We Serve With Hearth…
03 Sep 2019

Trik Merawat Taman Pada Musim Kemarau

5 September 2019
By DQ – Admin

Musim kemarau membuat beberapa daerah di Indonesia mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara itu, jika Anda memiliki kebun maupun taman yang bunga-bunganya juga mulai layu saat musim kemarau, ada trik yang bisa Anda simak dari The Daily Telegraph berikut ini.

  • Jika Anda baru berniat menanam tanaman, siram benih 3- 7 hari setelah mereka ditanam.
  • Pilih tanaman yang bisa bertahan di saat musim kemarau datang dengan galian tanah yang lebih dalam. Dengan demikian, akar tanaman akan lebih mudah menyimpan air lebih banyak.
  • Siram tanaman di pagi dan sore hari. Sebab di siang hari, air akan menguap sebelum meresap ke dalam tanah dan disimpan akar tanaman.
  • Siram tanaman dengan banyak air dan teratur daripada sedikit namun sering. Kekurangan air akan membuat akar menembus tanah terlalu dalam dan membuat tanaman menderita.
  • Beri rumput atau jerami di sekitar tanaman kemudian tutup dengan plastik setelah menyiraminya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan air.
  • Pasang irigasi sprinkle baik metode pop up maupun rotary baik pasang manual dengan menancapkan diujung selang atau telah diinstal secara otomatis
  • Gunakan cover plant maupun , mulsa baik plastic UV maupun dari sisa bahan tanaman di sekitar tanaman agar kelembaban madia tanah terjaga untuk mencegah efek kekeringan tanah di sekitar kebun maupun taman. Media waste dari bekas tanaman dapat juga berfungsi sebagai pupuk organic.

Beberapa tips di atas adalah saran perawatan untuk tanaman yang langsung ditanam di kebun. Sementara untuk tanaman yang ada di pot, ada beberapa tips perawatan yang sedikit berbeda.

  • Tanaman yang ada di pot memang sedikit repot perawatannya di musim kemarau. Sebab akar tidak bisa menembus tanah untuk mencari air lebih. Jadi jika Anda lupa menyiramnya, tanaman akan mati.
  • Gunakan pot yang besar untuk menanam tanaman. Sebab pot kecil lebih cepat panas dan mengering.
  • Kumpulkan tanaman yang ada di pot dalam area yang sama. Ketika berkumpul, tanaman akan menciptakan iklim lembap sederhana yang membuat daun-daun tidak terlalu banyak yang gugur dan membutuhkan air lebih sedikit.
  • Gunakan media gell maupun alcosorb yang dicampur di media tanam agar tanaman bertahan ketika kadar tanah rendah atau terhindar dari kekeringan.

Itulah tips perawatan tanaman maupun taman yang bisa Anda terapkan selama musim kemarau melanda. Semoga berhasi.

Admin – 081294151532

07 Aug 2019

Menikmati Keasrian Rain Forest Garden Di Lingkungan Rumah Anda

Juli 2019
Pernahkan Anda terbayang di pikiran, khususnya yang tinggal di kota kota besar yang panas dapat menikmati suasana hutan maupun pegunungan di rumah anda. Paling instan umumnya menggunakan AC dipasang dirumah untuk menghilangkan kegerahan dari cuaca di luar yg semakin hari berkecimpung dengan udara panas di jalan.
Secercah harapan itu kini bisa kita jumpai dan diterapkan di rumah dengan menghadirkan suasana alami ibarat udara sejuk di pedesaan bahkan Susana hutan hujan pun bisa kita rasakan dan dihadirkan di rumah kita.

gambar-1
Penataan landscaping yang memadukan unsur sofscape maupun hardscape dapat diterapkan di lingkungan rumah anda baik di hunian yang berhalaman minimalis bahkan lahan yang cukup luas. Suasana gemericik air dari hulu pegunungan yang dilirkan dalam riak riak sungai kecil dapat menghiasi bahkan dibuat mengelilingi halaman rumah anda.
Tambahan nozzle dengan penyiraman pengkabutan akan menambah suasana alami loingkungan mikro di rumah anda, karena dari udara yang berhembus dari nozzle pengkabutan akan menambah angin apabila anda berada disekitar taman tersebut. Sambil menikmati gemericik mini water falls yang mengalir diantara bebatuan beserta sungai kecil yg mengalir berputar diantara batu kerikil dan pasir di halaman rumah.
Sisi kanan kiri sungai ditanam tumbuhan lembab seperti jenis lumut shellaginella bisa juga lumut merah untuk menghadirkan Susana ekosistem lumut yang hadir di daerah lembab dan dingin. Ditambah tumbuhan parenial Paku Monyet yang terkadang hanya kita jumpai di daerah puncak . Tumbuhan ini tetap bisa eksis tumbuh di kota besar seperti Jakarta dengan didukung dengan system irigasi misting ( kabut) yang disetting sesuai waktu penyiraman dengan siraman yang sangat halus ( 2 jam sekali pagi sampai sore dengan intensitas 5-10 menit).
Konstruksi air terjun pun dapat dibuat secara alami dengan lapisan HDPE terpal elastis yang anti bocor sampai bertahun tahun yang dilapisi dengan batuan Red lavarock dari gunung berapi akan menambah suasana yang natural di rumah anda. Batu ini juga berfungsi sebagai media tanam tanpa menggunakan tanah karena kandungan mineral yang cukup tingginsebagi unsur hara tanaman.

gambar-2
Kombinasi dengan pohon eksotik juga dapat anda atur di sekitrar area ini seperti pohon fosil kamboja maupun pulai yang muncul diantara bebatuan yang ditanam lumut . Tidak ketinggalam penempatan batu pegunungan diarea ini menjadikan point of interst Rainforest garden di rumah anda. Kolam yang menampung airan air dari hulu juga bisa digunakan untuk memelihara ikan hias, koi maupun ikan kegemaran anda yang lain sehingga bisa dinikmati sambil memberti makan.
Anda ingin menukmati suasana ini tidak perlu mencari daerah wisata ke luar rumah penuh dengan kemacetan mencapai daerahnya,, cukup bisa dinikmati dirumah anda sendiri untuk mengisi waktu luang setiap saat anda di rumah baik liburan maupun slesai melakukan aktivitas keseharian. Tunggu Apalagi……

By Admin – 0812924151532