We Serve With Hearth…
06 Apr 2018

Beberapa Tips Memilih Jasa Kontraktor Landscape, Taman dan Vertical Garden

Perkembangan dunia property dalam dasawarsa terakhir di tanah air boleh dibilang cukup pesat yang terlihat dimana-mana sekarang khususnya di kota kota besar dibangun gedung maupun perumahan-perumahan dari skala kecil maupun mega project.

Semakin tertekannya environment effect terhadap bangunan maupun infrastruktur mendorong para arsitek mulai mencoba mendesain rancangannya dengan konsep Green Arsitek. Ternyata konsep ini mendapat sambutan yang positif oleh para pelaku property maupun orang orang yang sedang membangun rumah tinggalnya. Mereka berkeinginan mempunyai asset property senyaman dan seasri mungkin agar dapat dinikmati oleh penghuninya. mereka mencoba tinggal di tempat sendiri yang nyaman daripada harus setiap saat mencari tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Namun jauh dari tempat tinggal mereka.

IMG_20170922_141008

Dari konsep itulah para konsumen mencari info sebanyak banyaknya untuk mnendapatkan jasa para landscaper atau pun “tukang taman” yang mempunyai ilmu yang kompeten dan bisa dipertanggung jawabkan untuk menciptakan suasana asri nyaman di tempat tinggal nya.

Banyak pengalaman dari pelaku property maupun konsumen yang meminta jasa para tukang tanaman hias untuk menata taman di rumahnya maupun dilingkungan propertinya, namun mereka terkendala untuk meminta pertanggungjawaban terhadap taman yang telah dibuatnya. Karena hanya bersifat indah sesaat saja tanpa adanya jaminan bahwa taman itu makin subur maupun asri.

Untuk itu ada beberapa tips untuk menentukan atau memilih jasa para pemain Landscape yang memang bisa mempertanggung jawabkan dan menggaransi taman yang telah dibuatnya.

Adapun cara menentukan jasa landscape pertamanan sbb :

  1. Pilihkan jasa landscape yang berbadan hokum minimal CV untuk memanage proses kerjanya
  2. Tanyakan apakah mempunyai personel yang kompeten di bidang pertanian /pertamanan minimal dari sarjana pertanian atau sdh punya pengalaman bertahun tahun
  3. Mempunyai workshop yg setiap saat bisa dikunjungi
  4. Mintakan portofolio dimana saja pernah mengerjakan taman, vertical garden, dll
  5. Mempunyai team kerja atau tidak baik teknis maupun admin apakah hanya di sub kan
  6. Liat hasil karyanya di website /blog dan pastikan bahwa karya karya asli dan tidak menyadur dari pemain lain
  7. Cari info apakah ada kantor /studio landscape
  8. Gali pengetahuan tentang konsep tema tema landscape dan jenis jenis tanaman
  9. Bisa diajak bertemu untuk memberikan solusi taman
  10. Mampu menuangkan dalam desain sesuai konsep taman yang diinginkan

Demikian 10 tips untuk memilih jasa landscape pertamanan agar anda tidak salah mengambil keputusan. Salah memilih akan berakibat anda kecewa setelah 3 bulan taman jadi karena ternyata taman tidak tumbuh dengan baik dan bahkan tidak bisa dinikmati keasriannya.

Murah juga tidak menjamin taman itu bagus, bisa jadi bagus di awal tapi rusak kemudian karena tanaman yang dibuatnya tidak cocok tumbuh. Sementara mereka tidak mau bertanggung jawab jika taman gak berhasil dan anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memperbaikinya atau terpaksa mencari jasa taman yang lain. Lebih baik menggunakan jasa landscape yang sudah jelas dan punya pengalaman namun kita tenang, taman pun akan jadi dan semakin asri.

Selamat mencoba
Admin

14 Feb 2018

BISNIS VERTICAL GARDEN ANTARA ILMU, SENI DAN TEKNOLOGI

Membahas bisnis vertikal garden, saat ini sudah tidak terdengar asing lagi dan aneh dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu. Hampir setiap pelaku bisnis terutama yang berkutat pada bidang pertamanan maupun berjualan tanaman hias pun ikut berpartisipasi dalam bisnis ini.

