We Serve With Hearth…
22 Jun 2017

Roof Garden

Roof_GardenPengembangan taman atap modern (roof garden atau green roof) merupakan fenomena yang relatif baru. Teknologi taman atap pertama kali dikembangkan di Jerman pada tahun 1980-an yang selanjutnya menyebar ke berbagai negara Eropa lainnya seperti Swiss, Belanda, Austria Inggris, Italia, Perancis, dan Swedia ). Bahkan saat ini diperkirakan 10% dari semua bangunan yang ada di Jerman telah memiliki taman atap. Selain Jerman, Austria (kota Linz) telah mengembangkan proyek taman atap sejak tahun 1983, demikian juga dengan Swiss yang mulai intensif mengembangkan taman atap sejak tahun 1990. Di Inggris, pemerintah kota London dan Sheffield bahkan telah membuat kebijakan khusus mengenai pengembangan taman atap. Pengembangan taman atap juga populer di Amerika meskipun tidak seintensif di Eropa. Di Amerika konsep taman atap pertama kali dikembangkan di Chicago, kemudian menjadi populer di Atlanta, Portland, Washington, dan New York (Wikipedia, 2008). Beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, Hongkong, China, dan Singapura merupakan penggiat dalam proyek-proyek taman atap. Beberapa contoh proyek pengembangan taman atap yang sukses adalah Flying Green Project (Tokyo dan Hong Kong), Skyrise Greening Project (Singapura), Ecoroof Project (Berlin), Green Roof Project (New York dan Washington) (Joga, 2008).

Keberadaan taman atap, khususnya di kota-kota besar (metropolis) memiliki peran penting seperti halnya ruang hijau lainnya. Ancaman terhadap eksistensi RTH akibat pembangunan infrastruktur-infrastruktur kota dapat diimbangi atau dikompensasi dengan mengembangkan taman atap. Pada umumnya manfaat taman atap (roof garden) adalah sebagai berikut (Green Rooftops, 2008; Holladay, 2006):

  1. Mengurangi tingkat polusi udara, vegetasi pada taman atap mampu merubah polutan (toksin) di udara menjadi senyawa tidak berbahaya melalui proses reoksigenasi; taman atap juga berperan dalam menstabilkan jumlah gas rumah kaca (karbon dioksida) di atmosfir kota sehingga dapat menekan efek rumah kaca;
  2. Menurunkan suhu udara, keberadaan taman atap dapat mengurangi efek panas radiasi sinar matahari yang berasal dari dinding bangunan maupun dari tanah (heat island effect)
  3. Konservasi air, taman atap dapat menyimpan sebagian air yang berasal dari air hujan sehingga menyediakan mekanisme evaporasi-transpirasi yang lebih efisien;
  4. Mengurangi polusi suara/ kebisingan, komposisi vegetasi pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam meredam kebisingan yang berasal dari luar bangunan (suara bising kendaraan bermotor atau aktivitas industri)
  5. Menampilkan keindahan pada aspek bangunan (estetika), sama halnya dengan fungsi taman pada umumnya, taman atap (green roof) menyediakan keindahan bagi aspek bangunan sehingga tampak lebih hidup, asri, dan nyaman;
  6. Meningkatkan kenaekaragaman hayati kota, taman atap dapat berfungsi sebagai habitat sekaligus penghubung bagi pergerakan organisme (wildlife) antar ruang hijau di kawasan perkotaan

Berdasarkan jumlah biaya (perawatan) yang dibutuhkan, kedalaman tanah (media tanam), dan jenis tanaman yang digunakan, taman atap dibedakan menjadi tiga macam yaitu (The Environment Site.org, 2006) :

  1. Taman Atap Ekstensif (Extensive Green Roof), taman atap jenis ini membutuhkan biaya perawatan yang cukup murah, media tanam (tanah) yang dangkal, dan tanaman yang digunakan adalah tanaman hias ringan. Taman atap ini mempunyai skala bangunan yang ringan dan sempit sehingga banyak digunakan pada bagian rumah yang tidak terlalu luas seperti garasi, atap rumah, teras, atau dinding.
  2. Taman Atap Semi Ekstensif (Semi-Extensive Green Roof), taman atap ini mempunyai kedalaman media tanam (tanah) yang lebih dibandingkan taman atap ekstensif, mampu menampung sejumlah besar jenis tanaman dan lebih dekoratif. Taman atap ini membutuhkan struktur bangunan yang lebih kuat dan berat.
  3. Taman Atap Intensif (Intensive Green Roof), taman atap ini mempunyai ukuran yang luas dengan struktur bangunan yang besar dan kuat, mampu menampung berbagai jenis tanaman baik kecil maupun besar (pohon). Taman atap jenis ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan besar (pencakar langit) serta dapat dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi.

