We Serve With Hearth…
16 Feb 2021

MEWUJUDKAN KOTA HIJAU MELALUI DESAIN ESTETIK RUANG TERBUKA HIJAU

Apakah arti kota hijau? Apakah kota yang keseluruhan bagian kota memiliki unsur berwarna hijau? Ya, berbicara mengenai kota hijau mengungkapkan sebuah kota yang erat dengan lingkungan dan infrastruktur hijau dengan desain landscape yang menjadi penyeimbang lingkungan. Saat ini kota-kota di Indonesia berkembang ke arah pembangunan fisik sehingga tak jarang timbul banyak masalah seperti kepadatan bangunan, kepadatan guna lahan bahkan penurunan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian khusus untuk pengembangan kualitas lingkungan melalui pengembangan kota hijau dengan berfokus kepada peningkatan kualitas lingkungan, penambahan ruang terbuka hijau (RTH), dan diterapkannya unsur infrastruktur hijau sebagai unsur utama kota hijau.

Program pembangunan/revitalisasi taman-taman kota yang melibatkan masyarakat secara langsung. Program-program tersebut, seperti “Urban Farming”, Green and Clean”, “menjadi kota Berwarna Bunga”, dan meningkatkan kembali implementasi 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah, dilakukan dalam rangka membentuk kota hijau yang sehat. Program-program ini telah meningkatkan RTH yang di bawah 10% menjadi 20,25% (Forum Diskusi Nasional Perkotaan (Bappenas), 2011). Hal tersebut berdampak langsung terhadap pengembangan kota karena berdampak kepada pemeliharaan ruang terbuka hijau, peningkatan kualitas lingkungan, pengelolaan persampahan dan perbaikan kampung kumuh.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan kota hijau sebagai konsep pengembangan lansekap perkotaan menjadikan kota memiliki peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengembangan kota hijau melalui pembangunan ruang terbuka hijau memberikan dampak dalam menjaga fungsi ekologis, sosial, budaya, dan fungsi estetika, yang masing-masing fungsi saling melengkapi satu sama lain. Ruang terbuka hijau menjadi salah satu elemen penting menuju kota hijau yang dapat mencegah terjadinya penurunan kualitas udara maupun meningkatnya emisi dari angkutan/mobil, industri, dan lain-lain, serta menjadi sarana hiburan dan tempat bersantai yang akan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya. Perwujudan kota hijau memerlukan faktor-faktor penunjang terutama inisiatif dari pemerintah kota untuk melakukan kebijakan dan program pembangunan kota, pengembangan kelengkapan fisik ruang terbuka hijau, dan kemudahan aksesibilitas oleh masyarakat sehingga RTH tidak hanya memberi fungsi ekologis dan estetika saja tetapi fungsi sosial dan budaya masyarakat sebagai ruang publik.

Januari 021 -Admin 081294151532

31 Mar 2017

Garden Maintenance – Kunci Keberhasilan Penataan Landsecape (Taman)

Manusia hidup tidak lepas berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Keselarasan interaksi alam dan manusia akan menjadikan kehidupan manusia tentram dan nyaman. Manusia yang diberikan akal dan pikirannya dituntut untuk berkreasi positif dalam berkonstribusi manata lingkungan disekitarnya. Sikap memiliki dan kepedulian terhadap lingkungan akan membuat lingkungan pun bersahabat dengan manusia. Demikian pula dengan taman yang dibuat sebagai eleman pelengkap alam sekitarnya yang dibuat manusia harus selaras dengan suasana makro maupun mikro nya baik kesesuaian tumbuh maupun tingkat keawetannya (sustainable). Untuk mencapai keselarasan, keawetan maupun keindahan pertamanan tidak terlepas dari kegiatan dan kaidah kaidah perawatan. Ibarat tubuh , taman pun harus selalu dirawat.

Gambar Taman Rumah Minimalis-9

Taman yang dirawat sesuai dengan tata aturan perawatan dan penanganan serta di dukung oleh personal yang memiliki rasa cinta terhadap tanaman. Akan berdampak pada keawetan dan keindahan taman yang dibuatnya. Hal tersebut setiap pemilik dituntut memiliki sense of belonging dan kepedulian terhadap taman yang telah dibuatnya. Aturan aturan teknis seperti: pemupukan, pemangkasan, penjarangan, pencegahan hama penyakit, seleksi bibit, penggemburan media tanam mutlak harus dimiliki ilmunya untuk menjadikan taman semakin indah dan subur.

