We Serve With Hearth…
26 Jun 2018

MINI GREEN ROOF MENAMBAH SEMARAK AREA RESTORASI DI ATAS GEDUNG PROPERTY

Jakarta terkenal sebagai kota yang penuh hiruk pikuk lalu lintasnya dan suasana panas mulai bisa dirasakan sejak pagi hari sampai menjelang malam. Seolah tiada tempat yang alami untuk berhenti sejenak guna menikmati suasana yang ramah lingkungan. Kondisi ini semakin lama semakin menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat kota kota besar khususnya Jakarta, untuk sekedar melepaskan penat akibat kesibukan aktivitas kerja sepanjang hari. Tidak mengherankan apabilan di gedung gedung pencakar langit maupun serambi atap perhotelan maupun perkantoran komersil lainnya mulailah bermunculan kebun kebun kecil yang ditanamai dan dirancang sealami mungkin dengan berbagai komponen tanaman maupun Pohon Pohon hijau . Mulailah bermunculan Ide Ide Green Roof yang digunakan sebagai area rehat bagi para penghuni perkantoran maupun gedung –gedung yang dilengkapi dengan fasilitas restorasi, maupun rest area bahkan bisa juga digunakan sebagai acara gathering maupun tempat berkumpul dan untuk kegiatan loby loby bisnis namun mengambil suasana santai.

MINI GREEN ROOF 1

Konsep Roof Garden ini didesain secara alami dan menghilangkan semaksimal mungkin container tanaman berupa pot namun diganti dengan konsep Box planter. Lantai atap dirancang dengan kekuatan tertentu untuk menopang media tanam dan dibuat struktur lapisan kedap air dengan system drainase khusus dengan menggunakan water proofing dan culture planter cell agar pembuangan air tetap lancer disaat debit air dari luar masuk ke atap. Jika lapisan weter proofing memadai dan system drainase dipasang dengan benar maka pembuatan green roof akan tahan lama dan pertumbuhan tanaman maupun pohon di atasnya diatas media tanam akan subur. Suasana landscape roof top akan lebih semarak jika dilengkapidengan kombinasi lighting sehingga akan tetap memunculkan Night garden yg tetap dinikmati pengunjung dalam menikmati suasana santai di restorasi.

MINI GREEN ROOF 2

Seorang perancang Green Roof harus mempunyai dasar ilmu yang memadai dalam hal struktur dan pemasangan lapisan green roof tersebut agar air tidak meresap ke dalam atap beton yang berakibat pada bocor pada lantai di bawahnya.

MINI GREEN ROOF 3

Selain memberikan benefit suasana asri di atap lantai gedung maupun rumah atau perkantoran, konsep green roof tersebut juga memberikan dampak posistif berupa mengurangi runoff air hujan , menyerap air dan mengurangi hawa panas lantai di bawahnya. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memberikan fresh oksigen bagi lingkungan sekitarnya. Green Roof ini dapat diterapkan di gedung maupun bangunan yang sangat minim area kosong dengan memanfaatkan luasan bangunan berupa atap yang dipagari dengan system gawangan sebagai natural container baik untuk menampung media tanaman bawah maupun potting pohon pohon pelindung , namun gawangan ini dibuat dengan spot spot berkontur untuk menambah nilai seni dalam menata green roof agar tampak lebih elegant.

MINI GREEN ROOF 4

Jadi saat ini anda tidak perlu susah susah lagi untuk menemukan suasana teduh dan nyaman walaupun tinggal di kota besar dan mampirlah sejenak di restoran roof top maupun hotel seperti Mini Roof Top di Hotel Alia Cikini Jakarta maupun resto resto di Mall kawasan Jakarta lainnya yang memang berhawa sejuk walaupun di siang hari sekalipun.
By Adim – Juni 2018

22 Jun 2017

Roof Garden

Roof_GardenPengembangan taman atap modern (roof garden atau green roof) merupakan fenomena yang relatif baru. Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss, Belanda, Austria Inggris, Italia, Perancis, dan Swedia ). Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008). Beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, Hongkong, China, dan Singapura merupakan penggiat dalam proyek-proyek taman atap. Beberapa contoh proyek pengembangan taman atap yang sukses adalah Flying Green Project (Tokyo dan Hong Kong), Skyrise Greening Project (Singapura), Ecoroof Project (Berlin), Green Roof Project (New York dan Washington) (Joga, 2008).