Apa ini artinya? ternyata prospek bisnis ini cukup menjanjikan terutama di kota kota besar yang notabene memang mempunyai permasalahan yang besar dalam masalah lingkungan. Isu pemanasan global ditambah dengan tekanan lahan yang semakin besar dengan adanya pesatnya pembangunan property semakin menarik para pelaku usaha untuk berbisnis tanaman khususnya di bidang vertical garden ini.

Namun demikian ternyata untuk menekuni bisnis ini butuh bekal ilmu yang terintegrasi agar bisnis ini tidak temporary dan sustainable. Bahkan jika bisnis ini bias menjadi branded maka pasti para user akan selalu mencarinya bahkan arsitek dn kontraktor property pun akan selalu membutuhkan bantuan jasa ini.

bisnis vertical garden

Perlu penguatan perpaduan ilmu yaitu Ilmu pertanian, Ilmu seni dan saint , karena jika kurang menguasai ilmu ini tanaman akan mengalami gagal tumbuh dengan optimum di bidang vertical garden. Apalagi system vertical garden ini pada prinsipnya tanaman ditumbuhkan pada media non tanah dan harus disiram secara otomatis secara periodic dan mempunyai nilai seni baik organis maupun simetris sehingga mempunyai nilai jual.

Seseorang mempunyai dan menguasai ilmu tanaman maupun saint tetapi tidak berjiwa seni tentunya akan menghasilkan produk vertical garden hanya sekedar survive saja dan menjadi kurang menarik untuk dijual ke konsumen. Beda halnya jika menguasai dan selalu bereksperimen dalam penerapan tanaman di bidang vertical misalnya berdasarkan sifat dan karakter, kebutuhan cahaya, nutrisi masing masing komoditi tanaman tentunya akan menghasilkan karya seni yang hidup dan bernilai jual yang tinggi. Inilah yang akan menghasilkan produk yang branded dan selalu dicari para pecinta seni dan lingkungan untuk memasang vertical garden baik di rumah, kantor maupun gedung gedung komersial sehingga tampak asri, green dan ramah lingkungan.

Dari sisi cost sebenarnya memang menjadi bahan pertimbangan dalam penerapnnya di bidang property namun jika eksistensi dan perawatannya di jaga dengan baik akan berdampak positif dan efisien dalam penggunaan energy dalam kurun waktu berikutnya. Penerapan bisnis ini sebenarnya sudah banyak melaui beberapa penelitian para ahli baik di Eropa maupun Asia mengenai dampak dan benefit dari vertical garden baik darin sisi bisnis maupun perbaikan lingkungan terutama di daerah daerah kota besar /kota industri dalam rangka mengurangi efek negative dari masalah polusi udara dan global warning.

Dengan Filosofi memindahkan Hutan ke Kota maka slogan ini akan bernilai jual tinggi dalam membangun bisnis ramah lingkungan yang mendukung sector property yang sedang marak di Kota Kota besar.

Admin ( Januari 2018 )

14 Feb 2018

Keren, Gedung Ini Jadi Taman Vertikal Terbesar di Dunia!

Konsep bagunan hijau terbuka kini telah banyak ditemukan di bangunan-bangunan tinggi. Hal ini menandakan bahwa masyarakat mulai tertarik dengan konsep bercocoktanam vertikal. Dan, sebagai bonusnya adalah tampilan bangunan akan tampak segar dipandang mata dan terlihat lebih hidup dengan hijauan yang terbentang di seluruh bangunan gedung.

taman vertikal terbesar

Salah satu gedung di Bogota, Kolombia, ini bisa menjadi contoh yang mengadopsi konsep ruang terbuka hijau dengan memadukan bangunan tinggi. Bahkan, taman vertikal ini digadang-dagang sebagai yang terbesar di dunia. Bangunan yang diklaim sebagai taman vertikal itu bernama Santalaia.

Gedung tersebut memang benar-benar terlihat tertutup oleh lapisan tanaman yang tampak subur dan hijau. Jumlah tanaman yang menyelimuti bangunan tersebut dikabarkan ada sekitar 85.000 jenis. Sangat menakjubkan bukan?! Dengan tinggi 11 tingkat, terdiri atas 9 tingkat dan dua lantai di bawah tanah menjadikan Santalaia sebagai bangunan tinggi hijau.