Di kawasan perkotaan yang sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar (pencakar langit), memiliki potensi besar untuk dikembangkan taman atap (roof garden). Aplikasi taman atap saat ini telah berkembang luas, tidak hanya terbatas pada gedung-gedung pencakar langit melainkan dapat dikembangkan pada bangunan rumah sekalipun. Aplikasi taman atap dapat dilakukan di kawasan perkotaan.

Nah, berminatkah anda memilikinya dikediaman anda ? Hubungi Kami

26 Jan 2017

Vertical Garden dan Roof Garden Menjadi Idola PemProv dalam Mewujudkan Ruang Terbuka Hijau

Mewujudkan Ruang terBuka Hijau sebesar 30 % sesuai peraturan tata ruang perkotaan kini bukan hal yang mustahil. Sebagai contoh DKI Jakarta saat ini hanya mempunyai kisaran 9,8 % area RTH masih mempunyai harapan optimis untuk mewujudkan impian dan mengejar angka 30 % dalam rangka memberikan ruang udara terbuka dan menambah supplay oksigen bagi lingkungannya.

Yang tidak kalah penting adalah banjir yang selalu menghantui warga Ibu kota akibat sempitnya kota ini akan alokasi daerah resapan air. Kurangnya daerah resapan air mengakibatkan air hujan terjadi run off dan akan langsung diteruskan ke daerah rendah di sekitarnya. Ini yang setiap tahun menjadi langganan warga ibukota bahkan puncaknya menjadi langganan setiap 5 tahunan.

Bagaimana mengatasi hal ini? hutan hutan beton yang memenuhi ruangan lahan ibu kota apakah mampu mengendalikan dan mencegah bahaya banjir? Apakah dinding beton yang ditumbuhi ACP-ACP bahkan kaca-kaca akan mampu mengurangi emisi carbon atau bahkan sebaliknya?

Ada cara yang jitu namun terkadang dianggap sepele oleh kebanyakn warga karena adanya pola dan gaya hidup yang diikuti oleh berbagai aktivitas dan kesibukan setiap harinya. Adalah Kegiatan Penanaman maupun penghijauan? Kalau sudah sempit lahanyya dimana lagi kita harus melakukan penanaman, berapa besar biaya untuk membebaskan lahan untuk kegiatan ini?

Adanya kemajuan teknologi di bidang Pertanian saat ini sangat berjasa dalam usaha memberikan solusi yang significant mengatasi problem lingkungan di perkotaan. Aktivitas penghijauan tidak lagi memerlukan lahan dan tanah, bahkan saat ini penghijauan dapat dilakukan di dinding dinding beton bahkan atap bangunan. Teknologi itu adalah Vertical garden dan Roof garden. Dengan teknologi aeroponik dan hidroponik kegiatan ini mampu mengatasi masalah ini . Sistem budidaya dan teknologi pengairan yang hemat energy dan ramah lingkungan sangat berperan dalam mengatasi problem lingkungan di kota besar.

Inilah manfaat vertical garden maupun roof garden:
1. Mempu mensuplay pasokan Oksigen
2. Meredam suara bangunan di dalamnya
3. Menahan air hijan
4. Menahan laju run off air ke daratan
5. Mengurangi ancaman bahaya banjir
6. Menambah nilai property
7. Ramah lingkungan
8. Menambah keindahan/estetika dan kenyaman bangunan

Mari kita impikan dan cita-citakan untuk mewujudkan RTH kota Jakarta dengan waktu singkat mencapai 30 % bahkan lebih, menjadi kota bernuansa hijau dan ramah lingkungan.