Dalam sekop yang besar dan skala bisnis, kaidah kaidah ini harus dimiliki oleh pelaku usaha atau perusahaan bahkan hal ini bisa dijadikan Icon, visi maupun misi dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa landscaping. Karena unsur terbesar dalam bidang ini adalah seni dan adanya sense of belonging. Tidak semata faktor untung rugi saja yang menjadi bahan pertimbangan dan tujuan namun kelangsungan usaha yang sustain yang seharusnya dijadikan tujuan utama perusahaan.

taman tropis1

Dengan penanganan garden maintenance yang professional baik dilengkapi dengan unsur non teknis seperti safety tools, knowledge, material support maupun teknis dan kompetensi personalnya perusahaan yang bergerak di bidang maintenance ini akan sustaian dalam menjalankan usaha pertamanan. Hal ini berlaku juga untuk semua ide pertamanan seperti vertical garden, Roof garden, hanging garden, Dry garden maupun pekerjaan hardscape.

Jika taman tumbuh subur, awet dan semakin indah akan otomatis dijadikan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan serta portofolio yang real untuk mengerjakan project project ditempat lain, apalagi pernah menangani project project yang cukup prestisious seperti hotel hotel, taman gedung, restoran , public area, Properti dll. Tidak perlu perusahaan bersusah payah cari orderan project, dengan modal perawatan yang professional pun, otomatis permintaan dari pihak pihak lain akan terus mengalir. Jadi tunggu apa lagi, sesuatu yang terkadang kecil namun kalau ditangani secara professional dan diikuti rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap tanaman ( taman –red) maka usaha ini akan memberikan dampak positif yang cukup menjanjikan.

14 Feb 2017

Penataan Lansekap di Area Semi Teduh

Kegiatan penghijauan yang mengutamakan unsur etetika dan ramah lingkungan tidak terlepas dari bagaimana cara penataan dan penentuan material penyusunnya. Penataan area lansekap yang terdiri dari unsur hardscape dan softscape akan membentuk satu kesatuan yang utuh secara tematis dalam menunjang keberhasilan suatu taman.

Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah penentuan jenis tanaman. Dalam ilmu tanaman beberapa jenis tanaman sesuai kebutuhan terhadap cahaya bagi kelangsungan tumbuhnya di golongkan dari tingkatan tanaman C1 sampai C4, dimana tanaman golongan C1 adalah jenis tanaman yang bisa tetap tumbuh dengan minim cahaya ( 1000 – 2000 lux) dan tanaman C4 adalah tanaman yang dapat tumbuh maksimal dengan memmbuthkan cahaya penuh ( diaatas 4000 lux).

Fakta di lapangan terutama di kota kota besar diakui sangat jarang sekali diperoleh lahan yang benar benar terbuka yang dikarenakan pesatnya pembangunan infra struktur dan propoerti property bangunan yang menjulang tinggi. Disamping lahan terbuka yang memang makin terbatas, jika masih ada pun hanyalah tinggal pohon pohon tua dan tinggi yg sengaja tumbuh hidup di daerah itu yg umurnya sudah puluhan tahun. Yang terjadi adalah cukup terlihat dimana mana terdapat lahan kosong dibawah pohon pohon tinggi tersebut maupun lahan yang telah terjepit dan berada diantara gedung gedung yang tinggi baik perkantoran, apartemen, gedung serbaguna dll. Lahan lahan kosong itu dirasa sangat mengganggu seolah tidak terpelihara dan beberapa upaya rupanya telah dilakukan penanaman namun tidak berumur lama dan mati sehingga yang terlihat hanyalah celah lahan lahan yang kosong yang kurang enak dipandang mata.

hardscape-01

Perlunya pengetahuan akan ilmu tanaman dan arsitektur lansekap sangat diperlukan untuk menata di area area seperti kondisi ini yang jumlahnya cukup banyak di kota kota besar. Disatu sisi Ruang Terbuka Hijau bisa terwujud dan disisi lain keindahan dan ramah lingkungan pun tercapai tujuannya walaupun berada di area teduh/semi teduh.