Keberadaan taman atap, khususnya di kota-kota besar (metropolis) memiliki peran penting seperti halnya ruang hijau lainnya. Ancaman terhadap eksistensi RTH akibat pembangunan infrastruktur-infrastruktur kota dapat diimbangi atau dikompensasi dengan mengembangkan taman atap. Pada umumnya manfaat taman atap (roof garden) adalah sebagai berikut (Green Rooftops, 2008; Holladay, 2006):

  1. Mengurangi tingkat polusi udara, vegetasi pada taman atap mampu merubah polutan (toksin) di udara menjadi senyawa tidak berbahaya melalui proses reoksigenasi; taman atap juga berperan dalam menstabilkan jumlah gas rumah kaca (karbon dioksida) di atmosfir kota sehingga dapat menekan efek rumah kaca;
  2. Menurunkan suhu udara, keberadaan taman atap dapat mengurangi efek panas radiasi sinar matahari yang berasal dari dinding bangunan maupun dari tanah (heat island effect)
  3. Konservasi air, taman atap dapat menyimpan sebagian air yang berasal dari air hujan sehingga menyediakan mekanisme evaporasi-transpirasi yang lebih efisien;
  4. Mengurangi polusi suara/ kebisingan, komposisi vegetasi pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam meredam kebisingan yang berasal dari luar bangunan (suara bising kendaraan bermotor atau aktivitas industri)
  5. Menampilkan keindahan pada aspek bangunan (estetika), sama halnya dengan fungsi taman pada umumnya, taman atap (green roof) menyediakan keindahan bagi aspek bangunan sehingga tampak lebih hidup, asri, dan nyaman;
  6. Meningkatkan kenaekaragaman hayati kota, taman atap dapat berfungsi sebagai habitat sekaligus penghubung bagi pergerakan organisme (wildlife) antar ruang hijau di kawasan perkotaan

Berdasarkan jumlah biaya (perawatan) yang dibutuhkan, kedalaman tanah (media tanam), dan jenis tanaman yang digunakan, taman atap dibedakan menjadi tiga macam yaitu (The Environment Site.org, 2006) :

  1. Taman Atap Ekstensif (Extensive Green Roof), taman atap jenis ini membutuhkan biaya perawatan yang cukup murah, media tanam (tanah) yang dangkal, dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi, atap rumah, teras, atau dinding.
  2. Taman Atap Semi Ekstensif (Semi-Extensive Green Roof), taman atap ini mempunyai kedalaman media tanam (tanah) yang lebih dibandingkan taman atap ekstensif, mampu menampung sejumlah besar jenis tanaman dan lebih dekoratif. Taman atap ini membutuhkan struktur bangunan yang lebih kuat dan berat.
  3. Taman Atap Intensif (Intensive Green Roof), taman atap ini mempunyai ukuran yang luas dengan struktur bangunan yang besar dan kuat, mampu menampung berbagai jenis tanaman baik kecil maupun besar (pohon). Taman atap jenis ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan besar (pencakar langit) serta dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.

Di kawasan perkotaan yang sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar (pencakar langit), memiliki potensi besar untuk dikembangkan taman atap (roof garden). Aplikasi taman atap saat ini telah berkembang luas, tidak hanya terbatas pada gedung-gedung pencakar langit melainkan dapat dikembangkan pada bangunan rumah sekalipun. Aplikasi taman atap dapat dilakukan di kawasan perkotaan.

Nah, berminatkah anda memilikinya dikediaman anda ? Hubungi Kami