Tanaman yang menutupi sisi bangunan itu luasnya diperkirakan mencapai 3.100 meter persegi. Dengan jumlahnya yang banyak, kehadiran taman vertikal terbesar di dunia itu mampu memberikan manfaat yang cukup besar. Menariknya, proses pembuatan gedung hijau ini hanya dilakukan selama satu tahun dan selesai dibuat pada 2017.

Taman vertikal itu disebut-sebut mampu memasok oksigen untuk 3.000 orang lebih sepanjang tahunnya. Selain itu, taman vertikal yang menempel di gedung itu mampu menyaring 2.000 ton gas berbahaya dan menjaring 881 pon debu. Paisajismo Urbano’s Colombia merupakan pihak di balik rancangan dan pembangunan taman vertikal terbesar di dunia itu. Pihaknya membangun gedung lengkap dengan segudang tanaman itu menggunakan sistem yang inovatif dan diharapkan dapat dicontoh dan taman vertikal di bagunan gedung dapat bertambah sehingga pemanasan global dapat berkurang.

07 Mar 2017

Mengenal Taman Vertikal di Dinding Ruangan Indoor

Dewasa ini istialah taman penghijauan di bidang vertikal sudah tidak asing lagi khuusnya di Kota Kota besar terutama di Jakarta, Beberapa gedung Pemerintah, Pertokoan , Mall – Mall besar, Tiang Tiang jembatan Layang terpasang vertikal garden sebagai solusi mengurangi dampak pemcemaran lingkungan /polusi udara. Gejala ini tidak ketinggalan dijumpai di rumah rumah kawasan elite yang pada umumnya dipasang di ruang belakang tepatnya menjadi satu kesatuan dengan kolam renang sebagai area privacy bagi pemilik rumah. Seiring dengan perkembangan waktu mulai terjadi pergeseran secara paralel untuk pembuatan taman vertikal ini. Model ini mulai secara berangsur diterapkan di area interior yang selama ini banyak dibuat di area ekterior karena memang banyak di supplay oleh cahaya matahari sebagai salah satu faktor utama yang menjadi kunci pertumbuhan tanaman.vega_indoor-1

Inovasi teknologi mampu menghasilkan cara baru dalam bertaman, dengan menggabungkan teknik struktural bangunan dan lanskap agar bisa menghasilkan satu konsep greeneries yang mampu menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan yang ada. Celah-celah area yang terbentuk dari komposisi struktural bangunan dapat dijadi media untuk bereksplorasi. Struktur masif dinding bisa disulap menjadikan area taman yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan hamparan taman yang luas.

Aplikasi dinding ”bertaman” atau yang populer dengan sebutan vertical garden tidak hanya pada ruang luar tetapi juga dapat diaplikasikan di ruangan dalam dan menjadi kesatuan dari konsep interior ruang.

Namun demikian untuk menerapkan konsep taman vertikal di dalam ruangan ada beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian:

  1. Kebutuhan cahaya tetap menjadi kunci utama minimal diperlukan 2.000 lux , cahaya matahari dapat digantikan dengan penggunaan lampu Metal Hilide maupun Lampu LED yang dipasang dengan timer ( 6-7 jam /hari ). Pemasangan lampu cukup berjarak 80 – 120 cm dari tanaman agar tanaman tidak hangus.
  2. Sistem irigasi lebih direkomendasikan dengan system sirkuler artinya untuk menghindari ruangan becek air tampungan di Tarik kembali ke atas untuk mengairi tanaman.
  3. Jenis Tanaman dipilih yang tahan terhadap minimnya cahaya.

