We Serve With Hearth…
20 Apr 2017

Sistem Irigasi Taman Sprinkle

Dalam sistem irigasi biasa, 50% air yang digunakan untuk irigasi digunakan untuk tanaman, dan sisanya hanya terbuang percuma. Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkler dapat menghemat 50% air dibandingkan dengan metode irigasi. Air merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas dari tanaman. Irigasi merupakan cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas dari tanaman. Salah satu cara irigasi moderen adalah dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle. Cara ini sangat populer di seluruh negara maju di dunia.

springkle

Sistem irigasi sprinkle ini pada dasarnya menggunakan air yang bertekanan dan keluar melalu perangkat yang disebut sebagai penyiram (sprinkler). Penyiram (sprinkler) biasanya terletak pada pipa yang disebut lateral. Air disemprotkan ke udara dan kemudian jatuh masuk ke dalam tanah, menyirami tanaman yang ada di sekitarnya. Sistem irigasi sprinkler menggunakan sistem penyemprotan air seperti curah hujan alami. Tekanan air disalurkan kemudian dikeluarkan melalui nozzle yang kemudian memecahkan air sehingga keluar seperti titik-titik air hujan. Tekanan air berasal dari pompa yang mendorong air melalui pipa kemudian keluar melalui nozzle. Nozzle selain berfungsi sebagai pemecah air, juga dapat digunakan untuk mengatur tekanan jarak dan banyak sedikitnya air yang keluar.

Komponen dalam sistem irigasi sprinkler ini meliputi sumber air, baik dari sumber air yang terbuka (misalnya, sungai, kolam, danau, waduk, dll) maupun yang berasal dari tempat tampungan air (misalnya tandon air, ground tank, sumur, dll). Unit untuk mendorong air sehingga menghasilkan air yang bertekanan untuk kemudian disalurkan melalui pipa dan keluar melalui nozzle (misalnya pompa). Terakhir adalah sprinkler, yang merupakan komponen utama, meliputi pipa lateral, pipa riser, dan penyiram (nozzle).
Berikut ini adalah beberapa aksesoris tambahan yang biasa digunakan pada sistem irigasi sprinkle:

1. Reducers
2. Elbows
3. End plug Tees
4. Regulators and Gauges
5. Valves
6. Filters

Umumnya sistem irigasi sprinkler ini sering digunakan pada tanah normal, maupun tanah dangkal. Cocok juga untuk medan yang berpasir, medan yang bergeombang, hingga banyak diadopsi untuk pengairan di daerah perbukitan. Untuk penanaman ladang cocok untuk semua jenis ladang / kebun, namun tidak cocok digunakan untuk tanaman padi (sawah) dan juga jerami. Untuk perkebunan seperti kebun tanaman kering, sayuran, tanaman berbunga, kebun teh dan kopi, sangat cocok dan dapat mengadopsi sistem irigasi.
Sumber : Greenart Indonesia

16 Jan 2017

10 Prinsip Pemeliharaan Vertikal Garden

Kunci keberhasilan vertical garden adalah masalah pemeliharaan. Hal hal pokok yang perlu diperhatikan dalam menjaga dan memelihara vertical garden adalah :
1. Mempunyai Rasa memiliki
2. Memiliki rasa kepedulian /konsen terhadap tanaman dan peduli lingkungan
3. Pengetahuan tentang vertical garden
4. Kontrol /checking kondisi pertumbuhan dan system vertical garden

PRINSIP – PRINSIP PEMELIHARAAN SISTEM VERTIKAL GARDEN

1.MEMASTIKAN TERJAGANYA PASOKAN AIR SECARA KONTINYU
Air merupakan kebutuhan vital untuk pertumbuhan tanaman. Tanpa pasokan air maka tanaman akan layu dan mati. Vertikal garden yang ditanam tanpa tanah dan hidup di media geotektilee mutlak harus mendapat siraman air. Tanpa adanya pasokan air dalam waktu 8 jam, maka tanaman vertical garden akan layu dan tidak akan bertahan (kering). Sehingga hal yang pertama harus diperhatikan adalah terjaminnya pasokan air yang masuk dalkam torn air. Saat dilakukan control kondisi thorn air tidak boleh kering (torn air harus selalu tersedia stok air).taman_vertikal_padang_2

2.MEMASTIKAN SISTEM PANEL TERSUPLAY LISTRIK DARI  PUSAT
Mengingat system penyiraman vertical garden adalah system otomatis maka tersedianya/ tersuplaynya  power ke system panel Vg harus selalu tersuplay selama 24 jam. Power listrik digunakan untuk menggerakkan timer dan pompa air yang telah diatur/setting secara otomatis. Sistem penyiraman diatur 4 kali sehari yaitu pukul 07.00 , 10.00, 13.00 dan 16.00 selama 5 – 7 menit sekali siram. Penyiraman tidak perlu terlalu lama karena hanya akan membuang air dan tidak efektif. Hal penting adalah cukup air membasahi media geotek dan jika telah jenuh media basah air akan menetes ke talang drainase berarti air telah merata membahsahi media. Indikator listrik tersuplay bisa di cek dengan adanya lampu indicator di box panel VG.

