidak terlalu banyak menanam bunga. Intinya, Anda membuat desain taman belakang rumah sederhana. Jadi, hindari menanam terlalu banyak tanaman agar tidak terlihat lebat dan terkesan tidak menarik.

Desain Taman Dibelakang Rumah – Wood Decking
Desain Taman Dibelakang Rumah – Wood Decking

Salah satu ide tersebut di atas bisa Anda terapkan sesuai dengan kegunaan dari ruang belakang rumah Anda. Namun, tentunya dalam memilih, Anda juga harus pertimbangkan tema desain rumah Anda. Pastikan taman belakang rumah minimalis yang Anda buat sesuai dengan tema desain rumah Anda.
Agar hasilnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan, sebaiknya Anda konsultasikan dulu dengan konsultan khusus desain taman belakang rumah ( seorang arsitek landscape). Kelihatannya memang mudah tapi pada saat mengaplikasikan ide tersebut, Anda membutuhkan orang professional agar bisa space yang ada di belakang rumah benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Kini Anda bisa memiliki tempat bersantai yang menenangkan di belakang rumah walaupun rumah Anda berada di daerah Pinggiran Kota (Arsitek edition)

06 Nov 2019

Tampil Cantik Membuat Taman Kecil Depan Rumah dengan Kaktus & Living Wall

November 2019

Musim kemarau yang cukup panjang tahun ini membuat sebagian orang khususnya di kota – kota besar berupaya mencari alternatif untuk tetap dapat menikmati udara segar di lingkungan tinggalnya. Ada yang menambah lubang ventilasi rumah, membuat mini water fall , bahkan sampai membuat taman yang memang sangat minim kebutuhan air. Karena dirasa air juga menjadi masalah ketika musim kemarau tiba.

Di saat pikiran terasa galau karena pekerjaan yang menumpuk dan tubuh terasa lemas karena kurang asupan oksigen, yang kamu butuhkan adalah sebuah taman. Di taman ini kamu bisa bersantai dan menghirup udara berkualitas yang bebas polusi. Pastinya akan lebih menyenangkan kalau punya taman sendiri di rumah.Tidak perlu besar, taman kecil depan rumah saja sudah cukup.

Menata taman kecil depan rumah memang butuh kreativitas supaya terlihat cantik dan penataan yang tepat supaya tidak terasa sempit. Agar kamu mendapatkan bayangan, coba lihat beberapa ide model taman kecil depan rumah berikut ini!

1. Taman kecil depan rumah ala Padang pasir (gurun)

Apakah kamu tahu tanaman yang identik dengan padang gurun? Bisa Kaktus maupun tanaman sukulen ! Tapi yang dimaksud bukanlah kaktus berukuran besar penuh duri, melainkan kaktus mini yang cantik dengan berbagai macam jenis dan bentuk. Kalau mau terlihat indah, pilihlah kaktus yang berwarna cerah.
Tanamlah kaktus-kaktus mini ini langsung pada satu sudut taman kecil depan rumah tanpa pot. Taburkan bebatuan di sekitarnya untuk menambahkan kesan “kering”, bisa juga menggunakan pasir Bangka, zeolite bahkan jenis koral koral mini dan kecil kecil sebagai media tumbuhnya. Penyiraman cukup dilakukan 7 hari sekali dan tidak perlu terlalu basah karena berakibat akar atau daun busuk. Yang penting udara hawa panas mendukiung di lingkungannya walaupun cahaya cukup dari pantulan dari fiber maupun dari luar yang tidak secara langsung.
Bagian taman kecil depan rumah sisanya bisa kamu pasangkan batu pijak atau paving block yang celah-celahnya diisi dengan rumput maupun Batu Kuning untuk point of interest.. Dengan demikian, orang yang masuk ke dalam rumah pun akan merasa lebih bahagia meski tamannya berukuran kecil.

2. Taman kecil depan rumah dengan living wall

Taman kecil depan rumah tidak selamanya mendatar. Kalau lahannya benar-benar terbatas, manfaatkanlah area dinding atau pagar untuk dijadikan living wall atau taman vertikal. Taman yang satu ini cara perawatannya sama seperti taman lainnya yang perlu disirami dan dipangkas beberapa waktu sekali agar tetap terlihat rapi. Taman vertical ini sangat minim penyiraman dan dapat di setting secara otomatis cukup 2 menit sekali siram dengan frekuensi siram 3-4 kali sehari. Lebih irit lagi jika menggunakan system sirkular sehingga air yang turun dari dinding tanaman dapat dinaikkan lagi ke atas untuk penyiraman berikutnya.

Pemangkasan pun bisa di atur 3 – 4 bulan sekali dan tidak semua tanaman harus dipangkas agar terlihat tidak monoton sehingga ada tipis dan tebal tanaman tergantung jenis dan karakter tanamannya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jalur pembuangan airnya. Sebaiknya di balik rangka living wall ini ada pipa khusus untuk mengalirkan air ke samping. Karena jika dibiarkan begitu saja, tanaman di bagian bawah akan mudah membusuk akibat mendapatkan terlalu banyak air. Penyiraman otomatis hamper sama dengan penggunakan sprinkler irigasi di dalam lahan datary g diset timer.
Susunlah tanaman berdasarkan warna atau ukuran. Misalnya saja membuat pola selang-seling, pola melingkar, pola pelangi, atau garis-garis. Jenis tanaman pun dapat dipilih yang low maintenance dan tahan terhadap kondisi minus air sehingga akan meminimkan perawatan . Taman kecil depan rumah pun jadi terlihat menawan. Jadi jangan takut anda untuk memulai merancangnya kami pun akan siap membantu anda.

DQ 081294151532