Komposisi tanaman yang sudah dirancang secara computerized, dalam pelaksanaannya diaplikasikan pada setiap modul. Dalam hal ini tanaman tersebut ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum modul diaplikasikan pada dinding. Dengan demikian tanaman sudah tumbuh stabil dengan perakaran yang sudah melekat sempurna ke media tanamnya. Karena akan diaplikasikan di dalam ruangan, hendaknya dipilih jenis-jenis tanaman yang tahan hidup di lingkungan teduh seperti jenis pakis-pakisan (kadaka dan Adiantum atau suplir). Sebagai aksen ditanam beberapa jenis tanaman hias daun yang memiliki corak warna yang eksotis seperti Dracaena, Philodendron, Peperomia dan Bromelia. Kesemua jenis tanaman tersebut memiliki karakter tumbuh yang lambat dan memiliki perakaran serabut. Beberapa jenis tanaman yang direkomendasikan antara lain:

a. Dracaena surculosa
b. Dracena bamboo
c. Dracena jenis Maranta
d. Dracena compacta
e. Philodendron burlmenak
f. Philo xelum
g. Pholodendron golden
h. Philo local
i. Sirih gading
j. Jenis peperomia hijau
k. Bromeliad sp
l. Walisongo
m. Pakis /kadaka
n. Begonia sp

vega_indoor-2Namun demikian yang menjadi bahan catatan disini bahwa vertikal garden tidak secerapat pertumbuhannya di area ekterior /outdoor karena terbatasnya cahaya untukl pertumbuhan tanaman. Namun dengan bantuan pencahayaan lampu khsuusus vertikal garden indoor akan tetap bertahan selama manajemen pemeliharaan dilaksanakan sesuai dengan aturan. Kebutuhan air juga tidak terlalau banyak karena proses penguapan juga sedikit. Beberapa vertikal garden indoor di wilayah Jakarta dapat anda temui di gedung PP, Menara Rajawali, Hotel Ibis Budget Menteng, Lobby Apartemen Senopati dll. Jadi tidak perlu kuatir lagi jika anda hendak membuat vertical garden indoor di ruangan rumah maupun kantor anda.

28 Feb 2017

Konsep Taman Rumah Sakit (Healing Garden)

Bangunan beton dan sekat sekat pembatas antar kamar pasien akan memberikan efek kejiwaan bagi pasien penghuni rumah sakit, ditambah peralatan peralatan yang ada sebenarnya memberikan pengaruh perasaan kejiwaan bagi pasien. Pengobatan modern dengan operasi dan obat-obatan memisahkan pasien dengan taman/ruang luar. Pasien ditempatkan di dalam ruangan tertutup, menggunakan penyejuk ruangan, berada dalam satu kamar dengan pasien lain, dan waktu kunjung keluarga yang terbatas. Semua itu memberikan perasaan yang tidak nyaman.

Saat ini, karena keterbatasan lahan, bangunan rumah sakit dirancang vertical (bangunan tinggi), sehingga tidak ada atau sedikit lahan yang digunakan untuk taman. Berbeda dengan pengobatan abad pertengahan, yang menyakini bahwa akses ke ruang luar (taman) bermanfaat bagi kesehatan pasien secara fisik dan mental. Ini akan membantu pasien dalam masa pemulihan, terutama bagi pasien dengan kondisi khusus. Rumah sakit yang dibangun pemerintahan Belanda di Indonesia, mempunyai ruang luar (taman) yang luas. Kamar pasien dengan jendela lebar mengarah ke taman. Antara satu bangunan dengan bangunan lain dihubungkan dengan koridor yang membelah taman, sehingga orang yang berkegiatan di rumah sakit dapat melihat dan menikmati pohon, rumput , dan suasana taman.

Taman dengan elemen alami; batu, kayu, tanaman, air, dan sinar matahari mampu memberikan efek yang menyenangkan, terutama bagi pasien yang dirawat di rumah sakit anak, klinik kanker, rumah sakit rehabilitasi, fasilitas untuk pasien luka bakar, dan klinik lansia. Taman dengan perancangan khusus mampu menghilangkan stress pada pasien, dapat meningkatkan daya tahan dan meningkatkan kekebalan tubuh secara alami. Ada empat hal dalam rancangan yang dapat membantu mengurangi stress: suasana alami, latihan-tubuh (bergerak), dukungan sosial, dan rasa terkendali terhadap lingkungan sekitar.