3.KONTROL MEDIA GEOTEKTILE
Cara pengontrolan sederhana untuk melihat pertumbuhan tanaman adalah dengan memegang/menyentuh media geotekstile. Jika media lembab/basah maka kondisi penyiraman normal, dan jika kering sebagian maka dimungkiunkan ada instalasi yang tersumbat dari nozzle dan apabila rata maka system penyiraman toidak jalan, maka harus dicek lagi air di torn atau indicator lampu di box panel VG.

4.KONTROL SISTEM SELANG NOZZLE
Untuk pemeliharaan system irigasi terkadang beberapa endapan  atau pasir dari sumber air  ikut masuk dalam pipa irigasi , yang dalam waktu yang singkat akan menyumbat nozzle. Untuk itu perlu dilakukan control nozzle di pipa irigasi untuk dibersihkan dari endapan endapan yang dapat menyumbat keluar air. Kegiatan ini dapat dilakukan 1-2 kali sebulan agar saluran irigasi tetap bersih

5.BERSIHKAN FILTER PENYARINGAN
Filter yang dipasang dalam system irigasi terkadang kotor karena menyaring pasir/endapan air. Hal ini perlu dibersihkan dan disikat kisi kisi di dalamnya agar tidak menyumbat air yang lewat di filter sehingga tidak menyumbat penyiraman vertical garden. Pembersihan filter dilakukan 1 bulan sekali.

6.KONTROL SISTEM TIMER
Timer yang diletakkan dalam box panel perlu dikontrol system digital angkanya. Apabila angka di timer menunjukkan waktu/jam yang berlaku saat itu maka system timer berjalan normal namun apabila error perlu segera penanganan untuk segera diperbaiki lagi atau di setting ulang. Namun apabila di timer mati maka perlu di  cek  kemungkina  tidak ada power yang masuk. Pengecekan Timer perlu dilakukan pengontrolan tiap hari agar apabila terjadi troble segera dapat ditangani.

7.PEMBERSIHAN DAN PEMBUANGAN DAUN DAUN KERING
Tanaman Vertikal garden dalam proses pertuimbuhanya terkadang terdapat daun daun tua yang kering. Sebelum tumbuh daun yang baru. Agar pertumbuhan normal maka diperlukan pembersihan dan pembuangan daun kering agar tetap bersih dan tanaman tumbuh dengan normal. Pembersihan tanaman tanaman kering dilakukan 2 minggu sekali.

8.PEMANGKASAN
Beberapa tanaman vertical garden mempunyai tipe pertumbuhan yang berbeda beda, ada yang cepat dan lambat. Hal ini dimaksudkan agar vertical garden tumbuh variasi ada yang tebal dan tipis sehingga terbentuk taman vertical yang variatif bentukannya. Untuk tanaman yang terlalu cepat tumbuh diperlukan pemangkasan ujung daun agar pertumbuhan terkendali. Pemangkasan khusus tanaman yang cepat tumbuh daunnya dapat dilakukan 2 bulan sekali .sedangkan yang agak lambat cukup 4 bulan sekali.

9.PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT
Untuk mencegah pertumbuhan hama penyakit perlu dilakukan pembersihan daun daun kering agar tidak terdapat tanaman sisa yang tumbuh yang menyebabkan dihinggapi penyakit. Apabila tanaman tetap normal pertumbuhannya tidak perlu dilakukan penyemprotan, namun saat control jika terjadi serangan penyakit/hama perlu dilakukan penyemprotan  1 bulan sekali dengan obat hama penyakit. Namun penyemprotan tidak mjutlak diperlukan apabila vg terpelihara dengan baik dan lingkungan di sekitarnya bersih.

10.PEMUPUKAN
Untuk membantu pertumbuhan vertikla garden supaya subur maka diperlukan pemupukan yaitu melalui tangka air yang akan disdistribusikan secara otomatis bersamaan dengan penyiraman.

Pemupukan dilakukan 7 hari sekali dengan menggunakan pupuk supllemen Gromore dengan dosis  100 gram/1000 literair atau 10 sendok makan pupuk dilarutkan dalam 1000 liter tangka air sekali pemupukan.
Namun setelah 3 bulan frekuensi penyiraman dapat dikurangi 2 minggu sekali dengan takaran yang sama. Untuk awal pertumbuhan juga diperlukan pupuk EM 4 untuk menumbuhkan bakteri di media tanam agar mampu mensuplay nutrisi ke akar tanaman yang tumbuh pada media geotekstile.