Biasanya untuk area yang tidak memungkinkan ditanam rumput mengingat rumput membuutuhkan pencahayaan penuh biasa ditanami dengan jenis tanaman dracaena, calatea, sirih sirih an dan philodendron, sedangkan hardmaterial unt area yang tidak terkena sinar matahari disusun dengan komponen batu batuan berupa stepping maupun penataan koral . Kombinasi tanaman dan hardscape batu maupun koral ini sebagai penyusun lansekap akan menghadirkan suasana yang tidak kalah asrinya dengan taman taman tropis di area yang terbuka. Khusus untuk area yang cukup besar bisa ditambahkan area playground yang dilengkapi dengan fasilitas jogging track sebagai komponen hardscape baik dari batu stepping maupun paving blok. Jadi di area yang teduh pun yang terhimpit diantara gedung gedung tinggi masih dapat kita jumpai taman taman asri dan indah yang bisa dinikmati keindahannya.

taman_teduh

Aplikasi ini juga bisa dikerjakan untuk area-area kecil di ruang tengah maupun bagian rumah yang dapat dinikmati dari living room, yaitu dengan penataan tanaman teduh seperti jenis bromelia, calatrea, philodendron ditambah material koral koral, batu taman maupun pasir putih sebagai komponen penyusun taman. Umumnya jenis taman semi teduh adalah taman yang tergolong low maintenance artinya tidak membutuhkan perawatan ekstra dan tidak terlalu memerlukan air untuk penyiramannya. Frekuensi kebutuhan air lebih mempunyai rentang waktu yang lebih lama daripada taman tropis yang mutlak membutuhkan penyiraman setiap harinya.

Jadi mulai saat ini tunggu apa lagi… Manfaatkan sisa sisa halaman belakang , ruang tengah yang minim cahaya maupun area di celah celah bagunan tinggi maupun di bawah pohon pohon besar untuk dibuat lansekap bertema taman teduh yang low maintenance.

29 Jan 2017

Mengapa Vertical Garden Gagal ?

Seiring dengan berkembangnya bidang pertamanan yang sejalan dengan pesatnya pertumbuhan properti skala nasional, mendorong para pengusaha bidang pertamanan maupun retail tanaman hias berlomba untuk mendapatkan order taman. Berkembangnya landscape yang saat ini menjadi trend yaitu ide taman vertikal atau vertical garden semakin banyak diminati pebisnis taman apalagi bidang ini cukup menjanjikan keuntungan yang significant.

Bahkan konsumen pun bebas memilih untuk menentukan siapa yang sanggup membuat vertical garden dengan kualitas bagus namun harga murah/kompetitif. Adanya peningkatan permintaan tentu akan mempengaruhi harga di pasaran pemain taman. Terkadang demi mengejar keuntungan semata orang yang biasa bahkan masih awam tentang ilmu vertical garden ini pun berani menawarkan harga yang tidak realistis demi mendapatkan orderan.

Misalkan Harga kompetitif di pasaran yang berkisar 1,5 – 1,8 jt /per m2 saat ini banyak yang menawarkan harga 1 juta per m2 tentunya ditambah tawaran tawaran lain yang menarik konsumen. Sebagai konsumen yang kebanykan awan masalah taman vertikal otomatis lebih tertarik dan memilih kepada vendor yang lebih murah tanpa berpikir panjang untuk kelangsungan vertikal garden yang telah dipesannya.

Tentu kita bisa menebak akibatnya bukan….

Baru berjalan 1 tahun saja sdh sering terdengar keluhan dari para klien yang telah memasang vertical garden baik dirumahnya, kantor , gedung, maupun tempat lainnya. Mereka mengklaim tanaman tidak cocok, system tidak pakem, kurang ini dan itu sehingga berita negatif vertical garden lebih mudah tersebar. Hal ini menjadi preseden buruk bagi bidang pertamanan oleh pelaku siapa pun bahwa vertical garden sangat beresiko tinggi dan tidak awet.

Melihat fakta ini ada beberapa hal yang perlu kita cermati karena kenyataan kenyataan yang sering terjadi dilapangan yang dapat menimbulkan kegagalan vertical garden:

  1. Kecerobohan pelaksana lapang dalam membuat setiap tahapan pemasangan vertikal garden mulai dari pemasangan struktur, media, instalasi maupun cara penanaman yang asal cepat jadi.
  2. Kurangnya ilmu yang memadai dan pengalaman yang cukup pihak vendor dalam melakukan bisnis vertikal garden , mulai dari pemilihan jenis tanaman, karakter tanaman , dan pengetahuan tentang system irigasi.
  3. Pelayanan purna jual yang buruk , memandang pekerjaan hanya selesai setelah proyek berakhir tanpa melakukan perawatan dan control yang rutin.
  4. Tidak memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen sehingga mulai dari material dasar sampai tanaman dipilihkan tanaman tanaman yang belum cukup umur maupun material yang paling murah dipasaran hanya untuk memperoleh kelebihan keuntungan materi semata.