Semakin seseorang terlibat dengan lingkungan alami, maka rasa cemas akan semakin menurun dan rasa sakit semakin tak terasa, dengan cara melihat bunga yang berwarna warni dengan bermacam-macam karakter tanaman, melihat bayangan tanaman di air, melihat pemandangan sekitar, mendengar suara air, merasakan semilir angin di waktu pagi, dan menyaksikan gerakan kupu-kupu dan burung yang bertengger di antara tanaman. Taman rumah sakit harus mengakomodasi pengalaman rasa dari semua indera perasa. Di dalam taman terdapat ruang bagi pasien dan keluarga untuk bertemu, duduk, dan menikmati suasana taman. Ini akan memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.

21 Feb 2017

Hutan Vertikal Penyelamat Polusi di Cina

Salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia adalah negara China. Banyaknya penduduk di negara ini juga menyebabkan banyaknya penggunaan kendaraan bermotor, yang mana juga banyak mengeluarkan karbon monoksida. CO atau karbon monoksida adalah suatu jenis gas yang berbahaya bagi saluran pernafasan manusia khususnya pada organ tubuh paru-paru. China sekarang ini juga dikenal dunia sebagai salah satu negara yang kadar kebersihan udaranya sangat rendah, yang diakibatkan polusi kendaraan bermotor dan asap pabrik yang terlalu berlebihan di negara itu. Mungkin kalian juga pernah mendengar tentang udara pegunungan yang sampai dijual per kantong plastik untuk menghirup udara yang dirasa benar-benar bersih.

polusi_di_cina_1

Dan baru-baru ini China sedang menjalankan proyek pembangunan bangunan tinggi berisi hutan buatan dengan berbagai tumbuhan alami yang dimaksudkan untuk mengurangi polusi parah di negara itu, dan merupakan yang kesekian kalinya di dunia. Bangunan ini dibangun setelah China memecahkan rekornya untuk konstruksi jembatan kacanya. Hutan ini akan dibuat dengan membuat struktur dengan level bergantian antara bagian hijau atau disebut dengan “green tanks” dan bagian balkon, yang hampir sama dengan bangunan di Milan yang terkenal bangunan hutan vertikal yang tingginya mencapai 650 kaki.

Proyek pembangunan ini dinamakan dengan Nanjing Green Tower. Dua menara hijau akan berdiri kokoh di tengah kota Beijing dengan 1.100 pohon dan 2.500 tanaman gantung. Bagian hijau yang akan dilapisi dengan area seluas 6.000 meter persegi diharapkan untuk menyerap 25 ton gas karbon dioksida setiap tahun sembari menghasilkan 130 pound atau 60 kilogram oksigen setiap harinya. Puncak dari kedua menara ini akan dibangun sebuah kantor minimalis pada ketinggian 35 lantai. Di tempat lain di dalam bangunan ini akan dibangun sebuah museum yang dinamai dengan “a green architecture school” dan sebuah lantai pribadi yang dilengkapi dengan bar. Dan di menara yang lebih kecil, akan dibngun sebuah hotel bernam Hyatt hotel dengan 247 kamar dan dilengkapi dengan lantai puncak dan juga kolam renang.

polusi_di_cina_2

Sebuah podum dibawahnya juga akan disediakan beberap toko, food court, restoran, ruang pertunjukkan, dan ruang pertemuan. Bangunan hutan vertikal atau disebut “Vertical Forest” ini direncanakan akan rampung pada tahun 2018. Arsitek yang merancang bangunan ini adalah arsitek yang merancang bangunan hutan vertikal di Milan, Italy, dan diaerah Lausanne, Swiss. Pimpinan arsitek, Stefano Boeri telah mendesain beberapa bangunan bertema eco-friendly dan green projects di seluruh dunia yang meliputi sebuah “mountain forest hotel” di China dan “urban tree lounge”.

17 Feb 2017

Vertical Garden Membentuk Gedung Hijau di Kota Jakarta

Istilah kata tersebut di atas kini sudah tidak asing lagi untuk warga yang tinggal di kota besar seperti di Kota Jakarta. Untuk menemukan bangunan bangunan hijau kita tidak terlalu kesulitan menemukannya. Baik gedung-gedung pemerintah maupun gedung-gedung swasta atau perkantoran sudah mulai memfungsikan sebagai bangunan hijau yaitu dengan membuat vertical garden atau taman vertikal.

gedung_synthesis
Sumber : Gedung Synthesis Square MT Haryono – Jakarta

Tentunya tidak sedkit biaya yang dianggarakan untuk membuat taman vertikal ini, namun mempunyai multiplier efek yang cukup besar yaitu selain aspek estetika dapat, aspek lingkungan tentunya cukup dapat dirasakan diantaranya akan berdampak mengurangi polusi udara dan menurunakan suhu di dalam gedung. Cukup banyak penelitian yang telah dilakukan di negera negara maju seperti Singapore misalnya efek vertikal garden ini mampu menurunkan suhu di dalam gedung hingga 20 % dibandingkan dengan tanpa menggunakan vertical garden. Bahkan tanaman ini juga mampu berfungsi sebagai insolasi suara bising dari luar. Tentunya bisa kita hitung berapa penghematan energy yang bisa dinikmati oleh pengguna gedung seperti penggunaan AC dan pemakain energy listrik.

gedung_bca_bogor

Tentunya efek ini berbeda dengan tanaman rambat maupun tanaman cascade (menjuntai) karena tidak sepenuhnya tertanam di dalam struktur dinding sehingga kurang memberikan efek lingkungan terhadap gedung kecuali hanya sebatas unsur estetika dan gedung “ramah lingkungan” , namun jika dengan ditanam dengan vertical gareden baru bisa diperhitungkan efek lingkungannya karena melibatkan jumlah tanaman berjumlah massal yang berperan besar dalam mensuplay oksigen. Jadi fakta ini dapat kita bedakan antara vertical garden dengan konsep tanaman rambat (climber plant) maupun tanaman menjuntai (cascade plant). Kedua jenis tanaman ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk menutup fasad bangunan namun vertikal garden ketika selesai ditanam langsung menutup fasad bangunan.

gedung_bca_bogor2

Beberapa gedung bisa kita jumpai seperti gedung di Harmoni, Gedung Kementrian Pendidikan di Jakarta pusat, Apartemen di Senayan, Gedung property di Jakarta selatan, Gedung pusat Training BCA di Bogor, Tower di Jakarta Utara, Super Mall di Bintaro dan beberapa tempat lain tidak begitu sulit kita temukan. Hal ini akan dapat menggugah dan menyadarkan para pemain property di Kota Kota besar untuk berperan aktif dalam rangka menjadikan kota Jakarta yang indah dan ramah lingkungan dan diharapkan menjadi Kota Ekowisata Megapolitan dan memberikan contoh kepada kota kota lain di Indonesia.

Sumber : Gedung Pusat Training BCA Bogor

Jika harapan dan impian Kota hijau itu tercapai akan terwujud Kota metropolitan dan megapolitan yang ramah lingkungan dan indah sehingga program pemerintah dalam membuat Ruang terbuka Hijau akan terwujud dengan mudah.

08 Feb 2017

SERIAL PEMELIHARAAN VERTICAL GARDEN (1)

RENOVASI DAN PERBAIKAN TAMAN VERTIKAL

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir perkembangan bisnis Vertical Garden semakin berkibar khususnya di kota-kota besar. Hal ini mulai terlihat beberapa gedung di tepi jalan utama maupun di wilayah fasilitas umum dipasang vertical garden.
Belum lagi ditambah instansi instansi di sekitar jalan raya dan perhotelah yang marak ditanam vertikal garden. Suasana tersebut tentunya menambah semaraknya kota yang semula terkesan panas akibat padatnya lalu lintas kendaraan bermotor menjadi terkesan ramah lingkungan dan di harapkan akan berdampak juga mengatasi polusi udara yang menjadi salah satu problem di perkotaan.

Seperti kata pepatah membangun lebih mudah dari pada memelihara, semboyan itu ternyata berlaku juga untuk pembuatan vertikal garden. Banyak bangunan-bangunan yang semula menggunakan vertikal garden baik gedung-gedung perkantoran sampai dinding dinding rumah pribadi maupun area umum . Semula vercikal garden tampak indah dipandang mata namun ternyata tidak sampai 1 tahun bahkan ketika sdh melewati waktu lebih dari 1 tahun tidak sedikit kita jumpai vertikal garden itu menjadi kering bahkan sudah tidak terawat atau pun dibiarkan tumbuh liar begitu saja.

taman_vertikal_raffles_hills_1

Banyak faktor yang menyebabkan vertical garden mengalami kondisi seperti ini baik menyangkut pemilik maupun penyedia jasa vertical garden itu sendiri. Kurangnya perhatian penyedia jasa taman vertikal kepada para pengguna jasa ini salah satu penyebab faktor rentannya kerusakan vertical garden.

Bisnis yang hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa mengedepankan perhatian kepada pengguna jasa tersebut menimbulkan efek negatif yang berdampak pada kelangsungan hidup taman vertikal. Terkadang penyedia jasa hanya jual putus atau tidak mau lagi memfollow-up perkembangan pertumbuhan vertical garden seolah-olah bahwa vertical garden tersebut adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik setelah melewati masa retensi. Padahal sebagian besar konsumen adalah awam untuk memelihara vertical garden.

Melihat kondisi dan fakta-fakta tersebut diatas kami sebagai salah satu penyedia jasa perintis taman vertikal mempunyai bagian khusus yang melayani perbaikan-perbaikan maupun redesain (mendesain kembali) taman vertikal yang telah ada agar kembali tumbuh dengan normal, misalnya dengan penggantian tanaman, perbaikan system maupun merubah pola desain dengan tanaman tanaman yang low maintenance serta system instalasi irigasi yang lebih sederhana agar konsumen lebih mudah memahami pemeliharaan taman vertikal. Selain itu untuk rawatan rawatan rutin dengan system kartu control juga kami lakukan sehingga jika terjadi troble di sub system taman vertikal cepat dapat diketahui dan langsung ditangani oleh team khusus kami yang bertanggung jawab menangani layanan service rawatan /perbaikan vertical garden.

Adanya layanan khusus ini diharapkan para penggemar taman vertikal yang telah lama maupun baru memasang vertical garden di rumah/kantor/gedung maupun tempat tempat lainnya merasa nyaman dan aman dengan mempercayakan kepada kami untuk merawat vertical garden yang telah dimilikinya sehingga tanaman tetap akan tumbuh subur, dan tetap terjaga keindahannya.

29 Jan 2017

Mengapa Vertical Garden Gagal ?

Seiring dengan berkembangnya bidang pertamanan yang sejalan dengan pesatnya pertumbuhan properti skala nasional, mendorong para pengusaha bidang pertamanan maupun retail tanaman hias berlomba untuk mendapatkan order taman. Berkembangnya landscape yang saat ini menjadi trend yaitu ide taman vertikal atau vertical garden semakin banyak diminati pebisnis taman apalagi bidang ini cukup menjanjikan keuntungan yang significant.

Bahkan konsumen pun bebas memilih untuk menentukan siapa yang sanggup membuat vertical garden dengan kualitas bagus namun harga murah/kompetitif. Adanya peningkatan permintaan tentu akan mempengaruhi harga di pasaran pemain taman. Terkadang demi mengejar keuntungan semata orang yang biasa bahkan masih awam tentang ilmu vertical garden ini pun berani menawarkan harga yang tidak realistis demi mendapatkan orderan.

Misalkan Harga kompetitif di pasaran yang berkisar 1,5 – 1,8 jt /per m2 saat ini banyak yang menawarkan harga 1 juta per m2 tentunya ditambah tawaran tawaran lain yang menarik konsumen. Sebagai konsumen yang kebanykan awan masalah taman vertikal otomatis lebih tertarik dan memilih kepada vendor yang lebih murah tanpa berpikir panjang untuk kelangsungan vertikal garden yang telah dipesannya.

Tentu kita bisa menebak akibatnya bukan….

Baru berjalan 1 tahun saja sdh sering terdengar keluhan dari para klien yang telah memasang vertical garden baik dirumahnya, kantor , gedung, maupun tempat lainnya. Mereka mengklaim tanaman tidak cocok, system tidak pakem, kurang ini dan itu sehingga berita negatif vertical garden lebih mudah tersebar. Hal ini menjadi preseden buruk bagi bidang pertamanan oleh pelaku siapa pun bahwa vertical garden sangat beresiko tinggi dan tidak awet.

Melihat fakta ini ada beberapa hal yang perlu kita cermati karena kenyataan kenyataan yang sering terjadi dilapangan yang dapat menimbulkan kegagalan vertical garden:

  1. Kecerobohan pelaksana lapang dalam membuat setiap tahapan pemasangan vertikal garden mulai dari pemasangan struktur, media, instalasi maupun cara penanaman yang asal cepat jadi.
  2. Kurangnya ilmu yang memadai dan pengalaman yang cukup pihak vendor dalam melakukan bisnis vertikal garden , mulai dari pemilihan jenis tanaman, karakter tanaman , dan pengetahuan tentang system irigasi.
  3. Pelayanan purna jual yang buruk , memandang pekerjaan hanya selesai setelah proyek berakhir tanpa melakukan perawatan dan control yang rutin.
  4. Tidak memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen sehingga mulai dari material dasar sampai tanaman dipilihkan tanaman tanaman yang belum cukup umur maupun material yang paling murah dipasaran hanya untuk memperoleh kelebihan keuntungan materi semata.
26 Jan 2017

Vertical Garden dan Roof Garden Menjadi Idola PemProv dalam Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau

Mewujudkan Ruang terBuka Hijau sebesar 30 % sesuai peraturan tata ruang perkotaan kini bukan hal yang mustahil. Sebagai contoh DKI Jakarta saat ini hanya mempunyai kisaran 9,8 % area RTH masih mempunyai harapan optimis untuk mewujudkan impian dan mengejar angka 30 % dalam rangka memberikan ruang udara terbuka dan menambah supplay oksigen bagi lingkungannya.

Yang tidak kalah penting adalah banjir yang selalu menghantui warga Ibu kota akibat sempitnya kota ini akan alokasi daerah resapan air. Kurangnya daerah resapan air mengakibatkan air hujan terjadi run off dan akan langsung diteruskan ke daerah rendah di sekitarnya. Ini yang setiap tahun menjadi langganan warga ibukota bahkan puncaknya menjadi langganan setiap 5 tahunan.

Bagaimana mengatasi hal ini? hutan hutan beton yang memenuhi ruangan lahan ibu kota apakah mampu mengendalikan dan mencegah bahaya banjir? Apakah dinding beton yang ditumbuhi ACP-ACP bahkan kaca-kaca akan mampu mengurangi emisi carbon atau bahkan sebaliknya?

Ada cara yang jitu namun terkadang dianggap sepele oleh kebanyakn warga karena adanya pola dan gaya hidup yang diikuti oleh berbagai aktivitas dan kesibukan setiap harinya. Adalah Kegiatan Penanaman maupun penghijauan? Kalau sudah sempit lahanyya dimana lagi kita harus melakukan penanaman, berapa besar biaya untuk membebaskan lahan untuk kegiatan ini?

Adanya kemajuan teknologi di bidang Pertanian saat ini sangat berjasa dalam usaha memberikan solusi yang significant mengatasi problem lingkungan di perkotaan. Aktivitas penghijauan tidak lagi memerlukan lahan dan tanah, bahkan saat ini penghijauan dapat dilakukan di dinding dinding beton bahkan atap bangunan. Teknologi itu adalah Vertical garden dan Roof garden. Dengan teknologi aeroponik dan hidroponik kegiatan ini mampu mengatasi masalah ini . Sistem budidaya dan teknologi pengairan yang hemat energy dan ramah lingkungan sangat berperan dalam mengatasi problem lingkungan di kota besar.

Inilah manfaat vertical garden maupun roof garden:
1. Mempu mensuplay pasokan Oksigen
2. Meredam suara bangunan di dalamnya
3. Menahan air hijan
4. Menahan laju run off air ke daratan
5. Mengurangi ancaman bahaya banjir
6. Menambah nilai property
7. Ramah lingkungan
8. Menambah keindahan/estetika dan kenyaman bangunan

Mari kita impikan dan cita-citakan untuk mewujudkan RTH kota Jakarta dengan waktu singkat mencapai 30 % bahkan lebih, menjadi kota bernuansa hijau dan ramah lingkungan.